
Selina dan neneknya, juga para pekerja dikediaman Jeffrey Johnson sedang menyantap makan malam mereka yang sederhana bersama-sama. walau begitu, mereka tetap menikmatinya dengan rasa syukur yang luar biasa. namun, tiba-tiba saja Samuel menggebrak pintu dan membuat semua orang tekejut. tanpa permisi pria itu masuk dan langsung tertuju pada Selina. kemudian tanpa basa-basi, Samuel langsung menarik lengan Selina, menginginkannya untuk ikut bersamanya. Selina meringis kesakitan karena lengannya yang terluka, dan Samuel yang kemudian sadar akan hal itu, lantas melepaskan genggamannya.
...Entah kenapa, Samuel terlihat sangat-sangat marah mengetahui Selina terluka "Kenapa tanganmu?" tanyanya kemudian, dengan tatapan menyelidik...
..."Hng, luka ini aku dapat karena kecerobohanku sendiri. ini... tidak terlalu parah juga." jelas Selina, berbohong...
..."Idiot mana selain kamu, yang menyembunyikan kebeneran, dan malah menyalahkan diri sendiri." ujar Samuel, mencibir...
Sekarang Selina sudah berada dimobil yang sama dengan Samuel. entah akan diajaknya kemana dia, Selina sendiri pun tidak tahu. Samuel tidak mengatakan apapun prihal tujuannya, dia hanya meminta Selina mengikutinya dan tidak membantahnya. Selina sendiri tidak memiliki keberanian untuk menolak Samuel, walau sejujurnya dia sangat-sangat tidak ingin terus-menerus mengikuti kemauannya. kata iya maupun tidak yang akan keluar dari mulutnya untuk penolakan akan berakhir sama saja. mengenal keperibadiannya yang temperamental, Samuel tidak akan pernah mau menerima penolakan darinya, dia akan memaksanya sampai membuat kekacauan dan yang paling Selina takuti adalah dia menyakiti neneknya.
Seperti ayahnya, Samuel sangat jarang pulang kerumah, terkecuali dia memiliki tujuan. seperti saat ini, dia pulang hanya untuk membawa Selina ikut bersamanya.
Setelah beberapa saat saling mendiamkan sewaktu dimobil, dan rupanya kini Samuel membawanya ke sebuah butik dan salon terkemuka dikotanya. Selina keheranan, untuk apa Samuel membawanya ketempat seperti ini? Samuel mengajak Selina turun dan menuntunnya mengikuti langkahnya memasuki tempat itu dan Selina hanya bisa mendengarkan ucapannya dengan patuh
Setelah masuk, mereka langsung mendapat sambutan hangat dari beberapa karyawan ditempat itu. rupanya, Samuel sampai membooking satu tempat itu hanya untuk Selina. dan beberapa karyawan lain kemudian datang, mereka menujukan beberapa pilihan gaun dari koleksi teranyarnya, dan meminta pendapat pada Samuel.
Samuel ingin Selina mencoba semua gaun itu. tentu saja mendengarnya Selina sangat-sangat tekejut. gadis itu ingin sekali menanyakan banyak hal padanya, tetapi Samuel tidak memberinya kesempatan itu. Samuel kemudian memberi perintah pada semua karyawan yang ada dibutik dan salon itu untuk mendandani Selina secantik mungkin. dan apa yang bisa Selina lakukan sekarang, lagi-lagi hanyalah menuruti segala keinginannya.
Sudah gaun ketiga yang Selina coba, tetapi Samuel masih tidak cukup puas juga dengan tampilannya. sebenarnya, Samuel melihat, Selina terlihat cantik-cantik saja memakai apapun. tetapi, pakaian yang telah dicobanya tadi, memberikan kesan lain padanya. gaun yang pertama kali dicobanya, memang membuatnya terlihat sangat segar, dan cantik. mini dress berwarna pink blush itu akan membuatnya memamerkan hampir seluruh punggungnya yang cantik dan erotis. tetapi, sayangnya Samuel kurang menyukainya, karena entah kenapa, dia melihat Selina terlalu imut memakainya. dan untuk gaun yang kedua, mini dress berwarna maroon yang cukup ketat saat dipakai, sampai menonjolkan bagian-bagian indah dari tubuhnya itu, membuat Samuel begitu terpesona. tetapi, jika Selina memakainya ke pesta, Samuel tidak begitu rela memberikan good view pada pria-pria lain yang pasti akan ditemuinya dipesta nanti. dan sampai gaun yang ketiga ini cukup oke, memberikan kesan dewasa padanya, hanya dengan memamerkan lekukan tubuhnya yang indah, tetapi seperti masih kurang. Samuel ingin Selina memakai gaun yang akan membuatnya terlihat sangat cantik, seksi, sekaligus elegant.
Dan akhirnya gaun ke empat yang dicobanya membuat pria itu puas, semua keinginannya terpenuhi. Selina terlihat sangat-sangat menawan dengan gaun itu. sekarang Selina ditahap makeover.
__ADS_1
...Samuel tiba-tiba saja menghampirinya, dan tanpa basa-basi dia langsung memberinya ponsel keluaran terbaru. "Pakai ini, agar aku tidak kesulitan menghubungimu." katanya...
Tidak bisa dipungkiri bahwa gadis itu sangat-sangat senang mendapatkan posel baru darinya. tetapi, dia merasa itu agak berlebihan. karena ponsel yang diberikan Samuel padanya, adalah ponsel keluaran terbaru berharga satu tahun uang makannya. kinda crazy.
...Selina mendorong ponsel itu berniat menolaknya, tetapi sebelum penolakan itu keluar dari mulutnya, Samuel kembali menegaskan "Pakai saja ponsel itu, ponsel lamamu sudah rusak kan? aku perlu selalu terhubung denganmu." ujarnya...
..."Ah? baiklah."...
Sekarang mereka dalam perjalanan menuju Deville Club. Selina sendiri masih belum tahu akan diajaknya kemana dia, namun gadis itu tidak rewel menanyakan ini itu padanya, karena dia tengah asik memainkan ponsel barunya. Selina tidak lupa mengabari pacarnya tentangnya yang akhirnya memiliki ponsel baru. Selina terlihat sangat-sangat senang, dia mengirimkan banyak stiker cinta dalam chat-nya pada pacarnya itu. Samuel yang memperhatikan aktifitas Selina diponselnya melihat itu dengan penuh kecemburuan.
Tidak tahan melihat sikap manis Selina terhadap pacarnya, dengan kesal Samuel akhirnya merebut paksa ponselnya dan melemparnya ke dashboard mobil. Selina sangat terkejut atas tindakan impulsifnya tersebut, Selina memperlihatkan mimik tidak sukanya, bukan karena pria itu merebut ponselnya, melainkan karena dia melemparnya ke dashboard mobil dengan sangat kecang.
...Wajah Samuel menghitam dipenuhi amarah "Apa kamu sedikitpun tidak merasa bersalah pada pacarmu?" tanyanya tiba-tiba...
..."Aku tidak sedang membuat kesalahan atau berselingkuh, untuk apa aku merasa bersalah?"...
...Samuel kemudian menegaskan padanya "Cih! sebaiknya jangan terhubung dengannya saat kamu sedang bersamaku, mengerti?" ujarnya...
Dan akhirnya Selina tahu, kemana Samuel membawanya setelah sampai. Selina semakin dibuat keheranan, untuk apa Samuel membawanya ke Deville Club? Selina bahkan sampai berpikir negatif tentang pria itu, apa jangan-jangan, Samuel ingin menjualnya? karena jika tidak, untuk apa dia sampai repot mendandaninya? pasti karena tujuan tertentu.
..."Turun!" pinta Samuel...
__ADS_1
..."Ng? untuk apa kakak membawaku kesini?"...
Selina terlihat gelisah, gadis itu memeluk dirinya sendiri dan menolak untuk turun dari mobil. Samuel kemudian membukakan pintu mobilnya untuk Selina, dan menawarkan tangannya untuk menjadi pegangannya.
..."Ayo, turun?" katanya...
Selina menggelengkan kepalanya.
..."Apa yang kamu pikirkan? aku mengajakmu untuk menjadi teman pestaku." jelas Samuel...
..."Hah?"...
Tidak ada pilihan lain selain mengikutinya. dan ini pertama kalinya Selina menginjakkan kakinya diDeville Club. bahkan, sebelumnya dia tidak pernah sekalipun menginjakkan kakinya ke tempat-tempat semacam itu. jelas gadis itu sangat merasa asing dan canggung. terlebih, dia tidak terbiasa dengan pakaian semacam ini dan High heels dengan tinggi 10 cm yang dipakainya, membuatnya sangat-sangat tidak nyaman saat bergerak.
..."Santai saja. selalu ada saat pertama untuk segala hal, kamu cuma perlu relax dan mencoba untuk biasa saja." ujar Samuel...
Dan lagi, Samuel menawarkan tangannya dan kali ini menyuruh Selina menggandengnya.
..."Hng?"...
..."Biar nanti kalau kamu mau jatuh, aku bisa menyelamatkanmu tepat waktu, jadi kamu tidak akan membuatku malu."...
..."Hmph."...
Selina pun menggandeng tangannya dengan patuh. memperhatikan wajah Selina yang begitu tegang, Samuel menggunakan dua jarinya untuk membuat seutas senyuman dibibir gadis itu.
__ADS_1
..."Jangan terlalu tegang, tersenyumlah seperti ini. kamu terlihat sangat-sangat cantik saat tersenyum. tapi, saat didalam nanti, jangan sembarangan melirik dan tersenyum pada orang lain, mengerti? terutama pada pria. akan lebih bagus kalau kamu hanya tersenyum padaku." ujar Samuel bergumam diakhir katanya...