
..."Dhefin, Gimana? Gimana keadaan dia? Hah? dia baik-baik saja kan?"...
..."Kau ini!!! Kau bisa lebih tenang sedikit tidak? aku baru mulai memeriksanya, tapi kau terhitung sudah 5 kali menanyakan bagaimana keadaannya."...
..."Cepatlah periksa dia dengan benar!"...
..."Cih. mana bisa fokus! makanya kau tenang sedikit!"...
Stefan sudah menghubungi temannya, Dhefin Kafeel yang merupakan seorang dokter; Stefan memintanya untuk segera datang ke apartemennya guna memeriksa keadaan Selina
Dhefin sendiri adalah teman baik Stefan sejak dia kuliah diLondon. Dhefin dan Stefan memiliki lingkup pertemanan yang sama, mereka satu universitas, hanya saja mereka berbeda jurusan. setelah masing-masing mendapat gelar, Stefan memutuskan untuk mempercayakan kesehatannya pada teman baiknya itu. karena Dhefin telah mendapat lisensi kedokteran; stefan memintanya untuk menjadi dokter pribadinya
Sekarang Dhefin tengah memeriksa keadaan Selina, dan Stefan berada tepat disampingnya; bisa dilihat dengan jelas bahwa saat ini Stefan begitu cemas karena menghawatirkan kondisi Selina. Stefan merasa begitu khawatir bukan tanpa alasan, sebab terjadi perubahan warna kulit pada Selina yang menyebabkannya terlihat semakin pucat. dan pada saat Stefan menyentuh lengannya, itu terasa sangat dingin.
Dhefin melirik Stefan, pria itu terlihat sangat gelisah, cemas, dan khawatir berlebihan sampai membuatnya menjadi amat panik. Dhefin yang baru saja datang langsung ditariknya masuk kedalam apartemen, dan disuruh segera memeriksa keadaan wanita yang berada didalam kamarnya, tanpa dijelaskan terlebih dulu siapa wanita itu sebenarnya. selama pertemanan mereka, Dhefin tidak pernah sekalipun melihat Stefan sepeduli ini terhadap seorang wanita, dia selalu peduli dengan dirinya sendiri. Stefan adalah orang yang memiliki ambisi tinggi, dia adalah orang yang gila dalam hal belajar dan berkerja. Dhefin saja sampai menjulukinya Workaholic sejati
...Dhefin berdeham sebelum dia mulai menjelaskan kondisi Selina "Semuanya normal, detak jantungnya stabil, kondisinya ternyata tidak seburuk kelihatannya. Kau tidak perlu khawatir berlebihan seperti itu, Stefan. Kau bisa tenang sekarang, karena dia akan baik-baik saja dan sudah pasti akan baik-baik saja."...
..."Bagaimana caranya aku bisa tenang saat melihatnya dikondisi seperti ini? Kau sendiri bisa melihatnya kan? tone kulitnya berubah terlihat menjadi sangat pucat. dan pada saat aku memegang tangannya, tangannya itu terasa sangat dingin, Dhefin."...
..."Kejadian yang cukup langka ini bagaimana cara mengabadikannya ya? temanku yang terkenal selalu tenang ini, bisa-bisanya menjadi sangat cemas karena seorang wanita pfftt."...
..."Tutup mulutmu! Omong kosong apa yang kau bicarakan! Lebih baik jelaskan detail keadaannya!"...
..."Apa lagi? sesuai dugaan. dia mengalami hipotermia, tapi untunglah hipotermia yang dialaminya masih tergolong fase ringan, suhu tubuhnya menurun hingga 32 derajat celsius. wajar saja jika saat ini dia mengalami fisiologis, tone kulit berubah pucat dan tubuhnya menjadi sangat dingin ketika disentuh, itu memang kondisi yang sudah pasti akan dialami oleh semua orang yang terkena hipotermia, karena dia mengalami penyempitan pembuluh darah. untuk hipotermia ringan, tidak perlu penanganan medis apapun. Pakaikan saja dia selimut yang lebih tebal dari ini."...
..."Ok."...
..."Ah iya!"...
..."Ada lagi?"...
..."Masalahnya adalah Kamarmu ini... "...
..."Apa yang salah?"...
..."Kamarmu ini temperaturnya terlalu panas. Yang sangat dibutuhkan olehnya saat ini adalah kehangatan, bukan kepanasan. ini akan merusak kulitnya, jangan berlebihan. Jadi matikan saja lampu pemanasnya, sudah cukup dengan menyalakan penghangat ruangan."...
..."Ok."...
..."Dan, Ng... coba kompres dia pakai air hangat?"...
..."Akan aku lakukan."...
..."Tapi hanya dibagian leher dan dadanya saja. ingat Stefan, leher dan dadanya saja!"...
..."Baik, Aku akan mengingatnya."...
..."Nanti hindari tangan dan kakinya. Ng, perkiraanku... Dia mungkin saja akan sadar sebentar lagi... Nah, setelah dia dasar, langsung berikan dia minuman yang manis dan hangat."...
..."Oke! Apa ada yang perlu kulakukan lagi?"...
...Dhefin telihat ragu mengatakannya; tapi sudut bibirnya terlihat tersenyum "Ada."...
..."Katakan?"...
..."Mau tahu cara ekfetif menangani orang yang terkena hipotermia?"...
..."Tsk. Kenapa tiba-tiba saja perasaan ku jadi tidak enak. Tapi cepatlah katakan? apa yang bisa kulakukan untuknya?"...
..."Setubuhi dia! Gunakan dirimu sebagai obat."...
__ADS_1
Stefan dan Dhefin lantas saling memandang, tatapan mata keduanya yang tampak serius saling bertemu; Stefan tidak percaya seorang Dhefin akan menyarankan hal semacam itu, Stefan kenal baik Dhefin dan pria itu adalah orang yang berpikiran lurus
..."Cih! menggunakan diriku sendiri sebagai obat? setubuhi dia katamu?"...
..."Mn. kau bisa mencobanya!"...
..."Sialan kau Dhefin! Saranmu itu sangat-sangatlah konyol! Bagaimana bisa sebagai seorang dokter kau menyarankan aku melakukan hal yang tak senonoh seperti itu pada orang yang sedang sakit? kau dokter cab*l, otakmu mesum sekali."...
..."Dengarkan aku dulu, Aku pernah membaca sebuah artikel, ada seorang pendaki wanita yang mengalami hipotermia digunung, dan nyawanya terselamatkan karena dia disetubuhi oleh temannya sendiri."...
..."Sialan kau!"...
..."Kau tidak akan rugi sama sekali, dia sangat cantik. Cobalah pakai cara itu."...
..."Kau berani menyarankan cara yang tidak masuk akal padaku? hanya berdasarkan dari sebuah artikel yang kau baca? Dhefin, bukankah kamu ini seorang dokter berlisensi?"...
..."Ayolah, Stefan! kenapa jadi naif sekali? ini sekalian pembuktian Orientasi seksualmu, apakah kau penyuka wanita atau laki-laki pffttt."...
..."Dhefin! Aku tidak akan melakukannya! dengan niat sebaik apapun jika itu tanpa persetujuan darinya, tetap saja aku akan berakhir menjadi seorang pemerkosa."...
..."Haha sudahlah, Aku hanya bercanda denganmu. Tapi yang paling disarankan sebenarnya adalah, Skin to skin contact, kalau kamu tidak bisa mencetak gol peluklah dia semalam ini."...
..."Sialan! Sekarang kau boleh pergi!"...
..."Apa!"...
Stefan mendorong paksa tubuh Dhefin, ke arah pintu keluar dari Unit apartemennya; agar temannya itu segera pergi dan mulai memberikannya waktu untuk mengurusi Selina
..."Kau adalah teman yang tidak tahu cara berterima kasih, Stefan! Kau gay!"...
...Stefan memutar bola matanya; malas "Sialan! aku masih pria normal! aku tertarik pada wanita! Aku hanya tidak ingin melakukannya tanpa seijinnya. Dasar kau Dhefin sialan! Dokter gadungan! dokter cab*l! Enyahlah!"...
..."Stefan Abern adalah seorang gay!"...
..."Enyahlah!"...
..."Stefan buka dulu pintunya! Sebelumnya aku lupa, ada yang ingin aku bicarakan denganmu!"...
..."Tentang apa?"...
..."Angel."...
..."Hmph, Nanti saja."...
..."Ayolah, buka dulu pintunya?"...
..."Enyahlah Dhefin! atau aku akan menelpon security untuk mengusirmu!...
..."Sialan kau Stefan! aku sudah membantumu, bahkan mengatakan Terima kasih pun kau tidak! Sekarang malah ingin memanggil security untuk mengusirku? kau sungguh keterlaluan! aku tidak akan membantumu lagi!"...
..."Kau dibayar untuk itu! pergilah Dhefin! aku perlu fokus mengurusi wanita ini."...
..."Benar-benar! setelah ada wanita kau lupa dengan teman! habis manis sepah dibuang! Stefan! buka pintunya dan dengarkan aku dulu."...
░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░
✾CAST HEART OF STONE✾
➷
➷
➷
__ADS_1
➷
➷
1. James Woodley
2. Shailene Woodley
3. Jeffrey Johnson
4. Jessica Hills
5. Kamila Corliss
6. Lydia Marizta Johnson
7. Rey Stefano Johnson/Stefan Abern
8. Selina Shafinaz
9. Samuel Eugenius Johnson
10. Alisya Woodley
11. Haiden Woodley
12. Viyona Riverra Johnson
13. Ivan Pratama
14. Justin Luis
15. Dhefin Kafeel
__ADS_1
16. Hans Luter