Senja Yang Terlupakan

Senja Yang Terlupakan
Bab 22 Ziona Pulang Ke Rumah.


__ADS_3

Sudah seminggu ini ziona di rawat di rumah sakit akhirnya hari ini dia sudah dinyatakan boleh pulang oleh dokter .


" jangan lupa obatnya di minum ya mbak supaya benar benar sembuh .!" kata dokter pada ziona .


" iya dok .!" jawab ziona sambil tersenyum tipis.


saat hanya dia dan axel tinggal berdua , ziona mulai menangis namun sebisa mungkin dia menahan supaya tidak terdengar suara tangisnya .


" kamu kenapa hemmmm .?" tanya axel lembut sambil mengelus kepala ziona .


" kak maaf .?" ucap ziona pelan namun masih bisa di dengar oleh axel walau dalam isak tangisnya.


" maaf untuk apa hemmm .?" tanya axel bingung .


" untuk dia yang belum sempat melihat dunia , maaf karena aku nggak bisa jaga dia dengan baik .!" kata ziona menjelaskan dan tangisnya semakin jadi , axel yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya .


" ini bukan salah kamu , ini bukan salah siapa siapa ,! tapi ini sudah menjadi takdir untuk kita agar kedepannya harus lebih berhati hati .!" kata axel sambil memeluk ziona .


" kamu jangan nangis lagi ya .? ada aku dan semuanya disini .! kita akan jalani semua apapun masalahnya .! yang penting kamu harus ikhlas menerima.!" kata axel sambil menghapus air mata ziona.


" sudah jangan sedih lagi aku akan selalu ada di samping kamu , udah jangan nangis lagi nanti bunda dan zein liat jadi kepikiran .!" axel mencoba menenangkan ziona .


" iya , makasih karena kak axel selalu ada untuk aku .!" kata ziona sambil menghapus sisa air matanya.


" ni apa apaan kalian berdua peluk pelukan bukan muhrim .! awas lo sana .! kalau lo mau peluk peluk adek gw nikahin broe .!" kata zeindra sambil mendorong sedikit punggung axel agar menjauh dari ziona .


Axel yang mendapat lampu hijau dari zeindra langsung kegirangan, tanpa dia sadari tangannya merentang ingin memeluk zeindra , karena saking bahagianya dapat restu dari sahabatnya itu .


" ngapain lo ,? itu tangan ngapain nangkring di situ lepas .! gw masih normal .!" protes zeindra saat dia lihat tangan axel yang ingin memeluknya.


" salah lagi deh gw .! untuk sahabat sama calon kakak ipar kalau nggak gw tonjok lo .!" batin axel.


" gw normal juga kali .!" protes axel tak terima ." gw cuman pengen peluk lo aja kan kita udah lama nggak jumpa .!" kata axel asal ngomong .


" heh broe , apanya udah lama .? lah seminggu ini apa juga itu .? ketemuan .?" tanya zeindra yang merasa aneh dengan sikap axel , hanya dijawab dengan nyengir oleh axel .


" Assalamualaikum ,!" ucap dua Wanita paruh baya dari luar kamar , menghentikan tangan zeindra yang ingin mengetok jidat axel .

__ADS_1


" waalaikumussalam .!" jawab mereka bertiga .


" gimana kabar kamu sayang .?" tanya bunda pada ziona .


" alhamdulillaah baik bund .! udah kuat buat jalan ni .!" kata ziona sambil mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat sekilas dan tersenyum pada wanita paruh baya ynag ada di belakang bundanya .


" sayang kenalin ini mamanya axel .!" kata bunda , karena bunda paham maksud lirikkan ziona padanya .


" ziona tante .!" kata ziona sambil mencium tangan namanya axel .


" ternyata kamu makin cantik aja ya .?" kata mama axel memuji kecantikan wanita muda di depannya.


" ma,!" panggil axel saat melihat mamanya ada di ruang ziona , tadi sebelum bunda dan mama axel masuk dia pamit kekamar mandi pada zeindra dan ziona.


" axel .! kamu juga di sini .?" tanya mamanya .


" iya mbak , mereka sudah saling mengenal apalagi selama ini ziona bekerja dengan axel .!" kata bunda menjelaskan pada mamanya axel tentang kedekatan axel dan ziona .


" oeh ya tuhaan .! ternyata kalian sudah dekat tanpa harus di dekatkan .!" kata mama axel begitu bahagia.


" yaudah ni ris anak anak udah pada saling kenal dan dekatkan .? gimana kalau kita tentukan tanggalnya sekarang .?" tanya mama Adel pada bunda risma .


" ya gimana baiknya aja deh mbak .! tapi kita tanya yang bersangkutan dulu mau atau tidaknya .!" jawab bunda sambil meminta jawaban pada axel dan ziona .


" ini kenapa bunda liatnya kearah ziona sih bund .? emang ada masalah apa .?" tanya ziona karena dia tidak tau maksud dari yang di bicarakan oleh kedua wanita paruh baya tersebut .


" gini sayang mama sama bunda dulu pernah merencanakan akan menjodohkan kamu sama axel saat kamu tamat SMU .! nah sekarang kamukan udah hampir selesai kuliah , kamu mau nggak nikah sama anak mama ,? jadi menantu di keluarga mama.! jadi putri satu satunya buat mama dan papa .?" tanya mama adel pada ziona secara tidak langsung dia melamar ziona untuk putranya yaitu axel .


" kak axel gimana .? apa dia mau nikah sama aku .? kalau ziona menerima apapun keputusan yang diambil oleh bunda dan abang zein .!" kata ziona sambil melirik ke arah axel .


" ya mau lah .! kalau nanyanya sama aku ni bund .! gimana kalau besok langsung nikah terus nggak usah pakek acar lamaran atau apa gitu .!" jawab axel semangat 45 .


" gimana ris .?" kini mama adel bertanya pada bunda risma.


" jangan besok juga la ,! kan ziona baru dalam proses pemulihan . gimana kalau bulan depan di langsungkan akad dan resepsi pernikahannya .?" tanya bunda memberi pendapat .


" baik kalau gitu bulan depan kita langsungkan pernikahan mereka .!" suara seorang pria paruh baya yang tiba tiba muncul di depan pintu .

__ADS_1


" pah .? serius pah .?" tanya axel pada papanya , papa andre langsung mengangguk dengan cepat .


" tapi setelah nikah axel dan ziona akan di rumah bersama mama dan papa .!" kata mama adel memberi tau bunda risma .


" aku nggak masalah itu mbak asal mereka selalu bahagia dimanapun mereka tinggal boleh bole saja asal mereka sering sering jenguk aku di kota S .!" kata bunda pasrah .


" yaudah jadi semua sudah setuju , nah sekarang barang ziona sudah di bereskan semuanya .? biar kita langsung pulang , zein .! kamu sama bunda kamu ikut kerumah om aja ya .?" kata papa andre kemudian mengingatkan semuanya pada barang barang yang ada untuk di bawa pulang .


" udah ni pa .! axel tolong kamu bawain tuh barang ziona .?" jawab mama adel kemudian meminta axel untuk menbawa keluar barang yang ada masuk ke dalam mobil mereka .


" heuuummmmm .! akhirnya pulang juga ,udah nggak tahan lagi disini .! bosan banget rasanya .!" kata ziona sambil melangkah ke luar dibantu papah oleh zeindra , karena ziona yang masih lemah .


" zein tunggu .!" cegah axel saat dia liat ziona berjalan kaki sambil di papah oleh zeindra .


" apaan sih broe .? gw mau bawa ziona ke mobil ini .!" tanya zeindra kesal dengan sikap axel .


" yang .! naik sini aja biar kamunya nggak capek .!" kata axel meminta ziona untuk naik ke atas kursi roda .


" hahahahhaha .!" zein tertawa saat dia mendengar axel memanggil adiknya dengan sebutan ' yang '.


" apaan sih broe , lo kenapa ketawa ketawa gitu ada yang aneh .?" tanya axel kesal .


" bukan aneh broe , tapi ...!" kata zeindra menghentikan ucapannya.


" tapi apa haahhh .?" tanya axel sedikit geram.


" gw geli dengar penggilan lo tadi ke ziona .!" jelas zeindra.


" oeh ya dari kemaren kemaren gw nggak liat rangga , kemana dia ya .?" tanya zeindra merasa ada ynag yang di tutupi oleh Rangga pada mereka .


" nggak tau broe .!" jawab axel ketus karena dia masih marah saat zeindra tadi menertawakan dirinya .


*******


Bersambung .


hay reader jangan lupa vote dan coment ya .

__ADS_1


__ADS_2