Senja Yang Terlupakan

Senja Yang Terlupakan
Bab 29 SAH


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana hari yang paling bersejarah bagi axel dan ziona , bagaimana tidak hari ini adalah hari pernikahan keduanya .


" lo kenapa mondar-mandir sih xel .?" tanya rangga saat melihat axel mondar-mandir .


" gw gugup broe." jawab axel .


" lo tenang dulu , tarik nafaaas buang tarik lagi buang lagi ." kata rangga mencoba untuk membuat axel sedikit tenang .


Tak beda dengan ziona yang sedang duduk di dalam kamar, dia juga sedang gugup menunggu di panggil untuk turun ke tempat akad .


" sayaang kamu tenang ya .? tarik nafas dalam-dalam buang tarik lagi buang lagi , jangan tegang gitu ya .?" kata bunda mencoba membuat ziona tenang .


" axel ayo turun semuanya sudah siap ." panggil papa axel , setelah melihat axel sudah tidak merasa tegang lagi .


" hhuuuufff , iya ayo pa ." kata axel karena merasa lebih baik .


Axel menuruni tangga dan langsung menuju ke tempat akad , saat sudah sampai axel kembali terlihat tegang karena melihat begitu banyak teman dan juga rekan kerjanya .


" broe lo tenang dong , rileks jangan tegang gini ." kata rangga yang berada di dekat axel .


" lo enak ngomongnya , tunggu aja nanti pas lo mau nikah gw yakin lo bakal lebih tegang lagi dari gw ." kata axel dengan berbisik pada rangga .


" ya kita lihat aja nanti ." jawab rangga santai masih dengan berbisik .


" apa yang kalian bisikkan.?" tanya mama axel pada rangga .


" nggak ada tante , axel tu katanya dia gugup banget ." kilah rangga .


" oewh biasa tu , dulu papa juga gitu saat mau akad sama mama dulu , ya kan pa .?" kata mama kemudian bertanya sama papa axel .


" nggak ada ya .? papa dulu santai banget la pas mau ijab qabulnya , nggak ada tu nervous ataupun tegang kayak kamu sekarang ." elak papa axel .


" apa sudah bisa kita mulai ini pak .?" tanya penghulu pada papanya axel .


" sudah pak , silahkan ." jawab papa axel.


" mana wali mempelai wanitanya , yang akan menikahinya .?" tanya pak penghulu , zeindra langsung berdiri dan duduk di depan axel .


Axel terlihat masih nervous , dia mencoba untuk menarik nafasnya saat tangannya di jabat oleh zeindra .


Sama seperti axel , ziona yang masih di kamar rias pengantin dia tak kalah gugup .


untung di sana ada kedua sahabatnya , Jessica dan mila mereka menemani ziona dari tadi .


Jessica 2 hari yang lalu sampai ke Indonesia saat di kabari ziona mau menikah , Jessica buru - buru terbang ke Indonesia takut kalau - kalau dia akan akan tertinggal sesi - sesi adat istiadat serangkaian acara yang di lakukan jelang pernikahan ziona .

__ADS_1


Beda dengan Mila yang memang asli Indonesia , dia baru datang kemaren saat prosesi siraman yang di lakukan di kediaman orang tua ziona yang berada di Jakarta.


" udah dong lexa , eh zio lo nggak usah panik gitu napa .? rileks , tenang , ini hari bahagia lo.! nggak lucu lo pas ntar udah akad lo lemas gitu sampek pingsan ." kata Mila .


" Iya ona . benar kata Mila ." sambung Jessica , ya Jessica sedikit lancar bahasa Indonesia walau masih dengan logat - logat bulee gitu .


Kembali lagi pada axel yang saat ini sedang melafazkan ijab qabul bersama zeindra , ziona meminta sendiri pada zeindra untuk menjadi wali sekaligus yang akan menikahkannya .


Karena itu saat ini zeindra berada di tengah-tengah semua orang , walau ada sedikit haru dan tegang zeindra mencoba untuk sebisa mungkin terlihat biasa - biasa saja .


Setelah melafazkan ijab qabul dan terdengar suara teriakan Sah , barulah Mila dan Jessica membawa ziona turun kebawah .


saat terdengar suara langkah kaki turun dari lantai atas , semua orang melihat kearah ketiga wanita cantik itu .


Axel bahkan tak berkedip saat melihat ziona turun di temani dua sahabatnya .


" udah nanti liat lagi , takut lehernya patah kalau kamu lihat kayak gitu .!" kata mama menggoda axel yang tidak berkedip saat melihat ziona turun sampai hampir sampai di depannya .


" apaan sih ma ." kata axel malu sudah seperti abg yang lagi kasmaran aja .


" idiw tu muka kenapa ." tanya rangga menggoda .


" lo ." kata axel menggepal tangannya ingin menghantam wajah rangga saat melihat keisengan rangga namun dia urungkan ketika ziona sudah di depannya .


" baiklah kalian sudah sah menjadi suami istri , silahkan di tanda tangani berkas ini dulu " kata pak penghulu langsung menyodorkan berkasnya .


Tak lupa sebelum menanda tangani berkas tersebut ziona menyalami tangan axel , tanda bakti dia pada suaminya .


Setelah acara akad selesai saat ini ziona sudah kembali lagi ke ruang rias untuk menggantikan pakaiannya untuk melakukan resepsi , Mila dan Jessica masih setia membantu ziona .


Mereka juga berganti pakaian ,dan juga di hias oleh MUA .


" ya tuhaan cantik banget lo zio .! sumpah gw pangling banget ." kata Mila saat melihat riasan di wajah ziona .


" iya mbak , mbak ziona memang cantik banget .! padahal saya baru menghiasnya dengan tipis belum aja siap ." kata MUAnya menjelaskan.


" iya tu kalau lo di make up lagi , waah cantik banget pakek banget lagi dah ." kata Mila begitu melihat ziona .


" apaan sih lo Mil .! malu gw karena lo sering banget mujiin gw ." kata ziona pada Mila .


" tenang aja lo , nggak bakalan kenapa - napa kok asal lo lebih hati - hatinya.


tok... tok...


tok ..

__ADS_1


suara ketukan dari luar .


" sayang udang siap belom .?" tanya bunda saat melihat ziona dan dua sahabatnya sedang berpelukan .


" udah ma ." jawab ziona sambil menghapus air matanya .


" oewh yaudah ayo kalau gitu ." ajak mama pada mereka bertiga .


Axel tanpa sengaja dia melihat kearah ziona yang ingin keluar untuk turun ke acara resepsi di bantu oleh kedua sahabatnya.


mereka menghentikan langkah saat sudah dekat dengan axel yang sedang berdiri di dekat pintu dalam kamar .


" kak axel ." panggil ziona pada suaminya , caileh suami hahahhaha iya iyalah suami kan beberapa jam yang lalu mereka sudah melakukan akad nikah .


Namun axel masih tetap mamatung di tempat .


" wooooiii .!" teriak rangga dari belakang membuat axel hampir tersungkur ke lantai karena kaget .


" ga apaan sih lo , untung gw nggak jantungan .! kalau nggak udah janda istri gw gara - gara lo ." kata axel sambil melangkah untuk merangkul pinggang ziona .


" ngapain .?" tanya ziona saat melihat tangan axel yang hendak merangkul pinggangnya .


" ya mau ajak kamu turunlah sayaang ." kata axel setelah berhasil meraih pinggang ziona .


" trus ni tangan ngapain nangkring di situ .!" tanya ziona sambil melirik kearah tangan axel .


" ya pegang lah yang , aku bantu kamu jalan biar nggak jatoh ini baju kan berat yang ." kata axel yang tangannya masih setia di pinggang ziona .


" nggak usah deh kak aku bisa jalan sendiri ni .!" tolak ziona , sambil mencoba melepaskan tangan axel .


Jessica , Mila dan Rangga langsung pergi meninggalkan mereka berdua saat melihat axel dan ziona yang masih betah berdebat di kamar .


" kak ayok turun , semua orang udah nunggu kita di bawah ." kata ziona .


" bentar ." kata axel sambil menarik tangan ziona .


" apa lagi sih kak .?" tanya ziona sedikit geram.


" bisa nggak , itu panggilan di ubah .?" tanya axel sedikit kesal .


" yaudah mau aku panggil apa .?" tanya ziona pasrah .


" itu PR buat kamu , awas aja kalau kamu masih panggil aku dengan sebutan kakak atau yang nggak aku suka,! siap - siap kamu aku hukum ." kata axel sedikit mengancam .


" iya iya .! ayo kita turun sekarang nanti kita pikirkan lagi tentang panggilan itu ." kata ziona kesal langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar untuk turun ke bawah .

__ADS_1


******


Bersambung.


__ADS_2