
..."Tuan Stefan, Coba katakan sekali lagi Apa yang barusan kamu bilang?" pinta Selina, untuk memastikan pendengarnya tidak salah...
..."Ugh! Silly Girl!"...
Stefan masih mengerang kesakitan ditempat, telihat menutupi area pribadinya dengan kedua tangan yang bertumbuk. rasa sakit ekstrim yang timbul akibat dari tendangan Selina diarea testis sangat terasa menusuk hingga menjalar keperut sampai-sampai membuat Stefan merasa mual. sedangkan Selina yang mengamatinya, merasa ngilu sendiri.
..."Ng, kamu baik-baik saja kan?"...
Stefan yang sejak tadi hanya sibuk mengeluh merasakan rasa sakitnya, tiba-tiba saja mengamati Selina dengan tatapan mata tajam, tak lama mata pria itu pun terlihat menyipit sampai kemudian memberinya seringai miring. Selina yang melihatnya terlongong-longong ditempat, gadis itu merasa kikuk sendiri
..."Ah!"...
Stefan mulai berjalan mendekatinya, pria itu telihat berjalan dengan santainya namun figurnya yang sempurna masih terlihat mendominasi. Selina meneliti niatnya dengan baik. pupil matanya mulai membesar, rahang menegang, dan hidung yang terlihat melebar juga bibir bawahnya yang bergetar menujukan bila rasa takut kini sudah terlukis jelas diwajahnya
..."Haha, apa yang terjadi padamu?"...
..."Hmph!"...
...Wajah gadis itu terlihat menegang, walau begitu dia masih sempat tersenyum simpul padanya "I-itu... Sepertinya barusan itu aku menendangnya pelan-pelan."...
..."Pelan katamu?"...
..."I-iya kan? kamu juga kelihatannya baik-baik saja. ng, maksudku itumu... hehe... I-itu... baik-baik saja kan? Ma-maaf... a-aku..."...
..."Hmph!"...
Bibirnya sudah membentuk rangkuman penjelasan, gadis itu ingin mulai menjelaskan bahwa kejadian tadi terjadi begitu saja. dia tidak bermaksud menyakiti, itu murni reaksi reflek karena dia tidak suka cara Stefan menggodanya
Katika Selina menuju remaja, neneknya selalu mengatakan bahwa saat dewasa nanti ada banyak kemungkinan dia akan menemui dan mengalami hal-hal yang tak terduga. maka dari itu neneknya selalu mengajarinya bagaimana cara melindungi diri sendiri juga memberitahukan padanya titik lemah laki-laki untuk berjaga-jaga. apa yang telah dilakukannya pada Stefan hanya percobaan melindungi dirinya. mengingat mereka saat ini hanya berdua didalam satu unit apartement, terlebih Selina mendeskripsikan Stefan sebagai pria mesum yang abnormal
Akan tetapi dari pada harus mencoba menjelaskan, yang terpenting saat ini kenapa pria itu malah semakin mendekat padanya.
..."Ah! tunggu tunggu berhenti! Kamu tetap disana!" ujar Selina...
..."Apa!"...
..."I-itu... Sebaiknya tidak usah terlalu dekat denganku."...
..."Tsk. tsk. Memangnya Kenapa? kamu takut padaku?"...
..."Entahlah~"...
Melihat reaksi Selina membuat Stefan menyeringai, sudut mulutnya mencibir. pria itu sudah pasti tak mau kalah, dia enggan menuruti kemauan Selina tersebut. Stefan tetap berjalan dengan santainya mendekati gadis yang wajahnya saja sudah terlihat memucat dan tubuhnya gemeteran karena merasa takut
..."Hei, tuan. kenapa kamu malah semakin mendekat? aku kan sudah bilang tetap disana saja, tidak dengar? kita bisa mengobrol dengan jarak 2 meter. silahkan mundur 3 langkah, tuan Stefan."...
..."Tsk. memangnya kamu siapa sampai aku harus menuruti perintahmu?"...
..."Apa!!!"...
Semakin Stefan berjalan mendekatinya, maka semakin juga Selina melangkah mundur. Selina menjadi kian panik matanya berkeliling sangat sial baginya karena dia benar-benar hanya berdua dengan pria abnormal itu disana
..."Tu-tuan Stefan, kamu mau apa?"...
..."Menurutmu?"...
..."Yang tadi itu aku benar-benar minta maaf."...
...Stefan menyeringai "Tsk. Apa yang ada dipikiranmu sekarang?"...
..."Ng?"...
..."Pfft, Kamu sudah menebak aku akan berbuat apa? Aku ingin tahu jelas isi pikiranmu. Coba beritahu aku, Selina? karena sepertinya, isi pikiranmu itu jauh lebih liar dariku hehe."...
...Ekspresi gadis itu mengeras "Pikiranku tidak liar, itu pikiranmu saja yang sangat kotor!" Cela Selina...
...Stefan tertawa terbahak-bahak "Selina... Wah wah! Bagaimana caranya kamu bisa menebak pikiranku dengan tepat? ternyata kamu sungguh luar biasa." ujar Stefan, mengaku...
..."Apa!!!"...
..."Pfft, lihat ekspresimu itu... "...
..."Ja-jangan macam-macam!"...
..."Kamu terlihat sangat menggemaskan."...
..."Menjauhlah! atau aku akan teriak!"...
..."Jangan merusak pita suaramu sendiri. aku beritahu, unit apartemenku ini kedap suara" ujar Stefan, mencela ancaman Selina...
Stefan semakin mendekat padanya, Selina semakin melangkah mundur
..."Tu-tuan Stefan, jika ingin membalasku jangan dengan cara seperti ini. Tolong berhentilah menggodaku!"...
..."Aku menggodamu? bukannya sebaliknya? tapi, shh ternyata kamu tergoda ya?"...
..."A-apa maksudmu! Aku tidak!"...
..."Aku ingin menciummu, bolehkah?"...
..."Apa!!!"...
..."Sebentar saja."...
__ADS_1
..."Tidak! Kamu sudah gila! sekarang kamu menelan ludahmu sendiri, Kamu bilang aku ini bukan tipemu?"...
..."Memang bukan."...
..."Terus kenapa kamu ingin menciumku? kalau kamu sedang haus berciuman dengan wanita, tinggal telpon saja wanitamu. Dasar Cab*l gila!"...
..."Aku belum menyelesaikan omonganku, kamu memang bukan tipeku, tapi setelah dilihat-lihat lumayan juga. kamu agak imut."...
..."Kamu!!! Menjauhlah dariku!!!!"...
..."Kalau aku tidak mau?"...
..."Aku akan melaporkanmu kepolisi!" ancam Selina serius...
..."Pfft. setelah semuanya terjadi?"...
..."Tuan Stefan, Kumohon jaga sikapmu."...
..."Aku hanya ingin meminta imbalan ku dari menolongmu."...
..."Apa!!!"...
..."Dan Aku hanya meminta imbalan yang praktis darimu, tidak akan merugikanmu juga kan?"...
Stefan tertawa terbahak-bahak mengejek reaksi lucu Selina, pria itu terus berjalan mendekat padanya dan itu bagaikan ancaman bagi Selina
..."Pfft."...
Tidak ada lagi ruang untuk melangkah mundur bagi Selina, gadis itu terhantuk pada meja bar mini apartemen Stefan. karena Stefan semakin mendekat padanya Selina yang saat itu panik tidak sengaja menyikut gelas yang ada pada meja bar tersebut hingga pecah
...Craaaang...
...Selina terkesiap "Ah!!!"...
..."Hati-hati."...
..."Gelasnya!!! Pe-pecah!!!" gadis itu sudah menunduk ingin membereskan pecahan gelas tersebut...
..."Hei!"...
Namun Stefan menariknya menjauh dari pecahan-pecahan gelas itu, Stefan terlihat merangkul pinggangnya dengan sangat intim
..."Eh!"...
..."Sudah tidak apa-apa, bukan masalah besar. Jadi biarkan saja."...
Karena Selina sangat terkejut bukan berarti dia akan melupakan keharusan melindungi diri dari predator wanita berbahaya dihadapannya ini, Selina meronta-ronta dan menjerit mendorongnya menjauh.
..."Ah!!! Menjauhlah dariku!!!"...
..."Tidak! Lepaskan aku!!!"...
..."Sttt diamlah dan cobalah tenang sedikit. Jangan terlalu banyak bergerak, Ok?"...
..."Hah?"...
..."Coba kulihat, kamu tidak terluka kan?"...
..."Ng?"...
..."Tolong bicaralah? tidak ada yang terluka kan? jangan sampai terkena pecahan dari gelas itu."...
..."A-aku baik-baik saja. sepertinya yang perlu kamu khawatirkan adalah gelasnya."...
Bukan melepaskan melainkan Stefan malah semakin erat memeluk pinggang Selina, hingga dia akhirnya memangku gadis itu dibahunya
..."Hei!!! AKHHHHH!!! AHHHHH!!! kamu begini lagi!?! turunkan aku!!!"...
..."Diamlah berisik sekali!"...
..."Kenapa kamu selalu bertindak sesuka hatimu!!! Turunkan aku!!! Aku bilang turunkan aku!!! Hei turun aku!!! kamu sangat tidak sopan!!!" Selina memukul-mukul punggung Stefan...
..."Ya ya."...
Stefan menidurkan Selina disofa, gadis itu dengan cepat beringsut ke ujung sofa sana dan dia terlihat memeluk lututnya sendiri dengan memperlihatkan ekspresi wajah terancamnya
...Akhhhh...
Stefan menarik kaki gadis itu hingga dia kini berada diposisi tidur kembali, dan Stefan saat ini sedang berada diatasnya
..."Hei!!! Kamu!!!"...
..."Haha, apa?"...
..."Jangan macam-macam!!! Kamu mau berbuat apa padaku!!!"...
...Stefan tertawa "Aku suka melihat reaksimu."...
..."A-apa?! Hei menjauhlah dariku."...
..."Tidak mau."...
..."Dasar Mesum! pria mesum abnormal! Cab*l!Lepaskan aku! biarkan aku pergi!"...
__ADS_1
..."Tidak mau."...
..."Kamu!!!!" Selina meronta-ronta memukul-mukuli dada bidang Stefan dengan sekuat tenaga...
Stefan malah tertawa dengan senangnya, tidakkah pria itu merasa sakit karena pukulan Selina.
..."Hei!!!"...
..."Pfft."...
..."Ini sudah termasuk pelecehan seksual!"...
..."Loh, aku belum mulai."...
..."Baj*ngan!!!!"...
..."Pfft."...
..."Lepaskan aku! Aku pasti akan melaporkanmu kepolisi!"...
...Stefan kembali tertawa "Senang mendengarnya, Silahkan laporkan saja, aku akan menunggu surat laporannya." ujarnya...
..."Apa!!! Apa kamu sudah gila!!!"...
..."Dengan itu kita akan lebih sering bertemu, Selina. Jadi aku senang."...
..."Hah?"...
..."Oh ya! dan pacarmu juga nanti akan tahu kalau kita pernah menghabiskan malam yang indah bersama." Stefan berbisik ditelinga Selina...
..."Malam yang indah palamu! kamu mendadak tidak waras! Menyingkir lah! biarkan aku pergi!"...
...Pria itu membelai lembut wajah Selina "Hei tenanglah. aku tidak akan sampai melakukan perbuatan ilegal padamu." ujar Stefan, santai...
..."Tsk. Tapi kamu sudah melakukannya! tindakan kamu ini juga termasuk ilegal, kamu memaksaku!" cerca Selina...
Selina menggunkan kakinya untuk memberi perlawanan, namun kemudian Stefan dengan sigap nahan kakinya.
...Yap...
..."Ah!"...
..."Aku tidak akan membiarkan kakimu ini melukaiku lagi. dan, pfft Selina? posisimu sekarang ini sangat berbahaya."...
..."Kamu!!! lepaskan kakiku!"...
..."Sekarang baru tahu takut? beraninya kamu mengangkat kakimu dihadapan pria, terlebih dengan pakaianmu sekarang, tidak tahukah itu sangat menggoda?"...
Stefan mengelus-ngelus paha Selina, gadis itu tak terima tidakan tidak senonoh tersebut. dia mengangkat tangannya ingin menapar pria mesum itu namun lagi lagi Stefan dengan sigap menahannya, sampai pada akhirnya Selina benar-benar tidak bisa bergerak karena kedua tangan dan kakinya terkunci oleh Stefan
..."Nope!"...
Stefan mencondongkan tubuhnya, Selina menutup mulutnya dan lalu menghindari bertemu wajah pria itu. matanya sudah telihat berenang dengan air mata, walau air mata itu belum berjatuhan Stefan yang melihatnya akhirnya menyerah. Stefan sendiri merasa kebablasan, dia hanya ingin sedikit menggodanya namun sayangnya terbawa suasana. pria itu sama sekali tidak berniat membuatnya sampai menangis ketakutan, Stefan kemudian terduduk disamping Selina
..."Tch Sialan!!! bisa-bisanya aku lepas kendali." Gumam Stefan...
Stefan membuat Selina terjelengar heran, tidak terjadi apa-apa antara mereka berdua, pria itu benar-benar melepaskannya begitu saja
..."Eh?"...
Selina kembali beringsut keujung sofa yang tentunya berlawanan dengan Stefan dan dia hanya terpegun disana. sedangkan Stefan tertawa ringan melihat reaksi Selina
..."Sulit tidur, kan?"...
..."Eh Apa?!!"...
..."Mau nonton film?" tanya Stefan...
..."Ah???"...
Selina sampai terpinga-pinga mendengar tawaran Stefan tersebut, bagaimana mungkin sikapnya yang mesum dan abnormal itu berubah 180 derajat dalam waktu sesingkat itu? apakah barusan dia kerasukan? apakah setannya sudah minggat dari tubuhnya? ataukah malaikat baik yang dikirim tuhan saat ini hadir dan merasuk ke tubuhnya untuk menolong Selina? benar-benar tidak bisa dipercaya, sangat sulit dipercaya. benar-benar tidak masuk akal. Stefan dalam waktu yang singkat mempunyai keperibadian yang berbeda lagi
..."Aku minta maaf."...
..."Hah?"...
..."Barusan itu jujur aku lepas kendali. Aku hanya ingin sedikit menggodamu tadinya, tidak bermaksud apapun. aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf."...
...Selina sampai termangau mendengarnya "Hah!!! A-apa?!?!"...
...Stefan kemudian memperlihatkan beberapa koleksi cd filmnya "Lihatlah ini, Semua ini bergenre komedi-romantis, kamu mau pilih menonton yang mana? atau terserah padaku saja?" tanyanya...
..."Ng?"...
Selina ternganga sampai-sampai membuat bulu matanya mengibar, bagaimana mungkin Stefan bisa tahu persis kesukaannya? mulai dari coklat panas, nasi goreng putih yang memakai bawang putih lebih banyak dari pada bawang merah dan sekarang movies kesukaannya yang bergenre komedi romantis dia juga tahu itu? apakah Stefan ahli dalam menebak kepribadian orang lain? pikiran Selina penuh tanda tanya tentangnya
Kini mereka menonton movies bersama, suasananya begitu tenang, tidak. dari pada disebut tenang lebih tepatnya ini adalah suasana canggung, benar-benar sangat canggung. namun ketika Selina melihat Stefan dia sangat terlihat tenang dan santai seperti barusan tidak terjadi apa-apa, seperti saat ini hanya Selina yang merasa canggung berlebihan. kenapa Stefan bisa bersikap biasa saja, dan sangat tidak tahu malu seperti itu? Selina yang diam-diam melihatnya dibuat terheran-heran dan sedikit merasa kesal
...Tiga puluh menit kemudian...
Selina tidak bisa berhenti tertawa karena filmnya terlalu lucu, Stefan senang melihatnya karena setelah kejadian tadi Selina sangat diam dan terus terjaga. sekarang gadis itu sedang tertawa lepas tampak seperti tidak ada beban dan ketakutan yang menghantui dan mengancamnya lagi.
Stefan ingat Selina sangat suka film bergenre komedi yang dibumbui sedikit adegan romantis, dia benci film horror. dari sejak kecil Selina sangat suka menonton film, namun dia punya kebiasaan unik, gadis itu selalu tertidur saat filmnya hampir usai.
__ADS_1