Senja Yang Terlupakan

Senja Yang Terlupakan
Bab 43 Nasi Goreng Petai


__ADS_3

Akhirnya Rangga dan David sampai juga di basecamp Mr .Z walaupun mereka harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari kota P .


Mereka harus melewati perbukitan dan hutan belantara , untuk sampai ke basecamp mr Z.


" hai broe.!!" sapa david pada seorang penjaga yang ada di basecamp mr Z .


Pria bermuka sangar tersebut sedikit mengerutkan keningnya , dia mengingat siapa kedua pria yang berani masuk ke wilayah tuan nya .


Namun tidak berapa lama dia langsung mengenal siapa ke dua pria muda tersebut .


karena dulu Rangga dan David pernah datang ke basecamp saat Zeindra terluka karena menghajar segerombolan gengster .


" hai brother .! apa kabar lo berdua .?" tanya si pria bermuka sangar sedikit bersahabat .


" yah seperti yang lo liat saat ini jack." jawab David sedikit mengangkat bahunya .


" hahahahahhaha.! rona ronanya lo berdua lagi ada masalah besar ya.?" tanya jack pada Rangga.


Jack memperhatikan kondisi Rangga dan David yang berantakan , seperti orang yang sedang patah hati kacau pokoknya .


" udah tau nanya.!" kata David ketus .


David begitu kesal karena sudah 2 hari dia dan Rangga melacak keberadaan Zeindra namun nihil hasilnya .


" mr. Z ada di dalam jack .?" tanya Rangga to the point .


Karena dia tidak ingin bertele-tele , Rangga ingin cepat menemukan dimana keberadaan Zeindra .


" ada , silahkan masuk kedalam ." jawab Jack kemudian membuka pintu pagar basecamp dan sedikit bergeser ke pinggir supaya bisa masuk modil yang di bawa oleh Rangga .


" Hai brother.!" sapa mr Z saat melihat Rangga yang masuk ke dalam ruangannya .


" hai broe.!" balas Rangga sambil bertos ria ala cowok.


" ada masalah apa .? apa yang bisa gw bantu .?" tanya mr Z saat melihat raut wajah Rangga dan David bergantian .


" Zein hilang ." kata David langsung tanpa basa-basi .


" iya , gw dan David udah cari ke rumah dan ruko dia , tapi kami tidak menemukan dimana keberadaan dia juga .!" sambung Rangga .

__ADS_1


" terus apa hubungannya dengan gw .?" tanya mr Z .


" kita ngerasa kalau Zein pasti kesini , makanya kami kemari ." jawab David ketus .


Karena sedari dulu mr Z dan David tidak pernah akur , sama seperti saat David bersama Zeindra.


Entah kebetulan apa sehingga saat bertemu Zein maupun mr Z , David bawaannya selalu emosi .


" eh lo anjing pelacak , kenapa bentak gw .?" tanya mr Z tak terima .


" udah - udah jangan berantem lagi lo berdua , ini masalah nya kita lagi nyari Zein ." kata Rangga menjadi penengah .


" jadi lo berdua nggak usah berantem , nambah masalah gw lagi nanti " kata Rangga lagi mencoba memisahkan kedua orang ini .


" ng - nggak ada Zei Zeindra disini.! kalau lo berdua nggak percaya tanya aja pada mereka." kata mr Z terdengar gugup , walau mukanya tidak dapat terlihat karena di tutupi oleh topeng .


Entah apa yang di sembunyikan oleh mr Z di balik topeng yang menutupi mukanya itu , sudah hampir 10 tahun Rangga , David ,dan Axel mengenal mr Z namun mereka tidak pernah melihat bagaimana rupanya mr Z tersebut .


Bahkan kata anak buahnya mr Z selama mereka kenal tidak pernah memperlihatkan bagai mana wajah aslinya .


Dari puluhan anak buahnya hanya satu orang yang tau bagaimana rupa mr Z , tapi saat mereka bertanya dia menutup rapat tentang identitas asli mr Z .


Dia bahkan rela jika di bunuh dari pada memberi tau siapa dan bagai mana wajah asli mr Z .


" iya tuan saya di sini ." jawab gio sambil ngos-ngosan karena berlari untuk menghampiri tuannya .


" tolong kasih tau mereka dimana Zeindra dan apa yang di katanya pada kamu ." perintah mr Z dan langsung meninggalkan ke tiga pria tersebut .


" maaf tuan David dan tuan Rangga , tuan Zein tidak ada di sini saat ini.! " kata Gio sambil menarik nafas " beliau kemaren datang kemari dan memesan kalau nanti sahabat ku datang kemari , katakan pada mereka aku baik - baik saja.! dan tidak usah khawatir tentang keberadaanku . itu yang dikatakan oleh tuan Zein pada saya kemarin tuan ." kata Gio dengan sedikit terlihat mencoba setenang mungkin .


Sehingga itu membuat Rangga dan David menjadi sedikit curiga dengan gerak gerik Gio .


Namun Rangga dan David tidak ingin bertanya mereka memilih untuk diam - diam memperhatikan keadaan di basecamp ini .


Sesudah mendengar apa yang di katakan oleh Gio , Rangga dan David langsung pulang ke diaman Zeindra .


Mereka ingin istirahat sekaligus menggantikan pakaiannya , karena selama 2 hari mereka bahkan tidak sempat mengganti pakaian apa lagi membersihkan badan mereka .


" Vid .?" Rangga memanggil David yang lagi fokus makan .

__ADS_1


" heuuummm , ada apa .?" tanya David namun masih fokus pada makanan nya .


" lo liat nggak gelagat mr Z dan si Gio .? aneh banget nggak sih .?" tanya Rangga mencoba mengingat lagi gerak gerik Gio dan Mr Z saat mereka mencari Zeindra di basecamp .


" iya lo benar .! gw ngerasa mereka kayak ada yang di sembunyikan dari kita ." kata David masih dengan posisi semula , fokus pada makanan walau begitu dia tetap mendengar apa yang di katakan oleh Rangga .


*****


Kembali ke Jakarta.


saat ini Axel baru selesai membersihkan badannya , namun belum juga siap dia memakai baju sudah terdengar suara teriakan seseorang dari arah ruang tamu .


" maaaassss axel.!!." teriak sang bumil dari arah ruang tamu.


" iya sayang.! bentar mas lagi ganti baju ." jawab axel cepat .


Biasa kalau axel telat menjawab panggilan dari nyonya kesayangan nya , bisa - bisa marah dan berakhir ngambekan si bumil.


Karena tidak ingin membuat sang nyonya terus teriak - teriak axel memakai baju dengan cepat .


" mbok kenapa .? ada yang aneh ya .? " tanya axel , saat keluar dari kamar dia berpapasan dengan si mbok .


" nggak ada den." jawab so mbok masih menahan tawanya dan berlalu pergi dengan cepat dari hadapan axel.


" aneh.! ini aku yang aneh apa si mbok ya .? aaah bodo la." axel bermonolog karena merasa heran dengan sikap si mbok.


Takut bumil marah axel cepat - cepat lari menghampiri ziona .


" yang ada apa sih .? anak Deddy nakal ya.? atau mau sesuatu ya sayang .? " tanya axel pada ziona sambil mengelus lembut perut ziona yang sudah sedikit buncit.


" dedek nggak nakal kok Deddy .! cuma laper aja ini." kata ziona dengan suara khas anak-anak yang di buat nya.


" oewh anak Deddy lapar .? mau makan apa sayang .?" tanya axel , tangannya masih setia mengelus lembut perut ziona.


" nasi goreng petai buatan Deddy ." jawab ziona cepat.


jangan di tanya bagaimana raut wajah axel.


Karena seumur - umur dia tidak pernah melihat apa lagi memakan petai .

__ADS_1


" yang emang di jual di mana petai itu yang.?" tanya axel pada ziona .


" ya di pasar lah mas .! masak iya di butik.!" jawab ziona kesal.


__ADS_2