Selina, Obsesiku Adalah Kamu

Selina, Obsesiku Adalah Kamu
BAB 40 Ciuman Yang Mendebarkan


__ADS_3


Begitu Stefan masuk, ia melihat Selina yang berusaha keras mengambil kunci borgolnya dengan kaki. Stefan bersumpah. siapapun yang melihat akan tergoda olehnya. kakinya yang panjang, ramping dan mulus terjulang telanjang untuk menggapai sesuatu.


..."Apakah kamu benar-benar tidak memiliki rasa bahaya?"...


Saat Selina menyadari keberadaan Stefan, ia langsung panik beringsut dan merapihkan gaunnya yang berantakan. Stefan melempar kunci borgolnya padanya. Dia menyuruh Selina cepat-cepat membukanya atau dia akan berubah pikiran.


Begitu tangannya terlepas, Selina sontak memukuli Stefan sambil bersumpah kalau dia akan menuntutnya.


..."Ini cuma permainan... Aku tidak memperkosamu."...


..."Kamu mencium ku tanpa persetujuan ku dan mengurung ku disini."...

__ADS_1


..."Bagaimana itu bisa disebut sebagai pelecehan seksual? kamu sendiri yang datang keruangan ini," Stefan mendekat padanya dan berbisik ditelinganya "Dan jangan lupa, kamu sendiri juga yang membuka mulutmu."...


...Mendengar pernyataan Stefan itu membuat mata Selina melotot. dia sangat malu. rona merah sampai terkuras jelas dari wajahnya. "Kamu! berengs*k!" dia mendorongnya dengan kesal lalu ingin pergi...


Tapi, Stefan lagi dan lagi menahan Selina untuk pergi. Dia memeluk Selina dari belakang dan membuat wajah mereka cukup berdekatan. Suasana menjadi canggung. Selina berusaha melepaskan pelukan Stefan. Tapi, Stefan tidak membiarkannya dan malah mengejek Selina yang takut untuk dekat dengannya. Selina membantah kalau dia tidak takut, hanya saja dia tidak mau berdekatan dengan cowok brengs*k seperti Stefan untuk sedetikpun.


..."Lepaskan aku!" tuntut Selina...


..."Aku akan membiarkan kamu pergi, pasti. Tapi aku ingin kamu bersenang-senang dulu seperti apa yang kamu inginkan."...


...Stefan berbisik ditelinganya. "Selina... aku benar-benar tidak suka mendapat tuduh seperti ini... tentu saja aku tidak mau rugi, jadi... sekalian saja aku wujudkan perasangka mu."...


Tangan Stefan memanjat pergelangan kakinya ke betisnya. Meraih gaunnya dan meraba-raba pahanya. Sementara bibirnya mengganggu lehernya. Seluruh tubuhnya terasa sensitif, gadis itu gemetar hebat dan ia merasakan pada panas diseluruh tubuhnya. Dia tidak bisa bergerak, seperti terjebak didalam perangkap, dia seperti mangsa yang terjebak didalam rahang binatang buas.

__ADS_1


..."Hentikan! Kumohon hentikan!" pinta Selina dengan suara sengau...


...Stefan mengigit telinganya dan berbisik padanya. "Bagaimana? kamu menyukai sensasinya, bukan?"...


..."Ukh! .....Sudah cukup! Hentikan!" pintanya lagi...


Stefan tertawa puas dan mulai menciuminya, mulutnya mensimulasi dia dengan cara yang manis dan lembut. Stefan sendiri merasakan kewarasannya pergi. dari hanya berniat menggoda, sampai benar-benar menginginkannya.


Dia menariknya lebih dekat sehingga mereka berhadap-hadapan, lalu dengan lembut menekan bagian belakangnya dan menciumnya sambil menghisap lidahnya. Selina mencoba menarik lidahnya menjauh darinya, sementara dia terus mengejar lidahnya sambil menekan dan dengan riangan menggigitnya. Stefan menikmati permainan menaklukkan mulutnya. Dia ingin terus menggoda dan menyentuhnya, Selina adalah candu baginya.


Selina akui dia terlena, tapi dia harus menghentikannya. Ditengah-tengah ciuman panas mereka, Selina mengigitnya sampai berdarah.


...Stefan yang terkejut langsung melepaskan diri darinya. Stefan mengusap darah dari bibirnya dengan jempolnya. "Ukh!" ia merasakan sedikit sakit. "Apa kamu tidak punya cara lain untuk menanganiku selain menampar dan mengigit bibir orang?"...

__ADS_1


Selina ingin memakinya, tapi dia kehabisan kata. pria didepannya ini sudah memiliki tunangan, dan belum lama ini mantan pacarnya bunuh diri karenanya, tapi dia malah mengadakan party ditempat semacam ini, berinteraksi dengan banyak wanita... bersenang-senang tanpa rasa bersalah yang membebaninya. Belum lagi, dia menargetkan Viyona, dan disaat bersamaan dia seolah-olah jatuh cinta pada Selina.



__ADS_2