
Setelah kepergian Rangga , Ziona masih ternganga dengan keputusan Rangga .
" Lo kenapa lexa.?" tanya mila yang melihat sahabatnya diam saja .
" nggak kenapa - napa kok , gw baik - baik aja.!" kata ziona setenang mungkin.
" yakin lo.? " tanya mila " trus kenapa juga tadi bengong .? gw dateng lo kok nggak sadar.?" tanya mila bertubi - tubi.
" nanya tu satu - satu jaenab.!" jelas ziona.
" lo mau gw jawab yang mana dulu ni.?" tanya ziona.
Dan hanya di jawab nyengir oleh mila.
" okey gw mau tanya lo kenapa bisa bengong tadi sampee gw dateng nggak tau.?" akhirnya mila mencoba bertanya kembali.
" oewh itu.?" tanya ziona.
" iya Jubaedah.!" kata mila ketus.
hahahhahahaha. Ziona tertawa saat melihat sahabatnya begitu kesal karna pertanyaan di jawab dengan pertanyaan kembali.
" tadi gw ketemu sama kak Rangga trus dia minta bantuan dari gw gitu.!"
" Bantu .? bantuan seperti apa lexa.?" tanya mila bingung , kok bisa anak orang tajir seperti Rangga meminta bantuan pada ziona , yang semua orang tau ziona adalah dari kalangan menengah ke bawah .Sama juga seperti dirinya makanya mila sangat senang saat pertama kenal dengan ziona , karena sama - sama jika ingin sesuatu mereka harus bekerja keras untuk mendapatkannya .
" ya masalah pribadi gitu gw nggak bisa kasih tau lo saat ini.!" jawab ziona dengan sedikit memohon pengertian pada sahabat terbaiknya.
" oewh ya terserah lo lah . pokoknya kalau ada sesuatu atau ada yang lo ingin minta tolong lo datang sama gw ya.?" kata mila dengan sedikit kecewa karna ziona tidak bisa membagi masalah ini dengannya .
\*\*\*\*\*
Hari ini Ziona tak seperti biasanya dari kampus langsung ke kafe tempat dia bekerja , tapi ziona mampir dulu di taman yang tak jauh dari kampusnya .
" Aku harus mulai dari mana ini ya .?" ziona berdialog sendiri karna bingung harus bagaimana menyelesaikan tugasnya yang di berikan oleh Rangga.
" aaaaahhhhhh .!" terdengar suara seseorang yang berteriak dengan cepat ziona mengikuti arah suara tersebut , saat di dapatnya siapa yang berteriak bagaikan pucuk di cinta ulampun tiba .
Ziona langsung menghampiri axel yang duduk tak jauh dari ziona berada saat ini.
__ADS_1
" kakak kenapa.?" tanya ziona pada axel sedikit khawatir , Karena dia melihat lebam di pipi dan dagu axel .
Tanpa menunggu jawaban dari axel ziona langsung berlari ke arah tukang es dawet dan meminta sedikit es batu.
" mang boleh minta esnya dikit .? buat ngompres lebam teman saya.!" kata ziona, dan tanpa menunggu lama tukang es tersebut memberikan semangkok berisi es batu pada ziona .
Setelah mendapatkan esnya ziona langsung menghampiri axel dan langsung mengompres lebam di wajah axel .
" kakak kenapa sih .? kok bisa babak belur kek gini.? ada masalah.? kalau ada masalah kan bisa di bicarakan baik - baik nggak kayak gini.! kalau udah gini nah siapa yang rugi.? kakak juga kan.?" ziona memberikan pertanyaan bertubi - tubi pada axel.
Axel hanya diam tak menanggap sejumlah pertanyaan yang di berikan ziona.
" kak kenapa diam .? ada masalah apa.?" ziona masih bertanya karna tak mendapat jawaban dari axel dari tadi , sedangkan tangannya masih setia mengompres lebam di muka axel
" cerewet banget sih lo..? minggir sana gw bisa sendiri.! nggak usah ikut campur urusan gw." kata axel sembari menepis tangan ziona yang sedang mengompres lebam di mukanya.
" ni orang ajak bratem ternyata.!" batin ziona kesal
" yaudah niiih ambil kompres aja sendiri .!" kata ziona sambil mengangkat punggungnya dari kursi taman.
Baru saja berapa langkah ziona meninggalkan axel terdengar suara seperti jatuh sesuatu , ziona langsung melihat ke belakang.
" ya allaah kak.! kamu kenapa.?" ziona mencoba untuk membangunkan axel , tapi axel tak sadar juga . Ziona melihat arloginya yang ternyata sekarang sudah jam 1 lebih , ziona langsung menelepon mila untuk meminta izin kalau dia tidak bisa kerja hari ini.
tuuut tuuuuut tuuuut.
klik suara telpon diangkat
" halo lexa ada apa. ?" tanya mila.
" mil tolong izinin gw ya.? gw nggak bisa ke kafe hari ini.! tolong yaaaa pliiisss gw mohon yayaya.!' kata ziona meminta tolong pada sahabatnya.
" okey tapi kenapa.? nanti pas bos nanya gw nggak tau alasan lo apa.!" tanya mila
" gw ada masalah dikit ni tapi lo nggak usah khawatir gw nggak kenapa - napa.! udah ya gw buru - buru ni.!" kata ziona mengakhiri panggilannya.
" aaaaaaaahhhh. bawa kemana ini ya.? ah ke kos aja." akhirnya ziona terpaksa harus membawa ke kosnya.
Pas kebetulan di kos yng yang di tempati ooeh ziona ada seorang dokter.
__ADS_1
\*\*\*\*\*
setalah membawa axel ke dalam kosnya yang di bantu oles supir taksi , ziona langsung menghampiri dokter.
" kak nad tolong teman aku bentar , dia pinsan tadi.!" kata ziona meminta tolong pada Nadia dokter sekaligus tetangga kosnya.
" emang dia kenapa lexa kok babak belur gini.?" tanya Nadia sambil memeriksa axel.
" nggak tau kak tadi pas aku liat dia tiba - tiba udah lebam gitu.!" kata ziona
" gimana kak Nad.?" tanya ziona setelah Nadia memeriksa axel.
" dia nggak apa - apa kok cuma perut dia kosong makanya dia pingsan , nih obat kasih kalau dia udah bangun .! dan bilang juga sama dia jangan banyak pikiran.! kakak balek dulu ya.?" akhirnya
Nadia pamit setelah menjelaskan pada ziona.
" iya kak makasiiihh banget ya.!" kata ziona pada Nadia , dan hanya di jawab anggukan kepala dan senyum kecil dari Nadia.
setelah kepergian Nadia , sejenak ziona menatap wajah axel yang lebam dan sedikit nampak lelah.
" sebenarnya apa yang terjadi sih kak sama kamu .? kayak orang banyak beban gitu.?" tanya ziona pada axel , walaupun dia tau itu tak akan mungkin dapat jawaban karna axel belum sadar juga dari tadi.
Meninggalkan axel sendiri di ruang tamu , akhirnya ziona memutuskan ke dapur untuk membuat bubur . Supaya nanti saat axel bangun ada makanan yang bisa di makan untuk axel.
Lama berkutat di dapur akhirnya ziona selesai menyiapkan bubur , setelah siap semuanya ziona langsung ke kamar untuk membersihkan badan dan mengganti pakaiannya.
" kak axel gimana ya .! apa udah sadar apa belum ya.?" ziona berdialog sendiri sebelum akhirnya melangkah ke luar dari kamarnya.
Saat melihat ke arah ruang tamu , ziona langsung melihat axel yang sedang duduk bersandar di kursi , sambil memegang kepalanya.
" masih pusing ya kak.?" tanya ziona yang mengagetkan axel.
" lo .! kenapa lo disini.?" tanya axel bingung.
" ini tu kos aku la kak . yaiyalah aku disini.!" jawab ziona santai.
" apa kos tu cewek .! jadi dari tadi gw berada di kos dia. ?" batin axel.
Melihat axel yang sedang melamun , akhirnya ziona memutuskan untuk ke dapur mengambil semangkuk bubur dan segelas air putih.
__ADS_1
bersambung