Senja Yang Terlupakan

Senja Yang Terlupakan
Bab 8 Jadi Asisten


__ADS_3

Ziona yang masih ternganga dengan kelakuan axel dikejutkan Rangga yang menyentuh pundaknya .


" bagus lexa .! sepertinya axel sudah dekat sama kamu ." kata Rangga mengagetkan ziona.


" nggak tau kak aku bisa atau nggak untuk menjadi teman kak axel.!" kata ziona lesu .


" gw yakin lo bisa dekatin dia , yang pasti lo tetap semangat.!" kata Rangga memberi semangat pada ziona.


Hanya anggukan dan sedikit menarik sudut bibirnya.


Baru beberapa langkah Rangga melangkah namun langkahnya di hentikan oleh suara ziona.


" kak gimana kalau misalnya kak axel marah sama aku , karena tau aku dekatin dia karena kakak yang minta.!" kata ziona mencoba berfikir dengan logikanya.


" kamu tenang aja , jika suatu hari nanti terjadi sesuatu pada kamu aku yang akan bertanggung jawab.!" kata Rangga meyakinkan ziona.


sebelum dia meminta bantuan pada ziona sebenarnya Rangga mencari tau latar belakang ziona dulu.


Saat dia tau ziona adalah adik dari sahabatnya selain axel , Rangga menjadi yakin untuk meminta bantuan pada ziona .


Rangga juga sudah memikirkan akibatnya nanti bila terjadi sesuatu pada ziona .


" kakak janjikan sama aku. !" kata ziona masih sedikit ragu untuk melaksanakan tugasnya.


" iya cantik kakak janji.!" kata Rangga yang akhirnya mengubah panggilannya dari kata gw menjadi kakak.


" okey kalau gitu , semangaaaaat semoga berhasil ." kata ziona memberi semangat pada dirinya sekaligus menerima permintaan dari Rangga. Rangga tersenyum bahagia saat melihat begitu semangatnya ziona .


" beruntung banget sih lo zien , lo dapat adek secantik dan sebaik lexa .!" batin Rangga yang merasa iri dengan sahabatnya ziendra .


*******


pagi ini ziona bangun pagi - pagi sekali hanya untuk membuat bubur ayam pesanan axel .


setelah siap semuanya dan memasukkan rantang kecil . Ziona pun kembali ke kamarnya untuk siap - siap ke kampus .


20 menit ziona sampai ke kampus sebenarnya tidak jauh jarak kampus dan kos ziona , karena ziona menunggu angkot makanya sedikit lama .


Saat sampai di kampus ziona langsung mengedarkan pandangannya dia celingak-celinguk mencari keberadaan axel .


Tak berapa lama ziona langsung melihat seorang laki - laki yang memakai topi dan masker mendekatinya .


Sedikit was - was ziona langsung membuat ancang - ancang .


" mana bubur ayam pesanan gw .?" kata laki - laki itu sambil mengulurkan tangannya .


" cepat bawa kemari gw udah lapar banget ni .! ini semua gara - gara lo datangnya telat kalau gw kenapa - napa lo harus tanggung jawab.!" kata axel dengan arogannya .


Ziona memberikan rantang yang berisikan bubur ayam buatannya kepada axel.

__ADS_1


" ni kak , makan yang kenyang tu ,! " kata ziona memberikan perhatian kepada axel .


" makan yang banyak kak supaya nggak sakit lagi ." batinnya , ziona merasa sedih saat melihat axel waktu itu yang tak berdaya beberapa hari yang lalu .


" heuuummm ." jawab axel kemudian meninggalkan ziona begitu saja .


" lexa .!" ziona langsung memutar badannya melihat siapa yang memanggilnya .


" iya kak. !" jawab ziona dan langsung di ulurkan tangan oleh Rangga.


" kakak kenapa .?" tanya ziona bingung.


" mau juga tu bubur ayamnya .!" jawab Rangga dengan muka di buat - buat.


Hahahaha ziona langsung tertawa melihat tingkah Rangga , " ya ampun kak kenapa nggak kasih tau kemaren ,! klau kakak mau juga.? " tanya ziona setelah menghentikan tawanya.


" kakak kira kamu akan membuatnya langsung tanpa harus kakak minta gitu.!" kata Rangga dengan nada lesu.


" yaudah besok aku buatkan buburnya buat kakak .!" kata ziona langsung di mendapatkan anggukan kepala dari Rangga dengan cepat.


" janji ya.?"


" iyaa janji kak.!" kata ziona sambil mengangkat jari kelingkingnya .


*****


Saat ini ziona sedang berada di kafee tempat dia bekerja , dan juga kebetulan kafee tersebut adalah milik Axel.


" lexa lo di panggil pak David tu.!" kata mila memberi tau pada ziona .


" ada ya mil. ? apa karena gw yang nggak masuk kemaren.?" tanya ziona bingung.


" nggak tau juga gw lexa .!" jawab mila


Setelah di beri tau mila bahwa David meminta di untuk ke ruangannya , ziona langsung menuju ke ruang Davi.


tok tok tok suap pintu ruang David di ketok oleh ziona.


" masuk.!" terdengar suara di balik pintu menyuruh ziona untuk langsung masuk , sedikit gugup ziona mencoba membuka handle pintu.


ceklek suara pintu yang di buka ziona.


" iya pak ada yang bisa saya bantu.?" tanya ziona sedikit hati - hati.


" duduk dulu, ada yang ingin bertemu sama kamu bentar lagi ,tunggu di sini saya mau keluar sebentar.!" kata David dan beranjak keluar dari ruangannya.


ceklek pintu dibuka dari luar , ziona langsung melihat ke arah pintu . Betapa kagetnya saat tau siapa yang datang.


" kak axel.! kenapa kakak di sini.?" tanya ziona langsung saat axel ingin mendarat bokongnya di kursi David .

__ADS_1


" ya terserah aku la .!" kata axel .


eehh tunggu axel tadi bilang apa .? aku .? sejak kapan axel memanggil dirinya aku saat bersama ziona.


Saat melihat ziona yang masih bingung di hadapannya axel langsung menarik tangan ziona .


" kak mau bawa aku kemana ini.? aku masih kerja .!" tanya ziona yang makin bingung dengan axel.


" kamu itu diam dan ikutin aku aja , jangan banyak bicara.!" kata axel tanpa melihat ke arah ziona.


Ziona yang bingung hanya mengikuti langkah axel.


" iya ikut , tapi bisa nggak sih kak kalau jalan itu pelan dikit napa .?" kata ziona ketus ,


ya masalahnya ziona jalan udah seperti orang yang dikejar setan gitu untuk menyeimbangkan langkahnya axel .


" makanya jangan kayak siput jalannya.!" kata axel cuek , bukan prihatin malah sikap axel membuat ziona tambah kesal.


tidak tau mau menjawab apa ziona langsung diam tanpa kata .


" yang waras mengalah , yang gila banyak ngomong.!" batin ziona mencoba menahan emosinya.


Axel masih memegang tangan ziona sampai parkir .


" masuk .!" perintah axel setelah membuka pintu mobil untuk ziona.


mau di bawa kemana ni aku ." batin ziona.


selama di perjalanan ziona maupun axel sama - sama diam , axel yang fokus menyetir dan ziona yang malas untuk bicara.


" waaaaaaah bagus banget. ?" kata ziona sambil menatap sekeliling kafee .


" kamu suka. ?" kata axel tiba - tiba , yang membuat ziona yang sedang asik mengagumi taman mininya.


" suka kak adem banget rasanya .!" kata ziona.


" kalau gitu mulai besok kamu pindah ke sini aja kerjanya. !" kata axel santai


" nggak bisa gitulah kak .....!" jawab ziona yang langsung di potong oleh axel.


" nggak bisa apanya. ? itu kafee tempat kamu kerja kafee aku.! jadi terserah akulah .!" kata axel yang sehingga ziona tak ta harus berkata apa lagi.


" yaudah terserah kak axel ajalah , kalau aku kerja di sini aku ngapain.?" tanya ziona.


" jadi asisten aku lah , jadi mulai besok kamu yang urus dan persiapkan kebutuhan aku , mulai dari makan sampai pakaian aku.!" kata axel.


" haaaaahhhhh kenapa nggak cari istri aja sih kak biar ada yang masak. !" batin ziona.


" lah aku kan nggak tau seleranya kakak gimana.!" jawab ziona jujur.

__ADS_1


" ya kamu cari tau lah lexa.!" kata axel kesal karena dia tau kalau ziona nggak mau menjadi asisten dia.


bersambung.


__ADS_2