
Setelah melihat jam sudah waktunya untuk makan siang , axel langsung mengajak ziona untuk pergi ke kafee tempat dia akan meeting nantinya .
Tak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat tujuan mereka , karena jarak kafee dengan kantor axel hanya sekitar 15 menit jika naik mobil .
Sampai di parkiran axel bergegas turun dan membuka pintu mobil untuk ziona .
" pak ....!" panggil ziona dan langsung di potong oleh axel .
" udah aku bilangkan ,! kalau kita lagi berdua dan bukan di kantor atau di depan mitra kerja , kamu harus panggil aku apa .?" tanya axel sedikit kesal karena ziona masih saja memanggil dia dengan sebutan pak .
" heheheheheh .! maaf kak lupa.!" kata ziona cengengesan ,
" awas aja kalau lain kali lupa lagi .! akan aku beri hukuman kamu .!" kata axel mengancam.
ziona yang mendengarnya hanya bisa diam seribu bahasa tak berani jawab apa lagi membantah .
Setelah memilih tempat duduk yang pas axel meminta ziona untuk langsung memesan makanan nya ." udah di sini aja kita duduknya.!" kata axel setelah melihat - lihat dari tadi akhirnya jatuh pada kursi yang berada di dekat jendela .
Seperti biasa ziona akan memesan makanan untuk sendiri dan juga untuk axel , karena setelah ziona menjadi asprinya axel selalu bergantung pada ziona baik itu urusan penampilan ataupun tentang makanan .
Awalnya ziona enggan melakukan semuanya karena menurutnya itu sudah seperti tugas seorang istri bukan lagi aspri , tapi selalu bisa mencari alasan apapun yang bisa membuat ziona mau melakukannya .
Ziona yang sudah tau dan biasa dengan semuanya tanpa harus bertanya lagi pada axel dia langsung memesan makanan .
" mbak yang ini dua .!" kata ziona sambil menunjukkan menu yang di maksud ," untuk minuman nya jus jeruk satu sama alpokat ya mbak.?" sambung ziona , dan hanya di jawab dengan anggukan saja oleh pelayannya .
" air putih mbak 2 gelas .!" kata axel sebelum pelayannya berlalu ,
" makan itu harus minum dengan air putih lexa .! jangan hanya jus , perbanyak tu minum air putih biar nggak kayak orang hidrasi gitu .!" sambung axel lagi sambil menatap wajah ziona yang sedikit pucat .
" ngomong hidrasi kenapa lihatnya ke aku sih kak.?" tanya ziona tak setuju.
" nah ini coba liat .!" kata axel sambil memberikan handphonenya pada ziona.
" ini bukan hidrasi kak tapi aku lupa ngolesin cream bibir kak.!" kata ziona menjelaskan .
Baru saja axel ingin membuka mulutnya pesanan mereka sudah sampai ,
" silahkan dinikmati mbak masnya .!" kata pelayannya.
" iya mas terima kasih.!" jawab ziona dengan sedikit senyuman.
Axel yang melihat ziona yang sedang tersenyum pada pelayan langsung merasa geram .
" ngapain kamu senyum - senyum sama laki ganjen gitu.!" kata axel kesal namun dia tetap memperlihatkan wajah datarnya walau hatinya sangat kesal dengan semua itu .
__ADS_1
" apaan sih kak siapa yang ganjen coba .? senyum itu sedekah kak .!" kata ziona protes karena dia tidak menerima kalau axel ngomong kalau dia ganjen atau apa gitu .
Axel hanya diam tak menjawab atau merespon omongan ziona ,
" kakak cemburu yaaa.?" tanya ziona meledek , dan mendapat tatapan yang tajam dari axel.
" apaaa .? kamu bilang aku cemburu .? sama siapa .? sama kamu gitu .? nggak mungkin ya.?" kata axel mengelak padahal hati kecilnya mungkin sudah di isi dengan ziona .
Mendengar kata nggak mungkin dari axel sedikit terasa sesak di dada ziona mungkin ini yang namanya cinta tak harus memiliki .
Ziona yang telah lama mencintai axel dia memilih untuk menyimpan sendiri rasa cintanya , karena dia merasa takut saat dia ungkapkan cintanya maka axel akan meninggalkannya karna tidak bisa membalas cinta yang dimiliki oleh ziona .
" iiihhhhhhh kakak kira aku mau gitu di cintai sama laki - laki dingin kayak kakak .!" kata ziona sambil menggemgam jari tangannya supaya diaa bisa menutupi perasaannya .
" lebih baik kakak makan sekarang bentar lagi kitakan ada meeting jam 1 .!" kata ziona mengingatkan axel kembali , dan akhirnya mereka memutuskan untuk menyamtap makanan yang di pesan oleh ziona sampai habis tak tersisa .
Setelah siap makan siangnya ziona dan axel langsung masuk ke dalam ruang VIP karna untuk kenyaman saat mereka menyampaikan pembahasan tentang kerja samanya .
******
Jam 3 sore akhirnya axel memutuskan untuk pulang ke rumah tak terkecuali ziona , karena jika axel meeting atau pergi kemana saja ziona harus bahkan wajib ikut bersamanya .
"Lexa kamu mau kamana .?"tanya axel yag melihat ziona langsung pergi meninggalkan axel di ruang tamu ,
" cepatan kalau gitu , aku juga mau mandi.!" kata axel lagi dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa.
" laaaaah apa urusannya dengan aku coba .?" batin ziona , dan bergegas menuju ke kamar untuk cepat - cepat membersihkan badannya , karna tak ingin beruang kutubnya ngamuk .
******
setelah menyiapkan pakaian santai untuk axel , ziona langsung keluar dari kamar axel .
Baru saja dia hendak membuka pintu kamar axel keluar dari kamar mandi dengan baju handuknya .
" siapkan juga baju buat aku tidur tar.!" kata axel sehingga membuat ziona harus memutar kembali ke lemari pakaian axel lagi .
" niiih .!" kata ziona " kenapa sih kak baju tidur aja harus aku yang ambil.?" protes ziona tak terima dengan ulah axel.
" kamu tu ya aspri aku looo .!" jawab axel enteng ." aspri sih aspri kak tapi nggak sampai baju tidur juga mesti siapin buat bosnya.!" keluh ziona karna dia merasa aneh dengan sikap axel.
" ya pokoknya aku nggak mau tau ya.? mau kamu ngomong ini itu , yang jelas kamu itu aspri aku ya .? jadi kamu harus ngelakuin perintah aku titik nggak ada bantah .!" kata axel memberi perintah pada ziona .
setelah meletakkan baju tidurnya axel di atas kasur ziona langsung meninggalkan axel sendiri di kamarnya , karna tak ingin mendengar lagi penjelasan axel tentang tuganya yang menjadi aspri axel .
Ziona dengan buru - buru dia langsung masuk ke kamarnya setelah keluar dari kamar axel dan mengunci pintunya dengan cepat .
__ADS_1
" hauuuuuffffffhhh.!" ziona menghembuskan nafas nya ,karna merasa kesal .
" ampun deh punya bos kok gitu amat ya.?" keluh ziona melihat sikap axel selama ini.
" mungkin ini kali ya sebab kak Rangga menta aku buat rubahin sifat dia.?" kata ziona sambil memejamkan matanya hingga dia terlelap .
Tok tok tok .
suara ketukan pintu di arah luar , sedangkan pemilik kamar masih betah dan nyamannya dalam alam mimpinya .
Karna tak ada sahutan atau respon dari dalam kamar akhirnya axel mengulang kembali mengetuk pintu kamar ziona ,
" ni anak kenapa kebo sih pagi ini.?" batin axel.
" biasanya dia ngga pernah telat bangun gini.!" kata axel yang tanpa di sadarinya bahwa katanya itu di dengar oleh ziona.
" ada apa sih kak.? kok ribut banget .? hari ini kan minggu nggak ngantor .!" kata ziona malas
" temanin aku lari - lari keliling kompleks .!" kata axel dengan nada dinginnya
" kak maaf tapi aku nggak bisa.!" kata ziona sambil otaknya berfikir mencoba untuk mencari alasan
" kamu kenapa emangnya.?" tanya axel.
" nih perut aku nggak enak banget rasanya kak .! sakit rasanya keram gitu .!" jawab ziona sedikit di buat - buat lemas.
karna mendengar ziona nggak enak badan akhirnya axel menyuruh ziona langsung untuk istirahat .
" yaudah kalau gitu kamu istirahat aja sana.! aku keluar dulu ya.?" kata axel lembut sambil mengelus - elus kepala ziona.
" ada yang pengen kamu makan atau apa gitu .!" sambung axel.
" emang boleh kan.?" tanya ziona ragu - ragu dan langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh axel
" aku minta tolong beliin aku rujak ya kak.? yang pedas ya .?" kata ziona minta tolong , axel hanya mengangguk sambil berlalu meninggalkan ziona.
*****"
bersambung.
hy reader
jangan lupa tinggalkan jejak
coment dan vote ya
__ADS_1