Senja Yang Terlupakan

Senja Yang Terlupakan
Bab 6


__ADS_3

Setelah kepergian Rangga , Ziona masih ternganga dengan keputusan Rangga .


" Lo kenapa lexa.?" tanya mila yang melihat sahabatnya diam saja .


" nggak kenapa - napa kok , gw baik - baik aja.!" kata ziona setenang mungkin.


" yakin lo.? " tanya mila " trus kenapa juga tadi bengong .? gw dateng lo kok nggak sadar.?" tanya mila bertubi - tubi.


" nanya tu satu - satu jaenab.!" jelas ziona.


" lo mau gw jawab yang mana dulu ni.?" tanya ziona.


Dan hanya di jawab nyengir oleh mila.


" okey gw mau tanya lo kenapa bisa bengong tadi sampee gw dateng nggak tau.?" akhirnya mila mencoba bertanya kembali.


" oewh itu.?" tanya ziona.


" iya Jubaedah.!" kata mila ketus.


hahahhahahaha. Ziona tertawa saat melihat sahabatnya begitu kesal karna pertanyaan di jawab dengan pertanyaan kembali.


" tadi gw ketemu sama kak Rangga trus dia minta bantuan dari gw gitu.!"


" Bantu .? bantuan seperti apa lexa.?" tanya mila bingung , kok bisa anak orang tajir seperti Rangga meminta bantuan pada ziona , yang semua orang tau ziona adalah dari kalangan menengah ke bawah .Sama juga seperti dirinya makanya mila sangat senang saat pertama kenal dengan ziona , karena sama - sama jika ingin sesuatu mereka harus bekerja keras untuk mendapatkannya .


" ya masalah pribadi gitu gw nggak bisa kasih tau lo saat ini.!" jawab ziona dengan sedikit memohon pengertian pada sahabat terbaiknya.


" oewh ya terserah lo lah . pokoknya kalau ada sesuatu atau ada yang lo ingin minta tolong lo datang sama gw ya.?" kata mila dengan sedikit kecewa karna ziona tidak bisa membagi masalah ini dengannya .


\*\*\*\*\*


Hari ini Ziona tak seperti biasanya dari kampus langsung ke kafe tempat dia bekerja , tapi ziona mampir dulu di taman yang tak jauh dari kampusnya .


" Aku harus mulai dari mana ini ya .?" ziona berdialog sendiri karna bingung harus bagaimana menyelesaikan tugasnya yang di berikan oleh Rangga.


" aaaaahhhhhh .!" terdengar suara seseorang yang berteriak dengan cepat ziona mengikuti arah suara tersebut , saat di dapatnya siapa yang berteriak bagaikan pucuk di cinta ulampun tiba .


Ziona langsung menghampiri axel yang duduk tak jauh dari ziona berada saat ini.

__ADS_1


" kakak kenapa.?" tanya ziona pada axel sedikit khawatir , Karena dia melihat lebam di pipi dan dagu axel .


Tanpa menunggu jawaban dari axel ziona langsung berlari ke arah tukang es dawet dan meminta sedikit es batu.


" mang boleh minta esnya dikit .? buat ngompres lebam teman saya.!" kata ziona, dan tanpa menunggu lama tukang es tersebut memberikan semangkok berisi es batu pada ziona .


Setelah mendapatkan esnya ziona langsung menghampiri axel dan langsung mengompres lebam di wajah axel .


" kakak kenapa sih .? kok bisa babak belur kek gini.? ada masalah.? kalau ada masalah kan bisa di bicarakan baik - baik nggak kayak gini.! kalau udah gini nah siapa yang rugi.? kakak juga kan.?" ziona memberikan pertanyaan bertubi - tubi pada axel.


Axel hanya diam tak menanggap sejumlah pertanyaan yang di berikan ziona.


" kak kenapa diam .? ada masalah apa.?" ziona masih bertanya karna tak mendapat jawaban dari axel dari tadi , sedangkan tangannya masih setia mengompres lebam di muka axel


" cerewet banget sih lo..? minggir sana gw bisa sendiri.! nggak usah ikut campur urusan gw." kata axel sembari menepis tangan ziona yang sedang mengompres lebam di mukanya.


" ni orang ajak bratem ternyata.!" batin ziona kesal


" yaudah niiih ambil kompres aja sendiri .!" kata ziona sambil mengangkat punggungnya dari kursi taman.


Baru saja berapa langkah ziona meninggalkan axel terdengar suara seperti jatuh sesuatu , ziona langsung melihat ke belakang.


" ya allaah kak.! kamu kenapa.?" ziona mencoba untuk membangunkan axel , tapi axel tak sadar juga . Ziona melihat arloginya yang ternyata sekarang sudah jam 1 lebih , ziona langsung menelepon mila untuk meminta izin kalau dia tidak bisa kerja hari ini.


tuuut tuuuuut tuuuut.


klik suara telpon diangkat


" halo lexa ada apa. ?" tanya mila.


" mil tolong izinin gw ya.? gw nggak bisa ke kafe hari ini.! tolong yaaaa pliiisss gw mohon yayaya.!' kata ziona meminta tolong pada sahabatnya.


" okey tapi kenapa.? nanti pas bos nanya gw nggak tau alasan lo apa.!" tanya mila


" gw ada masalah dikit ni tapi lo nggak usah khawatir gw nggak kenapa - napa.! udah ya gw buru - buru ni.!" kata ziona mengakhiri panggilannya.


" aaaaaaaahhhh. bawa kemana ini ya.? ah ke kos aja." akhirnya ziona terpaksa harus membawa ke kosnya.


Pas kebetulan di kos yng yang di tempati ooeh ziona ada seorang dokter.

__ADS_1


\*\*\*\*\*


setalah membawa axel ke dalam kosnya yang di bantu oles supir taksi , ziona langsung menghampiri dokter.


" kak nad tolong teman aku bentar , dia pinsan tadi.!" kata ziona meminta tolong pada Nadia dokter sekaligus tetangga kosnya.


" emang dia kenapa lexa kok babak belur gini.?" tanya Nadia sambil memeriksa axel.


" nggak tau kak tadi pas aku liat dia tiba - tiba udah lebam gitu.!" kata ziona


" gimana kak Nad.?" tanya ziona setelah Nadia memeriksa axel.


" dia nggak apa - apa kok cuma perut dia kosong makanya dia pingsan , nih obat kasih kalau dia udah bangun .! dan bilang juga sama dia jangan banyak pikiran.! kakak balek dulu ya.?" akhirnya


Nadia pamit setelah menjelaskan pada ziona.


" iya kak makasiiihh banget ya.!" kata ziona pada Nadia , dan hanya di jawab anggukan kepala dan senyum kecil dari Nadia.


setelah kepergian Nadia , sejenak ziona menatap wajah axel yang lebam dan sedikit nampak lelah.


" sebenarnya apa yang terjadi sih kak sama kamu .? kayak orang banyak beban gitu.?" tanya ziona pada axel , walaupun dia tau itu tak akan mungkin dapat jawaban karna axel belum sadar juga dari tadi.


Meninggalkan axel sendiri di ruang tamu , akhirnya ziona memutuskan ke dapur untuk membuat bubur . Supaya nanti saat axel bangun ada makanan yang bisa di makan untuk axel.


Lama berkutat di dapur akhirnya ziona selesai menyiapkan bubur , setelah siap semuanya ziona langsung ke kamar untuk membersihkan badan dan mengganti pakaiannya.


" kak axel gimana ya .! apa udah sadar apa belum ya.?" ziona berdialog sendiri sebelum akhirnya melangkah ke luar dari kamarnya.


Saat melihat ke arah ruang tamu , ziona langsung melihat axel yang sedang duduk bersandar di kursi , sambil memegang kepalanya.


" masih pusing ya kak.?" tanya ziona yang mengagetkan axel.


" lo .! kenapa lo disini.?" tanya axel bingung.


" ini tu kos aku la kak . yaiyalah aku disini.!" jawab ziona santai.


" apa kos tu cewek .! jadi dari tadi gw berada di kos dia. ?" batin axel.


Melihat axel yang sedang melamun , akhirnya ziona memutuskan untuk ke dapur mengambil semangkuk bubur dan segelas air putih.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2