Selina, Obsesiku Adalah Kamu

Selina, Obsesiku Adalah Kamu
BAB 31 Tuduhan


__ADS_3


..."Setelah ku pikir-pikir, aku menyesal sudah menyanjungmu. Hatimu yang sudah mengeras sekeras batu itu, punya rasa empati yang tinggi terhadap wanita? rasanya tidak mungkin. tch, ya kecuali dia memberimu keuntungan tertentu." Jelas Dhefin...


..."Tsk. Apa dalam pikiranmu sekarang aku ini adalah orang yang seperti itu? kau ini sudah mengenalku berapa lama sih?" tanya Stefan tekejut dengan pola pikir Dhefin...


..."Justru karena aku sangat mengenalmu, jadi aku sudah tahu kau ini orang yang seperti apa? kau sama sekali tidak akan peduli pada siapapun kecuali dirimu sendiri."...


..."Jadi begitu ya penilaianmu tentangku?"...


..."Apa kau tidak sadar? hatimu saat ini sudah dikuasai oleh amarah dan kebencian. kau sekarang adalah orang yang penuh dengan ambisi balas dendam. aku ingatkan kau, jangan pernah memanfaatkan situasi ini untuk mencari celah dan menjatuhkan keluarga dari teman baikmu sendiri. kau jangan terlalu egois!"...


..."Itu sama sekali tidak dalam rencanaku, aku tidak mengerti pikiranmu."...


..."Apa aku membuatnya kurang jelas? kau pasti sudah tahu bahwa jika keluarga Luis jatuh karena kasus ini, maka ayahmu Jeffrey Johnson, akan ikut terseret kedalam masalahnya."...


..."Tsk."...


Jeffery Johnson adalah taman baik dari Melwin Luis ayah dari Justin yang mencalonkan diri sebagai pemimpin negara. Jeffrey menjadi tim sukses Melwin sejak saat itu, dan bahkan dialah orang yang mendorong Melwin untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin sebuah negara. Jeffrey sangat membantu Melwin dalam hal ini, dia adalah orang yang dikagumi karena rentetan usahanya yang sukses. karena itu Jeffrey membangun citra yang baik dimasyarakat akan Melwin. sangat mengecewakan jika citra yang diusahakannya itu sirna karena kasus sepele anaknya, dan sudah pasti Jeffrey akan terseret dalam kasusnya karena dialah yang amat mendukung Melwin. setelah itu Jeffrey akan kehilangan muka didepan publik, dan dituduh sebagai penipu karena selalu mengatakan hal yang baik-baik saja tentang Melwin didepan Media.


..."Lupakan rencanamu, Stefan. jangan libatkan kami dalam masalahmu."...


..."Aku sama sekali tidak punya tujuan kearah sana. aku tidak pernah memikirkannya."...


..."Tsk."...


..."Tapi, apa kamu bisa membayangkan bagaimana jadinya negaramu nanti, jika memiliki memimpin negara seperti Melwin Luis? Dhefin, kita sama-sama tahu, bahwa rekam jejak Melwin Luis tidaklah cukup baik, dia meminpin sebuah perusahaan dimana karyawannya diperlakukan seperti budak."...


..."Cukup Stefan, Sudah cukup!"...


..."Aku sedang menjelaskannya."...

__ADS_1


..."Aku tidak ingin adu mulut denganmu lagi. intinya, kau tidak boleh menempatkan Justin dalam masalah, ini permintaan Angel sebelum dia meninggal, sudah jelas?"...



...❃Setelah selesai pemakaman Angel❃...


..."Apa kau sudah menghubungi keluarganya di London?" tanya Dhefin...


..."Mn."...


..."Jadi keluarganya sekarang sudah tahu? lalu kapan mereka akan datang?"...


..."Ya Mereka sudah tahu. tapi belum pasti mereka akan datang, kau jangan terlalu mengharapkannya."...


..."Hufft, aku mengerti. Jadi keluarganya memang sudah benar-benar tidak memperdulikannya lagi? Angel yang malang, semuanya sudah berakhir, semoga kamu sekarang memiliki kedamaian yang kamu mau diatas sana. kasihan sekali dia."...


..."Iya."...


..."Oh ya, Stefan?"...


..."Jadi kapan hasil outopsinya keluar?"...


..."Minggu depan."...


..."Oh, Ok!"...


..."Dhefin?"...


..."Kenapa?"...


..."Jawab jujur, apa kau tahu dimana keberadaan Justin sekarang?"...

__ADS_1


..."Aku tidak tahu!" jawab Dhefin cepat...


...Stefan menyeringai, matanya menelisik melihat Dhefin cukup dalam seolah-olah sedang mencurigainya "Kalau kau tahu sesuatu tolong langsung beritahu aku, jangan menutup-nutupinya."...


..."Ya ya tidak akan. Tolong jangan menatapku dengan penuh curiga seperti itu, kali ini aku bersumpah, aku benar-benar tidak tahu dimana keberadaannya sekarang."...


..."Mn."...


..."Stefan, aku sudah mengatakan yang sebenarnya!"...


..."Aku tahu."...


Sedari tadi ponsel Stefan tidak berhenti berdering dan rupanya itu panggilan masuk dari ibunya, Jessica. namun sejak mendengar ponselnya berbunyi Stefan seakan tidak tertarik menyentuhnya.


..."Cih! sejak tadi ponselmu terus berdering, apa kamu tuli sampai tidak mendengarnya? jawablah! berisik sekali, itu mengganggu!" keluhnya...


Stefan sudah tahu dengan jelas apa tujuan ibunya mengubunginya, pasti dia akan memintanya untuk segera pulang atas permintaan Allisya. Allisya selalu menggunakan ibunya untuk memaksanya. Allisya seperti tahu kelemahannya adalah ibunya, dengan keterpaksaan Stefan mau tidak mau harus kembali terlebih dulu ke apartemennya sekarang juga sebelum dia pergi ke Deville Club.


..."Ada apa dengan ekpresi wajahmu itu? Kenapa semakin tidak enak dilihat? siapa memangnya yang menelpon?"...


..."Hufft."...


..."Hei Stefan? Kau baik-baik saja kan? apa ada masalah dikantor?"...


..."Tidak."...


..."Lalu kau kenapa?"...


..."Dhefin sepertinya aku harus kembali ke apartement ku sekarang, nanti malam aku mengadakan party di Deville Club, datanglah."...


..."Eh? tunggu sebentar, party? tumben sekali?"...

__ADS_1


..."Birthday party."...


..."Ai iya! hari ini ulang tahunmu."...


__ADS_2