
..."Tuan..."...
Selina baru saja ingin meyakinkan dan menegaskan padanya bahwa mereka benar-benar belum pernah bertemu sebelumnya, namun suara dering ponsel keburu menghalau niatnya
..."Tunggu sebentar!" katanya...
..."Hufft."...
Stefan menerima telpon dari seseorang, awalnya biasa saja, namun tak lama entah kenapa ada perubahan nada bicara sampai ekspresi. dari nada bicaranya dia terdengar sangat marah dan panik, lalu wajahnya berubah seketika dipenuhi oleh kecemasan.
..."Minggir!" pintanya ketus...
..."Hah???"...
..."Tidak dengar? sana geser sedikit! kamu menghalangi pintu masuk ke mobilku." jelasnya...
Selina kontan dilanda oleh rasa malu, namun sekaligus juga merasa begitu kesal. Itu benar, Selina memang berdiri menghalangi pintu masuk ke mobilnya. walau begitu, tidak bisakah pria dihadapannya ini memintanya menyingkir dengan nada bicara yang sedikit lebih baik? kenapa nada bicaranya ketus sekali?
..."Oh... Ok!"...
Selina baru saja ingin sedikit bergeser dari posisi sebelumnya, namun Stefan si pria tidak sabaran itu malah membantunya bergeser dengan mendorong pundaknya. dan setelahnya pun tanpa meminta maaf terlebih dulu, Stefan yang terlihat sedang sangat panik itu langsung buru-buru masuk kedalam mobilnya dan pergi melajukannya begitu saja
..."Menyebalkan sekali! Apa-apaan sih itu cowok! gak jelas! dasar cowok gila!"...
Selina sampai dibuatnya ternganga, tapi yasudahlah masa bodo. toh, memang itu kok yang diharapkannya. Stefan dan mobilnya itu segera pergi agar dia dapat mengambil kembali uangnya
..."Memangnya dia tidak bisa santai sedikit apa?!hufft. sudahlah."...
Selina terlihat senang karena dapat mengambil uangnya kembali, dia mulai membungkukkan tubuhnya untuk meraih uang koin berharganya itu. namun dering ponselnya tiba-tiba saja berbunyi, Selina menghela nafas panjang. dan bodohnya setelah mendengarnya sekali gadis itu langsung sigap menerima panggilan masuk itu; ketimbang dia terlebih dulu mengambil uangnya
Selina lantas menerima telpon masuk yang ternyata dari adik tirinya, Viyona.
[ “Hallo?” ]
^^^[ “Ini aku.” ]^^^
[ “Mn.” ]
^^^[ ”Selina, dimana kamu sekarang?” ]^^^
[ “Ada apa? tumben sekali kamu menelponku dan menanyakan keberadaanku?” ]
^^^[ “Heh, katakan masih dimana kamu sekarang? cepatan pulang!” ]^^^
[ “Ini aku lagi dijalan... dijalan menuju pulang” ]
^^^[ “Bagus! Cepatan! nenek jatuh tuh ke kolam, nyusahin semua orang rumah tahu!” ]^^^
[ “A-apa?! apa Viyona? nenek... nenek jatuh ke kolam?” ]
^^^[ “Iya! makanya cepatan pulang!” ]^^^
[ “Kenapa bisa?” ]
^^^[ “Tidak tahu! cepatlah pulang saja!” ]^^^
[ “I-iya, iya aku pulang sekarang.” ]
Setelah mendengarnya Selina menjadi kian panik, dia bahkan telah melupakan tujuan penting utamanya. Seharusnya kan dia pergi ke apotek membeli obat lambung untuk neneknya, Dan satu uang koin yang sangat berharga baginya itu pun pada akhirnya benar-benar terlupakan olehnya
Ditempat lain, Stefan ternyata pergi dengan panik hanya untuk menemui kekasih dari temannya, Angel.
Angel adalah kekasih dari Justin teman baik Stefan saat dia berkuliah di London, karena mereka sama-sama berasal dari Indonesia.
Singkat cerita, Justin dan Angel telah berpacaran kurang lebih sekitar empat tahun. Mereka adalah couple yang bisa dibilang sempurna. mereka selalu terlihat kompak dan saling mendukung satu sama lain dan mereka juga sering kali memperlihatkan keharmonis mereka disetiap waktu.
Namun setelah Justin tahu Angel tengah berbadan dua, sikapnya Justru malah berubah total padanya. Anugrah tuhan yang seharusnya semakin mempererat hubungan mereka malah berbalik menjadi ancaman akan kemungkinan kadasnya hubungan percintaan mereka.
Angel yang memiliki ekspetasi tinggi di otaknya memberi tahu Justin dengan sangat gembira bahwa mereka akan segera menjadi orang-tua, Justin sangat terkejut.
Besoknya, Justin tiba-tiba saja menyuruh Angel mengaborsi anak itu. Angel kontan terkejut, jadi Justin tidak menginginkan bayinya? sangat jauh dari ekspetasinya, Angel pikir Justin akan sangat senang mendengar kabar baik ini
Setelah diingat-ingat kembali saat Angel memberitahukan kehamilannya, Justin hanya sangat terkejut namun dia tidak terlihat senang mendengarnya, tapi kenapa?
Angel menolak mengaborsi bayinya dan dia bersikeras ingin melahirkannya kedunia karena itu adalah buah cinta mereka. Justin sangat kesal dengan sikap tidak penurut Angel.
Karena terus-menerus mendapat penolakan, Justin menujukan sisi lain dari dirinya yang Angel tidak pernah ketahui sebelumnya. ternyata dia adalah sosok pria yang mudah tersulut oleh emosi, keperibadiannya sangat keras, kasar dan kejam.
Hilang kesabaran Justin menodongkan sebuah pistol ke arah Angel, tujuan Justin sebenarnya hanya untuk menggertaknya saja agar perempuan itu mau menuruti perkataannya
Namun rupanya Angel berupaya melawan dan tetap gigih dengan pendirinya yang ingin mempertahankan bayinya. lagi pula Angel tahu seorang Justin tidak mungkin berani membunuh
Dibalik itu semua, Justin ternyata memiliki alasan tersendiri mengapa dirinya tidak menginginkan bayinya itu. Jelas bukan karena dia tidak mencintai Angel.
Tekanan dari keluarganya sangat keras, Justin berasal dari keluarga yang berpolitik. Ayahnya adalah seorang kritikus yang kini sedang mencalonkan diri menjadi memimpin suatu negara, sudah pasti karena itu keluarga mereka mendapat banyak sorotan dari khalayak.
Sering kali Justin diperingatkan untuk tidak membuat masalah, karena Ayahnya sedang berusaha menarik simpati publik.
Dia akan menikahi Angel suatu saat nanti, tidak sekarang, terlebih dengan kondisi Angel yang sudah berbadan dua. Justin tidak ingin menghancurkan segala usaha Ayahnya yang telah bersusah-payah membangun Imange keluarga yang baik hanya karena suatu kecerobohan dan kebodohannya itu. memiliki anak diluar nikah adalah hal yang tabu di negaranya.
Awalnya hanya berniat menggertaknya saja, Namun karena terus-menerus terjadi adu mulut antara Angel dan Justin, yang sampai pada akhirnya membuat seorang Justin benar-benar tersulut emosi dan dia sudah berada dibatas puncak kesabarannya. Justin kelepasan membidikkan pistolnya kearah Angel tepat didada perempuan itu
Setelahnya, bukannya langsung bertindak menolong Justin justru malah melarikan diri ketakutan dengan segala bentuk penyesalannya.
Angel sangat putus asa, dia tidak memiliki siapapun dinegara ini selain Justin. dia berasal dari London namun memilih ikut tinggal bersama kekasihnya
Suara tembakan jelas bergema, Namun tidak ada seorang pun yang berlari menolongnya. Angel berusaha meraih ponselnya, satu-satunya orang yang terlintas dipikirannya saat ini adalah Stefan. ketika Justin memperkenalkannya pada Stefan, Angel memiliki kesan yang sangat baik terhadapnya, dia adalah seorang pria yang sangat ramah
__ADS_1
Sesampainya didepan rumah, Selina yang begitu panik karena khawatir langsung berlari masuk kedalam rumahnya. Selina masih diizinkan tinggal dikediaman Jeffrey Johnson, namun dia dan neneknya ditempatkan dipaviliun belakang rumah utama bersama dengan para ART lainnya
Selina mendapati adik tirinya yang sedang duduk santai ditepi kolam renang, dia terlihat sedang menikmati segelas Wine ditangannya.
..."Viyona? kamu ini lagi lagi..."...
...Viyona sontak menoleh. "Apa?!" jawabnya ketus...
..."Jangan minum lagi, Ok?" Selina merebut gelas wine itu dari tangannya "Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol. ini tidak akan baik bagi kesehatanmu."...
Viyona menghela nafas panjang, gadis itu terlihat beranjak dari kursinya. Selina pasti akan mulai Menceramahinya lagi, Viyona benar-benar sudah muak mendengarnya. lebih baik dia menghindarinya saja.
..."No too the Rak! NORAK!" sindir Viyona...
Selina ingin mengejarnya, dan memberinya sebuah menasehat baik. Namun tiba-tiba saja dia teringat kembali dengan kondisi neneknya.
..."Oh Astagaaa! Nenek!"...
Saat Selina datang, ternyata Dian sudah sadarkan diri. Yang patut Selina syukuri adalah adanya dua orang pembantu baik hati yang mau membantunya menjaga dan menemani neneknya sementara dirinya sedang tidak ada.
..."Ah! Selina... akhirnya kamu pulang juga."...
..."Bibi Ana, Kak Sofie, Syukurlah ada kalian... terima kasih banyak ya? kalian sudah mau menjaga nenekku sementara aku gak ada."...
..."Tuh kan... kami pernah bilang apa padamu? jangan terlalu sungkan pada kami Selina, dan lagian nenek kamu ini sudah seperti ibu bagi kami."...
..."Aku sangat terharu... kalian baik sekali, maaf ya... aku selalu merepotkan kalian?"...
..."Kami sama sekali tidak merasa direpotkan, Selina."...
..."Terima kasih..."...
..."Iya... sudah-sudah jangan bilang Terima kasih mulu ah."...
..."Ngomong-ngomong, kenapa nenek bisa jatuh ke kolam?" tanya Selina...
..."Tentu saja karena ulah adikmu, siapa lagi."...
..."Viyona?!"...
..."Memangnya kamu punya adik lain selain dia?"...
..."Apa yang telah dilakukannya? sampai membuat nenek jatuh ke kola?"...
..."Soal itu..."...
..."Jangan bilang, Viyona dengan sengaja mendorong nenek?"...
..."Ah bukan! bukan! kejadian tidak seperti itu..."...
..."Jadi, adikmu Viyona... dia menyuruh nenekmu mengambil ranting pohon yang jatuh kekolam, katanya sih merusak pemandangannya."...
..."Apa?!"...
..."Viyona ini!!! anak itu benar-benar ya!!! bisa-bisanya dia menyuruh orang yang lebih tua untuk melakukan hal seperti itu!!!"...
Selina ingin sekali pergi memarahi adik tirinya itu; bisa-bisanya dia menyuruh nenek yang sudah sangat tua ini melakukan perkerjaan yang dapat mencelakainya, Namun sayangnya Dian menahannya.
..."Selina!"...
..."Nek?! bagaimana perasaan nenek? apa ada yang merasa tidak enak? bilang padaku... Bibi Ana, kak Sofie... apa sebaiknya kita bawa saja nenek kerumah sakit?"...
..."Uhuk... uhuk... tidak perlu! nenek baik-baik saja."...
..."Nenek yakin?"...
..."Iya sayang, tidak apa-apa... nenek baik-baik saja. Selina?"...
..."Iya? nenek butuh apa? mau minum?"...
..."Tidak. Selina, sudahlah nak... jangan marah pada Viyona ya? ini juga bukan sepenuhnya salahnya, ada salah nenek juga... karena nenek yang tidak hati-hati saat jalan dipinggir kolam. jadi nenek mohon padamu, jangan salahkan Viyona sepenuhnya dalam kejadian ini ya? dan kamu tidak usah pergi mengomelinya, Ok?"...
..."Tsk. Lagi? lagi dan lagi? kenapa nenek selalu melindunginya dari kesalahan? nek, jelas-jelas kali ini Viyona yang salah... dia tidak seharusnya menyuruh orang yang lebih tua sepertimu... karena pertama itu tidak sopan, dan kedua dia seharusnya sudah tahu disana itu licin dan berbahaya untukmu, kenapa Viyona mengabaikan segalanya? kenapa dia tidak berpikir sampai kesana? dia sudah keterlaluan!"...
Dian tiba-tiba saja sesak nafas, dan semuanya menjadi sangat panik karenanya.
..."Nek?"...
..."Nenek?"...
..."Apa yang terjadi?"...
..."Selina, ini sudah gawat! sebaiknya nenek segera dibawa kerumah sakit." Saran Ana...
..."Apa?! kalau begitu ayo!"...
Walau Dian sangat menolak, Selina yang merasa begitu khawatir bersikeras membawanya kerumah sakit.
..."Ugh!"...
..."Kenapa kak?"...
..."Ibu tirimu itu memang ratu tega! dia sudah tidak memiliki hati nurani! pelitnya minta ampun! padahal kan buat kebutuhan ibunya sendiri ya? astaga..." Ujar Sofie memprotes Lydia yang tidak mengijinkan Selina meminjam salah satu mobilnya untuk membawa Dian kerumah sakit...
..."Ssttt! Kak Sofie..." Selina menyuruh Sofie berhenti mengkritik; Selina hanya takut Dian mendengarnya dan tersinggung, Walau bagaimana pun kan Lydia adalah anaknya...
..."Apa? kenapa?"...
..."Jangan sampai nenek mendengarnya..."...
__ADS_1
..."Selina, memang kamu tidak kesel ya?"...
..."Kak Sofie... please... tidak usah bahas itu dulu ya?"...
..."Hufft!"...
Selina menggeleng dan memohon agar Sofie berhenti mengkritik Lydia didepan ibunya; Sofie menghela nafas panjang mengiyakan keinginan Selina itu, walau sebenarnya dia masih terlihat begitu kesal dan memeiliki keinginan mengomel, Sofie hanya tidak menyangka akan ada anak seperti Lydia. ibunya sedang sakit dia tidak perduli sama sekali, ada satu anaknya yang memperdulikan ibunya dia malah mempersulit
Seharusnya dari rumah ke rumah sakit hanya memakan wakatu sekitar 15 menit, namun karena bertepatan dengan sebagaian orang yang pulang bekerja menyebabkan terjadinya kemacetan dilampu merah.
Selina menoleh keluar Jendela, dia kontan terkejut melihat papan reklame wajah pria songong yang baru saja ditemuinya didepan mini market tadi sore.
..."Eh? dia ini kan...."...
Selina terbelalak memastikan kembali penglihatannya, Jadi pria menyebalkan yang bertemu dengannya didepan mini market itu adalah Stefan Abern? CEO muda yang terkenal sangat hebat dalam memonopoli investasi itu
...Sofie yang menyadari keterkejutan Selina latas bertanya "Sel, Selina?"...
..."Mn."...
..."Apa yang sedang kamu lihat? sampai-sampai aku melihat bola matamu hampir mau keluar pfftt."...
..."Tidak ada."...
...Setelah beberapa saat dia baru menyadari apa yang sedang Selina lihat "Ah, rupanya kamu terpesona ya melihat papan reklame Stefan Abern?" Tanya Sofie dengan nada menggoda; sedangkan Selina hanya menyeringai tidak paham...
..."Cih. terpesona? tidak tuh!"...
Lampu lalulintas sudah terlihat hijau, namun ada yang aneh. semua mobil tidak ada yang bergerak, rupanya ada yang menghalangi didepan sana. hampir semua mobil menyembunyikan klaksonnya
..."Eh, kenapa nih? kok semua mobil pada gak jalan gini? itu kan lampu lalulintas nya sudah hijau? ada apa ya didepan sana? apa terjadi kecelakaan lalulintas? hei Selina, sebenernya ini kenapa ya? Arghh! aku benar-benar dibuat penasaran!"...
Karena mobil didepan tidak kunjung melajukan mobilnya, dan diarah lainnya juga sedang terjadi kemacetan. Seorang pria keluar dari mobil hitam Lamborghini Spydernya terlihat sangat emosi mendatangi sebuah mobil yang berada tepat didepannya menghalangi jalannya
Ternyata pria itu tak lain adalah Stefan; dia mengetuk kaca si pengemudi mobil yang menyebalkan itu. Rupanya terjadi pertengkaran antara si pengemudi dengan kekasihnya.
..."Pak Tolong segera lajukan mobil anda, lihat kebelakang... anda ini menyebabkan kemacetan." kesal Stefan...
Pengemudi itu rupanya menghiraukan ucapan Stefan, dia malah terus adu mulut dengan kekasihnya. Stefan dibuatnya tersulut emosi, padahal ini menyangkut nyawa seseorang. Stefan sedang dalam perjalanan membawa Angel kerumah sakit.
Entah kenapa semua orang berbondong-bondong keluar dari mobilnya, mereka mengeluarkan ponsel mereka hanya untuk memotret seorang pria yang sedang terlihat tersulut emosi itu
..."Ya tuhan! Selina, aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat!"...
..."Kak Sofie kamu bisa sekali saja tidak pecicilan? memangnya siapa yang kamu lihat? sudahlah sini, duduklah yang benar."...
..."Itu... kamu harus lihat!"...
..."Tidak tertarik!"...
..."Hei Selina... kamu harua melihatnya sendiri baru tahu?"...
..."Aku sama sekali tidak tertarik!"...
..."Lihat dulu... bukankah itu Stefan Abern? Astaga... dia lebih tampan daripada saat aku melihatnya ditelevisi..." Sofie dengan semangat ikut keluar...
..."Oh."...
..."Aku mau turun dan melihatnya lebih dekat."...
..."Hei kak Sofie! hei kak! jangan! Astagaaa!"...
Stefan sudah sangat kesal terlebih lagi dia dibuat risih oleh orang-orang yang memotretnya. Stefan masuk kembali ke mobilnya; tidak ada cara lain selain dirinya harus menabarakan mobilnya dengan mobil didepannya itu, Stefan tidak perduli mobil bagian depannya rusak. Namun pengendara mobil didepan itu keluar dan langsung marah-marah pada Stefan karena dia telah merusak bagian belakang mobilnya
Stefan akhirnya bisa melajukan mobilnya, dan dia sama sekali tidak perduli dengan kemarahan si pemilik mobil yang dia tabrak. Stefan membuka kaca mobilnya dan melemparkan sebuah kartu nama padanya, dan si pengendara mobil itu pun diam membeku.
Semua orang yang melihatnya gaduh mempermasalahkan harga mobil Stefan, yang memang sudah diketahui oleh banyak orang bahwa Lamborghini adalah mobil yang terbilang sangat mahal. terlebih lagi mobil Stefan yang harganya mungkin diatas 15 miliar
Namun pria itu bertindak seperti orang gila, menabrakkan nya begitu saja. walau bukan tanpa alasan sih. Angel sudah banyak kehilangan darah, jika dia tidak secepatnya mendapatkan penanganan medis nyawanya akan terancam.
Stefan berpikir; Dia bisa membeli mobil baru menggunkan uang, berbeda halnya dengan nyawa seseorang yang tidak bisa dibeli menggunakan uang.
Sesampainya dirumah sakit, Angel yang masih sadarkan diri terus memohon pada pihak medis agar bayinya dapat diselamatkan.
..."Please, help me. Please save my baby."...
..."We will try our best to save you and your baby!"...
..."Dokter tolong lakukan yang terbaik, tolong Selamatkan teman saya." Ucap Stefan memohon...
..."Tuan Stefan, anda tidak perlu khawatir. kami dari tim medis sudah pasti akan melakukan yang terbaik, dengan semampu kami... kami akan berusaha untuk menyelamatkan keduanya."...
..."Terima kasih."...
Ditempat lain, Rupanya Dian terkena serangan jatung ringan. Dia perlu dirawat setidaknya semalam dirumah sakit, karena Dian masih memerlukan pantauan lebih lanjut terkaiat penyakit jantungnya oleh dokter
Sebenarnya Selina kurang nyaman berada dirumah sakit ini; rumah sakit yang telah merenggut nyawa teman terbaiknya, Rey.
..."Sel? Selina? Hei?"...
..."Ya? kenapa kenapa kak?'...
...Melihat Selina murung, Sofie menjadi begitu cemas dan akhirnya dia mencoba bertanya padanya "Kamu yang kenapa? aku lihat kamu melamun terus dari tadi..." tanyanya...
Selina menggeleng; Gadis itu hanya sedang merindukan teman terbaiknya. ketika Selina tahu Rey tidak selamat dari kebakaran itu, Selina sangat terpukul. Dia sampai berbulan-bulan lamanya menangisi kepergian Rey.
..."Selina, aku sangat mengerti kekhawatiranmu. aku yakin kok. nenekmu pasti akan segera pulih seperti sediakala. beliau kan orang yang sangat luar biasa kuat." Ucap Sofie menenangkan...
..."Iya kak Sofie."...
..."Sekarang kita sama-sama berdoa dari sini, ya? jangan melamun sendirian terus, aku khawatir kamu kerasukan."...
__ADS_1
..."Pfft."...