
Setelah berpamitan pada ziona , axel langsung mengelilingi kompleks rumahnya .
pak ...!
mas...!
Den..!
kak ...!
Begitulah sapaan dari tetangganya axel hanya merespon mereka dengan mengangguk dan tersenyum saja .
Karena memang begitulah sifatnya yang dingin dan datar pada yang tidak di kenal dan lembut yang dekat dengannya .
Axel mengelilingi kompleks sambil melirik keseliling untuk melihat mungkin ada yang menjual rujak ,
karena merasa lelah akhirnya axel memutuskan untuk istirahat di bangku taman yang tidak jauh dari rumahnya .
" sendiri aja pak .?" tanya seorang pria
" heummmm.!" jawab axel
" mbak lexanya kemana .?" tanya laki - laki itu hingga membuat axel mengangkat kepalanya untuk melihat siapa pria tersebut .
" emang kamu siapanya lexa .?" axel bukan menjawab tapi malah bertanya kembali.
" oeh bukan siapa - siapa sih pak , cuman saya penasaran aja gitu biasanya Bapak sama mbak lexa di kantor atau dimanapun nggak pernah pisah udah kayak pasangan aja gitu.!" jawab pria tersebut yang ternyata adalah karyawan di kantor axel .
" oewh dia lagi kurang enak badan ,
oh iya kamu tau nggak di sekitar sini dimana ada yang jual rujak .?" tanya axel.
" tau pak .! di lurus kesana tu pak belok kiri , jalan dikit lagi sampai ke gerobak penjual rujak.!" kata si karyawannya axel memberi tau .
" eh pak .! bukannya itu mbak lexa ya .? mau kemana tu rapi gitu .?" kata karyawan axel sambil menunjukkan tangannya ke arah ziona .
Axel pun mengikuti arah tangan karyawannya , dan benar saja apa yang karyawannya katakan.
Axel langsung meninggalkan pria tersebut tanpa menjawab atau pamitan .
" mau kemana dia .? bukannya tadi itu dia bilang nggak enak badan.?" tanya Axel pada dirinya .
karena tak ingin kehilangan jejak axel memilih menyetop taxi untuk dia mengikuti kemana perginya ziona .
__ADS_1
" ngapain dia ke kafe Rangga .? apa dia kenal sama Rangga.? tapi selama ini aku nggak pernah liat dia ngobrol atau bahas tentang Rangga , tapi ini aneh kenapa lexa harus bohong sama gw kalau dia mau ketemu sama Rangga .? " axel berdialog sendiri.
Karena rasa penasaran yang ada pada axel semakin besar akhirnya axel memutuskan untuk terus mengikuti ziona .
Saat melihat ziona duduk di meja bersama Rangga , axel mencoba mencuri dengar apa yang mereka bahas .
" gimana kabar kamu saat ini .?" tanya Rangga pada ziona memulai pembicaraan mereka.
" Alhamdulillah baik kak , ya walau sedikit lelah .!' kata ziona menjelaskan pada Rangga .
" syukurlah gitu , itu kabar kamu sama axel gimana.?" tanya Rangga lagi.
" biasa aja kak .! ya sekarang kak axel udah nggak sedingin dulu lagi sih .! tapi aku takut kak .!" jelas ziona.
" takut apa heummmm.?" tanya Rangga.
" aku takut kak , gimana kalau aku akan semakin dekat dengan kak axel , aku takut kalau aku akan jatuh cinta.!" kata ziona mengutarakan isi hatinya .
Axel yang menguping pembicaraan mereka merasakan sedikit kebahagiaannya saat mendengar jika ziona akan jatuh cinta pada axel , tapi baru sekejap rasa bahagianya datang kini berubah menjadi benci .
" kan udah kakak katakan dulu semuanya akak baik - baik saja , jadi kamu jangan khawatir .! kakak yakin axel nggak akan tau ." kata Rangga mencoba memberi semangat pada ziona .
" oh iya ini uang buat kamu , dan trima kasih bantuannya .! " kata Rangga sambil menepuk pundak ziona .
" bohong .?" tanya Rangga
" iya kak .! tadi tu kak axel ngajak lari pagi , karna aku mau ketemu sama kakak aku boong deh .! aku bilangin aja kurang sehat biar kak axel nggk banyak tanya lagi .!" jelas ziona ,
Axel yang mendengar penjelasan ziona langsung bangun dan pergi keluar dari kafe Rangga , dia membuka pintu taxi yang masih setia menunggu di depan kafe , Karena tadi sebelum masuk dia sempat mengatakan pada sopir untuk menunggunya .
Sebelum kembali ke rumah ziona menyempatkan diri untuk mampir di mini market terlebih dahulu untuk membeli keperluan di rumah.
Sedangkan axel dia yang masih di selimuti rasa marahnya dia langsung pulang ke rumah .
" bik yem tolong bayar taxinya ya.?" kata axel pada bik yem.
" baik den.!" jawab bik yem cepat dan langsung pergi untuk membayar setelah di perintah oleh majikannya
Sedang ziona setelah selesai membeli keperluannya dia langsung pulang .
" bik yem .? panggil ziona.
" iya mbak ada apa.?" tanya bik yem
__ADS_1
" tolong bantu bawain barang - barang itu ya.? karena aku nggak bisa angkat semuanya ini.!" kata ziona minta tolong.
" oewh baik mbak.!" jawab bik yem dan langsung membatu ziona.
Setelah beres dan siap semuanya bahkan makan malam sudah tertata di meja.
" oh iya bik .! apa tadi kak axel ada nanya aku kemana sama bibik .?" tanya ziona cemas.
" nggak ada mbak,! bahkan den axel hampir bersamaan pulangnya sama mbak.!" jawab bik yem dengan jujur.
" oewh .! kalau gitu tolong ya bik panggil kak axel untuk makan malam sekarang .!" kata ziona dan langsung di angguk oleh bik yem.
15 kemudian axel turun dengan kaos santai , dia masih berpura - pura tidak mengetahui apapun tentang di kafe Rangga tadi di depan ziona.
" kak mau makan apa biar aku ambilin .?" tanya ziona yang tak merasa bersalah atas kata - katanya tadi siang dengan Rangga.
" apa aja yang ada.!' jawab axel datar.
" lah ka axel kenapa lagi dia .? kok udah kayak dulu lagi ya .? ada masalah apa ya.?" batin ziona.
Walaupun dalam hatinya gelisah atas perubahan sikap axel yang kembali seperti dulu , namun ziona mencoba bersikap biasa - biasa saja .
Makan malam saat ini adalah makan malam tersunyi yang terjadi selama ziona menjadi aspri dan tinggal di rumah axel.
Karena merasa tak nyaman ziona mempercepat makannya ,
" siapa yang kejar kami sampai makan buru - buru gitu .? atau kamu nggak sabar pengen menerima hukuman .!" kata axel dengan senyum smirknya
Ziona yang mendengar kata - kata axel akhirnya mencoba untuk memelankan makannya ,namun dia masih belum bisa menatap axel karena dia takut dengan hukuman apa yang akan diberikan hingga dia tidak dapat melihat senyum jahat yang di berikan oleh axel .
20 menit setelah siap makan malam axel langsung pergi tak seperti biasanya
karena melihat axel langsung pergi begitu saja , ziona membersihkan sisa makanan dan mencuci piring kotornya .
Setelah siap semuanya ziona memutuskan untuk naik ke lantai atas karena merasa lelah akhirnya ziona langsung ke kamar mandi setelah masuk dalam kamar , tanpa melihat dan curiga dengan keadaan yang ada dalam kamar .
" gerah banget rasanya.!" kata ziona sambil melepas pakaiannya dan berlalu kekamar mandi .
Di luar kamar mandi axel yang melihat pemandangan yang dapat meningkatkan gelora hasrat di tubuhnya tak bisa menahan semua yang di rasanya ,bergegas menutup pintu kamar dan menguncinya .
*******
bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa vote dan coment