Selina, Obsesiku Adalah Kamu

Selina, Obsesiku Adalah Kamu
BAB 6 Kesalahan Fatal Yang Terulang


__ADS_3


...Satu minggu kemudian......


Tepat hari ini adalah hari ulang tahun Rey yang ke-5, Jessica pada awalnya ingin membuat sebuah pesta perayaan yang meriah untuk ulang tahunnya. namun seperti yang sudah-sudah Rey selalu sangat menolak


Rey selalu meminta agar ulang tahunnya bisa diadakan secara sederhana, kali ini pun sama. dia memilih merayakan ulang tahunnya secara sederhana bersama dengan anak-anak dipanti asuhan


Jessica sangat bangga dengan cara berpikir Rey, disetiap ulang tahunnya anak itu selalu ingin berbagi kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain


Namun rasanya begitu menyedihkan ketika Jessica mulai Membandingkan-bandingkan perayaan ulang tahun Rey dan Samuel. dari tahun ketahun perayaan ulang tahun Rey selalu diadakan secara sederhana, dan itu tentu saja sangat berbeda dari perayaan ulang tahun Samuel yang selalu dirayakan secara besar-besaran. terlebih lagi, Jeffrey lah yang secara khusus mempersiapkan pesta ulang tahun meriah tersebut, dan dia akan selalu menghadirinya. sekarang dimana keberadaannya?


Jessica tidak seharusnya terlalu berharap akan kehadirannya. karena seperti yang sudah-sudah, pria itu akan selalu melupakan hari ulang tahun Rey dan setelahnya akan berdalih bahwa dirinya sangat disibukkan oleh pekerjaannya, sehingga tidak memungkinkan untuknya bisa hadir



Jessica merayakan ulang tahun Rey sesuai dengan keinginannya, secara sederhana bersama dengan anak-anak panti asuhan


Rey juga meminta Jessica untuk tidak mengundang siapapun, padahal sebelumnya Jessica sudah berniat untuk mengajak Shailene dan anak-anaknya


Dihari ulang tahunnya, Rey sama sekali tidak merengek meminta dibelikan hadiah. Alih-alih meminta hadiah ulang tahunnya, dia justru malah meminta Jessica membelikan beberapa hadiah untuk dibagikannya pada anak-anak dipanti


Rey terlihat sangat senang ketika bercengkrama dengan anak-anak panti, dia menjadi sangat aktif. Namun sayangnya hari sudah mulai gelap dan Jessica harus segera membujuknya agar mau pulang


..."Sayang, sudah cukup mainnya, sudah waktunya kita pulang. kita akan berkunjung lagi kesini nanti, Ok?"...


..."Sebentar lagi ya, mah."...


..."Sayang, mainnya dilanjut besok lagi bisakan? ayolah Rey... ini sudah sangat sore, kita pulang dulu ya?"...


Rey terlihat begitu kecewa setelah mendengarnya, dia rupanya sangat menyukai berada disekeliling anak-anak panti. Walau begitu setelah menolak beberapa kali akhirnya dia mau diajak pulang


..."Mn."...


..."Ayo, pulang."...


Namun saat diperjalanan Rey sangat diam, dan terlihat buang muka pada ibunya. Jessica sangat paham anak itu sebenarnya masih ingin bermain dengan anak-anak dipanti, tapi dia sudah menghabiskan waktu seharian bersama dengan mereka dan sekarang sudah waktunya untuk pulang


..."Rey... sayang... Kamu marah ya?"...


..."Hmph."...


...Jessica dengan sabar memberikan pengertian pada anaknya itu "Mama mengerti kamu masih ingin bermain disana bersama mereka... tapi kamu harus tahu, ibu panti disana punya aturan, sudah waktunya bagi teman-temanmu untuk istirahat."...


..."Mn."...


..."Begitu juga dengan Rey... setelah tadi main bola, main kejar-kejaran dan main bola voli, memangnya Rey belum capek? Rey juga kan perlu istirahat. kamu sudah seharian main bersama mereka, masih belum puas?"...


..."Hmph."...


..."Jangan marah. dilanjut lagi besok ya mainnya?"...


..."Janji?"...


..."Iya. besok kita kesana lagi. tadi burger, besok kita akan mengejutkan mereka lagi dengan membawa pizza, mereka pasti akan senang."...


..."Mn."...


Sejujurnya Rey sangat tidak ingin pulang, baginya rumah adalah neraka. ketika dirumah dia tidak bisa hidup dengan tenang karena selalu mendapat gangguan dari Samuel, walau begitu Rey tidak pernah berani mengadukannya pada Jessica


Samuel selalu merebut dan merusak barang-barang favoritnya. dia berperilaku Imfusif, suka memaksa dan bertindak sangat kasar. lalu dia sering kali mengatakan hal-hal yang dapat menyinggung dan meyakiti perasaan


Samuel selalu membanggakan dirinya sebagai anak kesayangan Jeffrey, dan mengatakan bahwa Rey adalah anak yang tidak diinginkan dan kelahirannya hanya menjadi sebuah penyesalan


Samuel kerap mengancamnya, dia mengatakan bahwa suatu saat nanti dirinya akan meminta haknya dan enggan berbagi. Samuel akan memastikan Rey tidak akan mendapat bagian sepersen pun dari harta kekayaan Jeffrey


Samuel sangat membenci Jessica, Karena dia menganggap Jessica adalah orang yang patut disalahkan atas kematian ibunya


Semasa hidup, ibunya selalu memberikan pesan kebencian padanya. Dia mengatakan bahwa kebahagiaan yang telah dimimpikannya selalu terhalang oleh satu orang, dia menegaskan bahwa dirinya dan Jeffrey sangatlah saling mencintai satu sama lain namun tidak pernah benar-benar bisa bersama


Samuel tahu penghalang yang dimaksud oleh ibunya adalah Jessica, jika bukan karena dia mungkin Samuel sudah memiliki keluarga yang lengkap dan bahagia persis seperti yang diinginkan dan dimimpikan ibunya. Selama ini dia kerap melihat ibunya menangis, ibunya selalu menjadi yang paling tersakiti dan menderita. sampai pada akhir hayatnya dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk benar-benar bisa bersama dengan pria yang amat dicintainya itu

__ADS_1



...Setelah sampai dirumah......


..."Ah nyonya, akhirnya anda pulang."...


..."Iya nih. Rey sangat senang disana, sampai-sampai saya kesulitan membujuknya untuk mau pulang kerumah. Ngomong-ngomong, bibi masak apa untuk makan malam kali ini?"...


..."Ng, saya belum masak nyonya... tadi sebelum berangkat ke panti nyonya kan sempat bilang nanti saja, tunggu nyonya pulang, soalnya nyonya mau dimasakin pasta?"...


..."Astaga, iya. apa Samuel sudah makan?"...


..."Sudah nyonya."...


..."Kalu begitu segera antarkan susu ke kamarnya."...


..."Mm... Nyonya itu..."...


..."Ada apa? ada yang ingin bibi sampaikan? Samuel membuat kekacauan lagi dirumah? ayo bilang saja, tidak apa-apa."...


..."Tuan baru saja mengirimkan banyak sekali hadiah. Saya tidak tahu harus meletakkannya dimana, jadi saya berinisiatif sendiri meletakkan kado kado itu diruang santai."...


..."Ah astaga... bibi ini buat saya spot jantung saja... saya pikir ada apa."...


..."Hihi. maaf nyonya. ng, kado-kadonya apa mau saya pindahkan ke kamar tuan muda kedua, nyonya?"...


..."Sudahlah tidak apa-apa bi, biar saja diruang santai."...


..."Baik nyonya."...


..."Jangan lupa antarkan susu untuk Samuel, setelah itu baru masak pasta untuk saya. Oh ya, karena Rey juga sudah makan bersama anak-anak panti sebelum pulang tadi, nanti antarkan juga susu untuknya ya? satu lagi, nanti bikin pastanya agak banyakan saja, buat bibi dan ART yang lainnya, dan jangan lupa sediakan juga dua porsi pasta untuk dua satpam didepan sana."...


..."Baik nyonya, terima kasih."...


Jeffrey rupanya mengingat ulang tahun Rey, dia mengirimkan banyak sekali hadiah untuknya. tapi itu semua bukan yang diinginkan Rey saat ini, anak itu hanya membutuhkan kehadirannya. dia ingin sekali saja merasakan bagaimana rasanya merayakan ulang tahun dengan keluarga yang lengkap, mengapa Jeffrey tidak pernah mengerti dan terpikirkan kearah sana


..."Sayang... kok malah diem saja? kamu tidak dengar apa yang barusan bibi bilang?"...


..."Mn."...


..."Mn."...


..."Rey?"...


..."Nanti saja, mah."...


..."Kenapa? kok kelihatannya kamu gak senang?"...


..."Aku capek. aku mau istirahat."...


Rey terlihat tidak gembira sama sekali setelah mengetahuinya, dia justru mengatakan jika dia akan melihatnya lain kali saja. Jessica menanyakan alasanya dan Rey hanya menjawab bahwa ini sudah waktunya untuk dia istirahat


Jessica pergi melihat hadiah-hadiah yang telah dikirim oleh Jeffrey. ternyata hadiah-hadiah tersebut tidak dimaksudkan hanya untuk Rey, karena Samuel juga ternyata mendapatkannya


Apakah tiba-tiba saja seorang Jeffrey memiliki rasa keadilan tinggi? Jessica tertawa pilu memikirkannya. mengapa disaat ulang tahun Samuel tahun lalu, dia hanya mengirimkan banyak hadiah khusus untuk Samuel dan tidak terpikirnya rasa keadilan semacam ini bagi Rey


..."Nyonya!"...


..."Kenapa bi?"...


..."Diluar ada tamu. seorang wanita, katanya kesini mencari nyonya."...


..."Oh ya? siapa?"...


..."Entahlah, saya baru pertama kali melihatnya datang bertamu kerumah ini."...


..."Saya tidak sedang ada janji dengan siapapun... teman-teman saya, biasanya kalau mau kerumah pasti telpon saya dulu buat janji."...


..."Coba saja nyonya temui dulu?"...


..."Iya pasti bi... dimana tamunya sekarang? suruh saja masuk."...

__ADS_1


..."Baik nyonya."...


..."Tolong buatkan minum untuknya ya? bilang padanya tunggu saya sebentar, saya akan menemuinya setelah berganti pakaian."...


..."Baik nyonya."...



...Beberapa saat kemudian......


..."Maaf, sudah membuat anda menunggu lama."...


"Tidak masalah, lagi pula tidak terlalu lama juga."


Jessica sama sekali tidak mengenal wanita ini, siapa dia sebenarnya? cara dia berpakaian sangat tidak senonoh. Apakah wanita ini merasa nyaman dengan gaya berpakaian yang terlihat berlebihan seperti itu? dia memamerkan segala sisi yang menonjol dari tubuhnya


Astaga, mengapa Jessica langsung mengeritik penampilan wanita ini? dia tidak mengenalnya dengan baik.


..."Syukurlah... Anda datang mencari saya?"...


..."Benar."...


..."Beneran saya? apa anda tidak salah orang?"...


..."Iya."...


..."Tapi... apa kita pernah bertemu sebelumnya?"...


..."Tidak."...


..."Oke... itu berarti... saya bisa menyimpulkan kalau kita tidak saling mengenal?"...


..."Iya."...


..."Saya jadi penasaran, maksud tujuan anda datang kerumah ini mencari saya itu untuk apa?"...


..."Ada yang ingin saya tunjukkan."...


..."Kalau begitu Silahkan?"...


Lydia sama sekali tidak memperdulikan ancaman dari Jeffrey, tekanan darinya tidak membuat seorang Lydia lantas takut. saat ini Lydia sudah membuat keputusan bahwa dirinya akan membeberkan tentang perselingkuhannya dengan Jeffrey pada Jessica


Lydia membuka tasnya, dan terlihat sedang mengambil beberapa lembar foto hasil USG bersamaan dengan surat keterangan dari dokter


Lydia menyodorkannya pada Jessica, Jessica langsung tertegun dengan ekspresi wajah datar kebingungan. dia sama sekali tidak mengerti mengapa wanita yang tidak dikenalnya ini tiba-tiba saja menyodorkan semua itu padanya? perasaannya mulai tidak enak; Lydia menyuruh Jessica untuk segera melihatnya dengan jelas


..."Maaf??? semua ini, apa maksudnya?"...


..."Agar lebih jelas lagi, kenapa anda tidak coba saja melihatnya sendiri?"...


..."Saya tahu semua ini, hasil USG kandungan? tapi yang menjadi pertanyaan saya adalah... ng, kenapa anda memperlihatkan ini semua pada saya?"...


..."Usia kandungan saya saat ini sudah memasuki 15 minggu."...


..."Lalu? apa hubungannya dengan saya?"...


..."Tidak ada! anda hanya perlu tahu saja."...


..."Tunggu dulu. apa-apaa semua ini?! anda ini sebenarnya siapa?! kita tidak saling mengenal, dan anda baru saja mengakuinya? tapi kenapa anda berani datang kerumah saya, dan menunjukkan semua ini pada saya dengan alasan hanya karena anda ingin saya tahu? kehamilan anda ini hubungannya dengan saya apa?"...


..."Tentu saja ada hubungannya..."...


..."Maaf? tapi kita tidak saling mengenal, bagaimana bisa itu ada hubungannya dengan saya?"...


..."Kalau begitu ijinkan saya memperkenalkan diri."...


..."Silahkan..."...


..."Saya Lydia."...


..."Oh?!"...

__ADS_1


..."Anda memang tidak mengenal saya. saya datang kesini hanya untuk memberitahu anda bahwa saat ini saya sedang mengandung anak dari Jeffrey Johnson. bukankah beliau adalah suami anda? saya pikir anda berhak tahu kabar baik ini."...


..."Apa!"...


__ADS_2