
..."Bibi Ana?"...
..."Iya Selina? kenapa?"...
..."Maaf, sepertinya aku akan merepotkanmu lagi? tolong jaga nenek sebentar, ya?" ucap Selina tidak enak hati...
..."Iya... tapi memangnya kamu mau pergi kemana? beneran mau pulang rumah?" tanya Ana khawatir...
..."Entahlah. bisa jadi aku akan mencobanya."...
..."Semangat Selina!"...
..."Terima kasih."...
..."Ana, Selina tidak mau meminjamkan ponselnya... tolong berikan ponselmu, biarkan aku meminjamnya sebentar? aku ingin mengubungi anakku." ucap Dian...
..."Selina bagaimana?"...
..."Nenek, kalau nenek benar-benar menyayangiku? tolong istirahatlah, dan segeralah sembuh."...
..."Tapi Selina..."...
..."Kumohon istirahatlah, nek! dan Bibi Ana, kalau begitu aku pergi dulu, ya? sekali lagi maaf karena sudah terlalu sering merepotkanmu."...
..."Iya tidak apa-apa, Selina. kamu hati-hati dijalan ya?"...
..."Mn. tolong pastikan nenekku istirahat dengan baik ya? aku akan segera kembali."...
...Sofie tiba-tiba saja masuk kedalam ruangan......
..."Selina!!!"...
..."Astaga, kak Sofie!!!"...
..."Kamu... tadi itu..."...
..."Hah? Apa?"...
..."Kamu dan Stefan?"...
..."Aku dan Stefan apa? kita tidak saling mengenal."...
..."Tidak saling mengenal? jelas jelas yang aku lihat barusan kalian sepertinya cukup dekat?" Sofie pun dibuatnya bertanya-tanya, jelas-jelas barusan dia melihat dengan mata kepalanya sendiri; Stefan dan Selina terlihat sangat dekat seperti sudah akrab...
..."Ng, maksudmu posisi berdirinya?"...
..."Bukan! bukan itu maksudku! kalian terlihat seperti sudah berteman sejak lama."...
..."Apa?! Pfft, apanya berteman? aku dan pria itu berteman? tidak! kami hanya kebetulan bertemu saja."...
..."Sofie! sudahlah! Selina sedang ada urusan diluar... jangan menahannya."...
__ADS_1
..."Oh ya? kamu mau pergi kemana?"...
..."Ng, a-aku.... aku pergi dulu ya! kak Sofie, maaf? kita bisa mengobrol lain kali, Ok?"...
Selina berusaha mengubungi Ivan beberapa kali, namun nadanya selalu sibuk; Selina termenung sendirian di lorong rumah sakit
..."Kenapa Ivan susah sekali dihubungi?bagaimana ini? apa satu-satunya cara yang tersisa adalah meminta bantuan dari kak Muel?"...
Selina takut Samuel akan meminta imbalan tidak wajar setelah dia menolongnya, Selina selalu Merahasiakannya; bahwa Samuel sering kali bertindak melecehkannya, memeluknya sesuka hati dan memaksa menciumnya, walau Selina selalu berhasil menolaknya dan lalu menghindar
Selina juga tidak merasa nyaman dengan Samuel yang bersikap terlalu blak-blakan ketika dia mengakui perasaannya yang lebih dari sekedar saudara padanya
..."Tidak! Tidak bisa! aku tidak mau sampai harus meminta bantuan darinya... tapi sekarang aku harusnya bagaimana? aku... apa aku akan coba saja meminta keringanan pada pihak rumah sakit? yang terpenting nenek bisa pulang lebih dulu, harapanku hanya itu saja."...
Selina pergi ke bagian administrasi rumah sakit, walau Selina sendiri tidak yakin akan mendapat keringanan, tetapi setidaknya dia harus mencoba cara itu
..."Permisi..."...
..."Ya nona? apa ada yang bisa kami bantu?"...
Selina menyerahkan identitasnya dan setengah uang yang harus dibayarkan kepada Staff rumah sakit, semua Staff terlihat bingung dengan tindakan Selina tersebut.
..."Ini...."...
..."Begini... saya mau meminta keringanan? tolong ijinkan nenek saya pulang lebih dulu ya? sisa kekurangan uangnya pasti akan segera saya bayarkan." pinta Selina...
..."Nona, maaf sekali... tapi, itu tidak sesuai dengan ketentuan dari rumah sakit."...
..."Ng, nona sebelumnya maaf?"...
..."Ya?"...
..."Anda akan membayar tagihan atas nama pasien siapa?"...
..."Atas nama, Dian Safira."...
..."Sebentar... Ah?! anda ini sedang bercanda ya? tagihannya sudah lunas dibayar kok."...
..."A-apa?"...
..."Sudah dibayar!"...
..."Tidak mungkin!"...
..."Tagihan pasien atas nama Dian Safira yang melakukan beberapa proses pengecekan fisik jantung sudah lunas dibayar! Anda sudah boleh membawa pasien pulang sekarang, anda tinggal mengambil obatnya ke bagian apoteker, ada disebelah sana, silahkan."...
..."Sebentar, tapi... tapi siapa yang membayarnya? yang membayar tagihan rumah sakitnya, ng... apakah seorang wanita bernama Lydia? apakah itu ibu saya yang membayar tagihan rumah sakitnya? tolong beritahu saya?"...
..."Yang membayar tagihannya... um, tunggu sebentar nona, biar saya cek datanya."...
..."Baik."...
__ADS_1
..."Ah?! disini tertulis... atas nama, Stefan Abern."...
..."Apa?!!! Ste-Stefan Abern!!! bagaimana mungkin dia! tolong cek ulang, siapa tahu ada kesalahan kan?"...
...Tiba-tiba Staff lain muncul "Eh, lagi ngomongin Stefan Abern ya?"...
..."Aku lagi tugas, pergi sana!"...
..."Sebentar! nona?"...
..."I-iya?"...
..."Anda keluarga pasien yang beruntung itu? tuan Stefan benar-benar sudah melunasi tagihannya, soalnya tadi saya sendiri yang mencatatnya, hihi. saya juga sempat diam-diam memotretnya pakai ponsel hehe, mau lihat?" Celetuk Staff lainnya...
..."Kamu serius? beneran Stefan Abern? si investor ulung itu?"...
..."Dia dari kemarin memang sudah berada dirumah sakit ini."...
..."Yang membuat seisi rumah sakit gaduh kemarin haha jadi itu benaran Stefan Abern."...
..."Iya, denger-denger dia membawa seorang wanita yang tertebak dibagian dadanya."...
..."Wanita?"...
..."Iya."...
..."Siapa? yang digosipkan sebagai tunangannya bukan?"...
..."Bukan! jelas itu beda lagi tahu! dan denger-denger sih wanita itu lagi dalam keadaan hamil."...
..."Oh astaga, Apakah pasien wanita itu pacarnya? kelihatannya sih wanita itu orang luar."...
..."Aku tidak tahu... mungkin saja gak sih?"...
..."Dia sangat-sangat tampan, memiliki wanita lebih dari satu tidak akan membuatku heran."...
..."Wanita kemarin itu lihat tidak? bagaimana wajahnya? aku sangat sial... karena tugas aku tidak bisa melihatnya... arghh!!! benar-benar mengecewakan."...
..."Sebenarnya aku tidak melihatnya dengan jelas."...
..."Ngomong-ngomong, Nona?"...
..."Ya?"...
..."Kalau boleh kami tahu? hubungan antara anda dengan tuan Stefan... itu apa ya? apa anda juga bagian dari keluarganya?"...
..."Apa?! yang benar saja kamu bertanya... kalau nona ini bagian dari keluarganya... dia tidak akan mungkin mengalami kesulitan dalam membayar tagihan rumah sakit."...
..."Tidak ada! kami memang tidak saling mengenal." Jelas Selina...
..."Apa?!" semua Staff Kontan terkejut dengan Jawaban Selina...
..."Tidak ada hubungan apapun tetapi beliau sampai membayar tagihan rumah sakit nenek anda? hatinya pasti sangat mulia dan anda sangat beruntung nona."...
__ADS_1
..."Mungkin saja... beliau tidak sengaja mendengar nona ini sedang mengeluh kesulitan dalam membayar tagihan rumah sakitnya? karena itu dia berinisiatif menolongnya."...
Selina langsung pergi meninggalkan Area Administrasi, Semua orang disana langsung bergosip dan heboh kalau sudah menyangkut Stefan Abern. apanya yang hebat, manusia memang harusnya saling menolong, mereka semua melebih-lebihkannya, sangat lucu. tetapi kenapa ya pria itu membayar tagihan rumah sakit neneknya?