Selina, Obsesiku Adalah Kamu

Selina, Obsesiku Adalah Kamu
BAB 29 Diperdaya


__ADS_3


Setelah menyelesaikan rapat dengan Inc Ffon Technology sebuah perusahaan Smartphone terbesar di Turki, yang mengajukan kerja sama dengan perusahaannya, Forex Enterprise. kini Stefan telah kembali keruangan kerjanya, masih membawa ekspresi kesalnya.


Merk Ffon sudah menjadi raja Smartphone dengan penjualan tertinggi sejak tahun 2008 sejak mereka mengeluarkan seri pertama mereka yang begitu unggul dari pada yang lainnya.


Namun telah terjadi penurunan yang cukup parah dalam pemasaran ditahun 2020 karena berhasil disusul oleh saingannya. mereka kekurangan dana dalam jumlah besar, dan berharap perusahaan Stefan dapat bergabung dalam perusahaan mereka dengan menyuntikkan sejumlah dana untuk melakukan pemasaran yang lebih luas. namun Stefan menolak mentah-mentah, setelah melihat desain dan Spesifikasi yang dibuat cukup mirip dengan saingan dari merk Smartphone Ffon itu sendiri.


..."Aku sama sekali tidak melihat perbedaan signifikan dari Smartphone itu dengan yang dimiliki saingannya. entah secara sadar atau tidak, mereka benar-benar telah melakukan plagiarisme. tidakkah mereka berpikir untuk membuat sebuah inovasi baru!" Stefan berdecak kesal "Cih! mereka bisa saja membuat desain yang berbeda, atau minimal merubah spesifikasinya sedikit lebih unggul. apakah mereka telah kehabisan ide? sampai-sampai berani melakukan plagiat? benar-benar tidak tahu malu. " ujar Stefan, kesal...


..."Ehm. Anda menolak ajakan kerja dari mereka, itu sudah menjadi keputusan yang paling benar."...


..."Sekelompok egoisme itu mencoba membodohi ku. ingin aku menyuntikkan dana dalam jumlah besar, sampai mencapai puluhan milliar? shhh tapi tanpa memperhitungkan terlebih dulu berapa keuntungan yang akan aku dapat, atau apa yang akan aku dapatkan dalam kesepakatan kerja sama itu? tsk. mereka tidak membicarakannya sama sekali saat rapat tadi, sangat jelas hanya mengutamakan pencapaian omset yang harus mereka capai. Aih! hampir dua jam waktuku yang berharga terbuang sia-sia hanya untuk mendengarkan omong kosong dari mulut besar mereka."...

__ADS_1


..."Tuan, bagian HRD sudah mendata beberapa resume pegawai baru. mereka sedang menunggu instruksi dari anda."...


..."Hans, apa masalah seperti itu juga harus aku yang urus? biarkan bagian personalia yang mengurusnya. kau, sana pergi buatkan kopi."...


..."Huft. Baiklah." Hans yang hendak pergi membuatkan kopi tertahan karena teringat sesuatu "Oh ya, tuan! tadi saat anda sedang rapat, tuan Dhefin menghubungi saya. pihak rumah sakit citra kasih menghubunginya karena sulit menghubungi anda. mhh, sepertinya mengenai kondisi nona Angel? tuan Dhefin berpesan setelah selesai rapat anda harus segera kerumah sakit, karena beliau kebetulan sedang tidak bisa, beliau sedang berada diluar kota sekarang." Jelas Hans...


..."Aku akan kerumah sakit sekarang. sekertaris Hans tolong bantu susun laporan keuangan. dan pantau terus saham Amerika, karena bisa jadi kita bisa melakukan Average down. dan satu lagi, aku ingin mengadakan birthday party di Deville Club malam ini. sekertaris Hans tolong atur untukku ya."...



Bahkan Stefan secara khusus sampai memanggil psikolog guna memeriksa kesehatan mental Angel. pasca kehilangan bayinya dan mengalami kejadian traumatis, Angel sepertinya mengalami depresi berat. wanita itu terus menangis sepanjang hari, dia tidak bicara dan tidak mau makan atau pun minum. keluarganya di London tidak lagi memperdulikannya, reaksinya biasa saja setelah mengetahui Angel mengalami kejadian memilukan. karena menurut mereka itu akibat dari pilihannya sendiri. konsekuensinya haruslah Angel yang menanggungnya sendirian. mereka mengatakan dengan tegas bahwa mereka tidak ingin lagi terlibat dengannya, semenjak Angel sendiri memutuskan meninggalkan keluarganya demi tinggal bersama sang kekasih dinegaranya.


Stefan merasa memiliki tanggung jawab. Justin adalah temannya, dan Angel tidak akan dalam kondisi seperti ini kalau bukan karena Justin. Angel tidak punya apa-apa dan dia tidak memiliki kenalan lain dinegara ini selain dirinya dan Dhefin. Stefan tidak mungkin tega tutup mata dan pura pura tidak tahu akan masalah yang menimpa Angel. walau Justin teman baiknya, tetapi saat dia melakukan kesalahan, maka dia akan tetap bersalah dimatanya. Stefan tidak akan pernah mencoba melindunginya.

__ADS_1


Sesampainya dirumah sakit. saat Stefan hendak memarkirkan mobilnya, ada yang menarik perhatiannya, secara tidak sengaja dia melihat seorang wanita yang gerak-gerik terlihat begitu mencurigakan.


Wanita itu perpenampilan sangat tertutup. dan ya, gerak-geriknya cukup aneh dan terlihat seperti orang yang sedang gelisah setelah melakukan dosa besar. tak lama, Stefan melihat dari kejauhan beberapa pengawal berseragam serba hitam berlarian menyusul wanita itu. mata Stefan menyipit, 'kalau tidak salah itu adalah bodyguard dari keluarga Luis.' Setelah mengamatinya, dari postur tubuhnya, seharusnya wanita itu adalah Sarita Luis. Ibu dari Justin.


Wanita itu meninggalkan rumah sakit memakai mobil utama dan langsung disusul oleh dua mobil lain dibelakangnya. Stefan keluar dari mobil, menjadi sangat panik. dengan tergesa-gesa dia bergegas ke ruang rawat Angel saat itu juga. 'Apa yang dilakukan wanita itu dirumah sakit? Angel berada disini. apa mungkin wanita itu melakukan suatu padanya untuk membungkamnya.' pikiran Stefan menjadi kacau balau


Rupanya Sarita sudah mengetahui masalah yang menimpa anaknya. dan setelah mengetahuinya, tentu saja sebagai ibu Sarita tidak tinggal diam. dia bergerak duluan menggunakan uang dan kekuasaan untuk menghancurkan segala bukti agar anak kebanggaannya itu terlepas dari jeratan hukum. masih merasa tak tenang, karena wanita yang terlibat konflik dengan anaknya masih hidup, Sarita akhirnya mencari tahu keberadaannya. dan setelah tahu Angel berada dirumah sakit Citra Kasih, Sarita langsung bergegas mendatanginya. dia tidak pergi sendirian, dia bersama orang-orangnya yang membantunya mengamankan situasi.


Entah Sarita adalah manusia atau setan. dia seperti seorang psikopat. tanpa ada rasa bersalah sedikit pun, dengan kejamnya Sarita menyuruh Angel bunuh diri, agar membuat anaknya benar-benar berada dalam posisi aman.


Padahal, Angel dengan lapang dada mengatakan, 'bahwa dia tidak akan menuntut Justin.' hati dan pikirannya sudah terselimuti oleh cinta yang buta. wanita itu hanya sangat mencintai Justin, dia bahkan berharap kembali padanya setelah semua yang terjadi. namun Sarita kurang puas dengan pernyataannya, dia terus menuntut Angel untuk bunuh diri. Sarita mengatakan 'Jika Angel sangat mencintai anaknya, maka dia harus lenyap'


Sarita menekan wanita yang mengalami depresi berat pasca keguguran dan mengalami hal yang traumatik. wanita itu saat ini sangat lemah dan mudah diperdaya. karena begitu mencintai Justin, Angel pada akhirnya menuruti kemauan gila ibunya. mencintai baginya tidak harus berada disampingnya, memberikannya rasa aman dan kedamaian dalam hidupnya sudah cukup. Angel berpikir akan menunggu Justin bersama anaknya dikehidupan selanjutnya, kehidupan yang kekal.

__ADS_1


Stefan terlambat. dia sudah melihat Angel yang berusaha menjatuhkan dirinya dari lantai atas. namun apa yang bisa dia perbuat? dia tidak mungkin berlari layaknya spiderman melewati dinding-dinding rumah sakit yang tinggi. sebelum itu dia harus menuju lift untuk sampai ke lantai atas. semua orang yang berada dibawahnya, tidak ada yang sadar bahwa ada sorang wanita yang berusaha menjatuhkan dirinya. Angel berada diruang VVIP, ruang itu sangat damai, tidak banyak pasien yang beruntung mendapat perawatan diruangan tersebut. dan saat ini bukan jamnya dokter dan perawat melakukan pengecekan kesehatan, Angel benar-benar tidak sedang dalam pengawasan.


__ADS_2