Senja Yang Terlupakan

Senja Yang Terlupakan
BAB 19 Apakah Itu Dia .???


__ADS_3

" lo nginap di sini ?" tanya rangga setelah sampai di hotel tempat menginap axel .


" iya.! kenapa emangnya .?" jawab axel balik bertanya.


" nggak ada , cuman dekat sama apartemen gw tu .!" jawab rangga sambil menunjukkan apartemennya yang bersebelahan pagarnya dengan hotel tempat menginap axel .


" oewh yaudah kalau gitu ke apartemen lo aja , gw malas juga di sini .!" kata axel kemudian menghentikan tangannya untuk membuka pintu mobil .


mau tidak mau akhirnya Rangga menghidupkan kembali mobilnya dan langsung memutar untuk pergi ke apartemennya .


Setelah memarkirkan mobilnya di tempat parkiran Rangga dan axel langsung turun dari mobil dan masuk ke apartemen rangga .


" heeeh lo kenapa sih .?" tanya Rangga saat melihat axel yang jalan lamban .


" lo nggak liat perut gw begah banget ini .?" jawab axel ketus .


" laaaaah gw tanya baik baik kayaknya .! kok lo ngegas gitu .?" tanya rangga tak terima dengan ulah axel yang berteriak padanya.


" ya salah lo sendiri udah tau gw tadi makan banyak banget ya begah la perut gw ngapain nanya nanya lagi coba .?" gerutu axel yang tak terima dengan protes rangga yang mengatakan kalau dia ngomongnya ngegas .


" yaudah nggak usah ngedumel lagi bisa .! ayok masuk .! sini biar gw papah agar cepat sampai .!" kata Rangga kemudian membantu axel untuk berjalan " sumpah broe lo udah kayak cewek hamil besar tau nggak .?" sambung Rangga sambil mengejek axel .


" sialan looo .! lo pikir gw cowok apaan lo ngomong gitu , gw cowok tolen ya .? buktinya ziona saat ini hamil anak gw .!" protes axel tak Terima.


Rangga hanya tersenyum dan sedikit nampak kecewa apa yang terjadi pada ziona ,


" lo kenapa .?" tanya axel saat melihat perubahan sikap Rangga .


" nggak ada gw baik baik saja .!" jawab rangga melepaskan tangannya pada pundak axel dan melangkah terus ke depan meninggalkan axel di belakang .


tiit tiit tiit tiit tiit suara tombol pin pintu apartemen rangga saat di buka , cekleeek akhirnya pintu terbuka .


" masuk broe .!" kata rangga meminta axel untuk masuk , axel langsung melangkah masuk di ingin segera tidur karena saking nggak nyamannya keadaan perutnya .


" ga gw mau ke kamar terus ya .?" kata axel lalu dengan langkah cepat axel memasuki kamar tidur , sampai di dalam kamar axel menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur .


Baru saja axel mendaratkan tubuhnya di atas tempat tidur dia langsung tidur , Rangga yang melihat sahabatnya sudah tidur dia hanya diam tak ingin mengganggu tidur axel akhirnya rangga keluar dari kamarnya .

__ADS_1


dreeeet dreeeet dreeeet. suara getar handphone Rangga .


" haloooo .! ada apa dek.?" tanya Rangga saat tau siapa yang meneleponnya .


" kak axel mana .?" bukannya menjawab ziona malah bertanya pada rangga dimana keberadaan axel .


" ada tu di kamar , katanya dia nggak nyaman banget sama perutnya begah gitu kata dia , makanya tidur ." jawab rangga namun tanpa dia sadari pernyataannya membuat ziona merasa bersalah .


" hiks hiks hiks ." terdengar isakan tangisan ziona.


" dek kamu kenapa .? jangan nangis ya .? kasian babynya kalau kamu nangis .!" kata rangga mencoba untuk membuat ziona tenang .


" huaaaaaaa aaaaaaaaa ." bukannya diam ziona malah semakin nangis , rangga yang mendengarnya semakin gusar .


" lo kenapa .?" tanya axel yang baru bangun tidur melihat rangga seperti orang tertekan , bukan menjawab rangga malah memberikan handphonenya pada axel.


" hiks hiks hiks ." axel mendengar suara isak tangis di seberang dengan cepat axel melihat siapa yang menelepon .


" zi kamu kenapa sayang ,? kenapa nangis gitu heemmmm .?" tanya axel setelah tau siapa yang menelepon rangga.


" nggak kok , kamu jangan memikirkan itu aku baik baik aja kok sayang .!" jawab axel mencoba menenangkan hati ziona " nggak salah lagi zi kamu udah buat aku nggak bisa duduk nggak bisa tidur akibat begah .!" batin axel , lain di mulutnya lain kata di hati .


Dia tau kalau sampai dia jujur pada ziona yang ada ziona semakin kepikiran dan merasa bersalah .


jadi mau tidak mau akhirnya axel memilih membohongi dirinya sendiri dengan mengatakan kalau dia baik baik saja .


karena mendengar jawaban axel bahwa dia baik baik saja akhirnya ziona memutuskan panggilannya .


" kalau kakak baik saja yaudah aku bobok dulu ya .? kan besok kita mau pulang ke Indonesia .!" kata ziona


" iya mimpi yang indah .!" kata axel sebelum mendengar suara telpon terputus .


" yaa allaaah broe ngapain lo kasih tau dia kalau perut gw begah sama dia .?" tanya axel pada rangga setelah meletakkan handphone di meja.


" ya gw nggak tega boongin dia .!" jawab rangga


Axel mendengar itu hanya diam saja , kemudian dia ingat tujuan dia keluar dari kamar tadi untuk mencari minyak gosok karena dia masih sangat tidak nyaman dengan perutnya yang begah .

__ADS_1


" broe ada minyak kayu putih nggak .? atau apa gitu yang bisa meringankan begah gw ni . nggak nyaman banget ni gw nggak bisa apa apa .!" kata axel


" nggak ada kayaknya , yaudah gw turun dulu mungkin di bawah ada tu .! gw beli dulu .!" kata rangga kemudian cabut meninggalkan axel sendiri di apartemennya


Setelah selesai membeli keperluannya Rangga ingin melangkahkan kakinya menuju ke apartemennya , namun langkahnya terhenti saat melihat seorang di masa lalunya ada dihadapannya .


" Gracia .!" guman rangga , namun langkahnya masih terhenti tapi matanya mengikuti kemana langkah kaki gracia pergi hingga yang di perhatikannya hilang jejak rangga baru sadar saat ini dia sedang di tunggu oleh axel di apartemennya.


" lama amat sih lo .?" kata axel saat melihat rangga yang baru masuk kedalam apartemen .


" sorry tadi gw ada masalah dikit , nih ambil .!" jawab rangga sambil menyodorkan kertas plastik yang di bawanya tadi .


" okey thanks , gw ke kamar dulu nggak nyaman banget ni udah .!" katanya axel lalu pergi meninggalkan rangga di ruang tamu .


Setelah di tinggal axel ke kamar , rangga masih terdiam di ruang tamunya.


" apa itu benar gressi .! tapi kenapa dia seperti itu .? tunggu penampilannya tadi udah seperti aaaaaahhhh .!" batin rangga karena dia merasa tidak percaya atas apa yang dia lihat tadi sambil menarik sedikit rambutnya karena merasa bingung .


Karena tidak mau larut dengan gracia akhirnya rangga memutuskan untuk ke kamarnya , dia hanya melewati kamar axel tidak berencana untuk melihat keadaan sahabatnya , karena merasa sendiri butuh menyendiri sejenak .


" ya ampun , masih nggak nyaman banget ni rasanya .!" axel masih dengan setia dengan begahnya yang tak kunjung hilang .


karena merasa masih belum nyaman ,axel mencoba menenangkan diri sendiri dengan membayangkan bagaimana ekspresi ziona saat menyuapinya .


Tanpa di sadari axel sudah tidur pules sampai pagi dia di bangunkan oleh sinar matahari yang tembus lewat jendela .


merasa tak nyaman di matanya dengan sinar matahari axel menggeliat dan akhirnya bangun .


" gw ketiduran ." katanya sambil tersenyum bahagia sambil mengingat apa yang membuat dia sampai tertidur semalam .


" ya tuhaan jam berapa sekarang .?" axel terkejut saat melihat cahaya matahari yang tembus lewat jendela sudah meninggi , axel kemudian mengambil handphonenya di meja ,


" jam 8 , aaah sial jam 10 kan jadwal penerbangan .?" umpat axel lalu bergegas untuk bangun dang membersihkan badannya .


********


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2