Selina, Obsesiku Adalah Kamu

Selina, Obsesiku Adalah Kamu
BAB 37 Terperangkap


__ADS_3


Staff yang memandu jalan Selina tiba-tiba saja berhenti didepan lemari display berukuran raksasa yang berisikan begitu banyaknya botol-botol minuman keras. mata Selina berkeliling mengitari sekitar, dia nampak kebingungan sebab dia tidak melihat adanya pintu kamar disana.


...Akhirnya Selina bertanya "Dimana kamarnya?" sambil terus melihat-lihat...


Dan saat mata Selina sibuk melihat-lihat ke setiap sudut ruangan yang ada disana, entah apa yang telah dilakukan oleh Staffnya barusan, hanya dalam hitungan detik saja ajaibnya lemari display berukuran raksasa yang ada tepat didepan matanya itu terbelah dua menjadi sebuah jalan. Selina terbelalak, dia tekejut sekaligus merasa takjub, rupanya ada ruangan rahasia dibalik rak alkohol tersebut, sekarang Selina dapat melihat adanya sebuah tangga yang menjunam panjang kebawah sana. itu artinya, kamarnya terletak dibasement DevilleClub.


..."Disebelah sini, nona." sahut Staffnya...


..."Ah iya!"...


Deville Club menjadi salah satu tempat perjudian dan tempat hiburan malam yang sudah secara resmi dilegalkan oleh pemerintah. walau begitu, perizinan tersebut tidak berlaku untuk prostitusi dan penjualan narkotika juga obat-obatan terlarang yang disediakan disana. bertahun-tahun Jeffrey Johnson melakukan usaha haram tersebut secara illegal, dia berhasil membodohi pemerintah dengan menggunakan nama besarnya. sejak awal, Jeffrey sengaja membangun Deville Club dengan desain basement yang dibuat sangat luas sebagai secret room area untuk mengelabui polisi yang sering kali melakukan razia.


..."Ah?" Selina akhirnya kembali mengikuti Staffnya dengan patuh. gadis itu perlahan mengikutinya menuruni setiap anak tangga menuju kebasement Deville Club...


Terdapat tiga lorong kamar disana. Selina kembali mengamati seluruh ruangan, masing-masing kamarnya memiliki pintu yang cukup tinggi dan tebal. tidak terdengar suara, juga tidak melihat ada orang lain disana. Selina mulai gelisah, entah kenapa suasana hening itu terasa sangat mencengkram baginya.


..."Nona?"...


..."Eh, iya?"...


..."Kamarnya ada disebelah sana... paling ujung sebelah kiri." ujar Staffnya, menujukan arah jalan menggunkan tangannya...


..."Mm, ok. apa Samuel sudah ada didalam sana?" tanya Selina...


..."Belum. saat ini tuan Samuel masih berada diarea kasino, tapi beliau mengatakan 30 menit lagi beliau akan pergi menyusul anda. oh ya, beliau berpesan dalam waktu 30 menit itu anda harus sudah bersiap diri." Jelas Staffnya...


...Selina menghela nafas "Aku mengerti." balasnya singkat...


Satu buah sofa lingkar yang terletak dipojokan sana tiba-tiba saja menarik perhatian Selina. sepertinya seseorang baru saja menempatinya, disana terlihat sangat berantakan. diatas kursi itu ada satu set pakaian dalam wanita berserakan dan dibawahnya botol-botol miras yang sudah kosong tergeletak begitu saja. namun yang menjadi pusat perhatian Selina sebenarnya bukanlah itu semua, melainkan satu benda kecil, yaitu pisau lipat yang terlihat ada disana. Selina melihatnya, dan dia menginginkan barang itu ada ditangannya.


..."Ng, Jadi... kamu tidak mengantarku sampai kesana?" tanya Selina...


..."Kalau begitu, saya akan mengantar nona sampai kedepan pintu kamar, mari..." ujar Staffnya...


..."Eh? sudah sudahlah tidak perlu, kamu boleh pergi. terima kasih." balas Selina...


..."Ng, beneran tidak apa-apa kalau saya hanya mengantar sampai sini?" tanya Staffnya...


...Selina mengangguk dengan pasti "Ya ya!"...


..."Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. saya mau pergi keatas mengambil minuman untuk anda, saya akan segera kembali." ujar Staffnya...

__ADS_1


..."Santai saja, tidak perlu terburu-buru." balas Selina...



Akhirnya pisau lipat itu ada ditangan Selina, dia sengaja mengambilnya untuk berjaga-jaga. gadis itu menyembunyikan barang kecil itu dibalik gaun yang dikenakannya. dengan adanya barang itu membuat Selina sedikit lebih tenang, tapi tetap saja, kemungkinan terburuk tidak bisa dielakkan.


Setelah berjalan menelusuri lorong, akhirnya Selina sampai dikamar nomor 026. saat gadis itu mencoba membuka pintu kamarnya, dan ternyata dikunci. dia menghela nafas panjang, rupanya Staff itu lupa memberikan kunci kamar padanya. Selina menyandarkan punggungnya kedinding, menunggu Staff itu kembali sambil menunduk melamunkan segala hal.


Saat ini ada begitu banyak hal yang Selina pertimbangan dalam pikirannya. terkadang dia berpikir, ingin mencoba sekali saja merasakan bagaimana perasaan menjadi seseorang yang egois? dimana dia hanya akan menjadikan diri sendiri sebagai prioritas utama, tanpa perlu memikirkan perasaan orang lain lagi. tapi pada kenyataannya, Selina selalu berakhir tidak tega melakukannya.


Dan terulang lagi, Selina menekan dirinya sendiri demi keamanan keluarganya. sejujurnya, yang paling Selina pertimbangan adalah neneknya. setelah melakukan pengecekan jantung beberapa hari yang lalu, dan setelah hasilnya keluar, seperti mimpi yang paling buruk menjadi kenyataan bagi Selina. neneknya divonis penyakit jantung koroner dan dia memerlukan biaya pengobatan kedepannya, dokter sudah menyarankan untuk melakukan operasi bypass arteri koroner yang tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit. Selina sadar, ibu tirinya harus memiliki banyak uang untuk saat-saat itu. lagi pula Selina ingin membalas budi padanya, bukan malah menambah masalah untuknya.


Tak lama Staff itu kembali, dia berjalan sedikit terburu-buru ke arah Selina, namun dipertengahan jalannya tiba-tiba saja seseorang bekapnya dari belakang. karena tekejut, dia menjatuhkan nampan beserta gelas yang dipegangnya hingga menimbulkan suara. Selina yang tentu saja mendengarnya celingak-celinguk mencari asal suara gelas pecah itu. rupanya Stefan-lah yang berulah mencegat Staffnya, dia menariknya kebalik tembok yang berlawanan dengan Salina.


...Tentu saja Selina jadi tidak bisa melihatnya, dan ingin melihat pun dia tidak berani "Apa ada seseorang disana?"...


Dan tak lama terdengar suara segerombolan pria mendekat. Selina mulai panik, gadis itu mulai memikirkan hal yang tidak tidak.


'Bagaimana jika mereka pria-pria yang mabuk? sedangkan Selina hanya seorang gadis yang sedang sendirian disana?' bagaimana pun dia tidak akan bisa menghadapi mereka.


Selina yang panik ketakutan ingin bersembunyi dikamar lain. dia mencoba membuka setiap pintu kamar berharap ada satu kamar yang tidak terkunci dan beruntungnya gadis itu akhirnya menemukan satu kamar yang tidak dikunci.


Selina sangat bersyukur dan merasa lega. tapi ketika dia membuka pintu kamarnya, dia malah merasa ngeri untuk masuk kedalam. karena dia melihat diruang itu terdapat barang-barang yang sangat aneh. seperti borgol, pecutan, rantai rantai, dan lain sebagainya. akhirnya Selina mengurungkan niatnya, dan dia ingin keluar, tapi saat dia mau keluar, Stefan mendadak muncul dan langsung menggodanya. seperti Selina sudah siap untuk malam ini.


..."Hei, kamu mau pergi kemana?" Stefan menghalangi jalan Selina, dan pria itu melihat-lihat kedalam ruangan lalu tersenyum sensual padanya "Malam yang indah ini baru akan dimulai."...


..."Kenapa gadis cantik sepertimu bicara dengan nada sekasar ini?"...


..."Kenapa kamu selalu muncul dimana-mana dan terus menggangguku?"...


..."Kapan aku pernah menggangumu? aku ini penolongmu, tahu?" ujar Stefan...


..."Hah? penolongku? baiklah baiklah, aku sangat berterima kasih padamu. sekarang silahkan pakai kamarnya sesukamu, aku tidak akan menganggu. Aku keluar!"...


..."Tunggu dulu, Selina!"...


..."Apa lagi? aku keluar sekarang!"...


Selina berjalan keluar dan untuk menahannya, Stefan memeluknya dari belakang, tindakan gila pria itu tentu saja membuat Selina sangat terkejut.


..."Hei... apa yang kamu lakukan? jangan sebarangan! lepaskan tanganmu!"...


...Selina berusaha melepaskan tangan Stefan yang melingkar erat dipinggangnya, namun ternyata itu sangat-sangat sulit. "Tidak dengar? Kubilang, lepaskan tanganmu! Tuan Stefan, tolong tunjukkan rasa hormatmu, kalau kamu terus seperti ini aku akan teriak minta tolong!"...

__ADS_1


..."Kalau begitu teriak saja." goda Stefan berbisik di telinganya...


..."Kamu pikir aku tidak berani! Aku akan teriak!" ancam Selina...


..."Pfft. ya silahkan, coba saja..." tantang Stefan...


..."TOLO—" selina rupanya benar-benar berani berteriak, karena itu Stefan langsung membekap mulutnya dan menariknya lebih masuk kedalam ruangan itu....


...Selina memberontak melepaskan diri darinya, setelah berhasil dia langsung mendorong pria itu menjauh. "Brengs*k!"...


Kemudian Selina mencoba keluar lagi dari ruangan itu, namun Stefan kembali mempersulit-nya. pria itu lebih sigap darinya, dia langsung menutup pintu dan melempar kuncinya begitu saja.


..."Kamu mau pergi ke mana? takut padaku?" tanya Stefan...


..."Shh, Kenapa juga aku takut padamu?" Balas Selina...


..."Jadi... tidak takut?"...


..."Jangan ganggu aku, kita tidak saling mengenal satu sama lain!" jawab Selina ketus...


..."Kalau begitu, mari kita saling mengenal satu sama lain?" ujar Stefan, sambil melirik ranjang...


..."Kamu! Apa maumu! soal hutang aku pasti akan segera melunasinya, berikan saja nomor rekeningmu."...


Mendengarnya, Stefan langsung berjalan mendekati Selina dengan senyum menggoda dan kontan membuat Selina mundur dengan panik. Dia berusaha mengancam Stefan untuk tidak mendekat, tapi gagal.


..."Kuperingatkan kamu! Jangan mendekat!" Ancam Selina...


Stefan menarik lengan Selina dan langsung mendekap gadis itu didekatnya. kemudian sepasang tangan nakal mendadak merayap di sepanjang tangan Selina. Stefan dengan nakalnya melancarkan kecupan hingga ke bahunya yang kontan saja membuat mata Selina terbelalak lebar dan tak terima gadis itu langsung mendorong Stefan menjauh darinya.


..."Apa-apaan kamu! Aku tidak akan melakukan apapun denganmu. aku sudah punya pacar!"...


..."Bukannya tadi kamu menanyakan apa mau-ku? aku mau melakukan apa yang dilakukan suami dan istri."...


...Selina langsung speechless mendengarnya "Aku benar-benar sial. Kenapa bisa-bisanya aku terperangkap disini bersama pria cab*l sepertimu."...


..."Hanya bercanda, harap nona Selina tidak selalu menanggapi omonganku serius. aku juga punya wanita yang kucintai selama lebih 20 tahun ini. jangan khawatir, aku tidak akan memaksa siapapun untuk tidur denganku. kecuali kamu menginginkannya, aku tidak akan melakukan perbuatan ilegal."...


...Selina tidak percaya mendengarnya "Kalau kamu emang punya wanita yang sangat kamu cintai, lalu kenapa kamu malah bersikap seperti ini?"...


..."Kamu imut juga kalau lagi marah." Stefan malah balas menggoda...


..."Kalau kamu terus bicara padaku dengan cara seperti ini, aku akan memanggil polisi."...

__ADS_1


..."Saat seorang pria mendekati beberapa wanita, maka selalu ada dari mereka yang hanya akan berakhir menjadi kamuflase. ayolah, aku hanya suka bermain."...



__ADS_2