
Pukul 6 axel dan Rangga sudah keluar dari rumah axel untuk melanjutkan pengintaian mereka , Zeindra jangan ditanya kemana karena diantara mereka bertiga dia yang paling lambat kecuali dalam masalah pelajaran atau pekerjaan .
" ga .?" bisik axel .
Rangga yang mendengarnya langsung melihat .
" ada apa .?" jawabnya dengan sedikit berbisik , maklum mereka saat ini seperti pencuri yang sedang mengintai targetnya .
" tu .!" kata axel sambil menunjukkan ke arah seseorang yang sepertinya sedang mengamati kearah mereka .
" ayo .! ikut gw ." kata rangga mengajak axel .
" kemana .? jangan nekat lo masuk kedalam .!" kata axel was was karena dia takut kalau rangga nekat menerobos masuk .
" ya nggak la .! kita cari tempat mengintai yang lain ." kata rangga sambil merangkak untuk pergi dari balik taman .
Cukup lama axel dan Rangga mengintai keluar seorang pria dengan wanita bertopeng memasuki mobil , saat sampai di dalam mobil wanita itu membuka topengnya .
" aargh sial tu perempuan pakek topeng segala , lo kenal sama laki - laki tadi broe .?" tanya axel pada rangga walau sedikit kesal dengan wanita yang menutupi mukanya namun dia tidak membuat fokusnya hanya pada wanita itu saja.
" ya sepertinya kita pernah kenal sama dia ,bukan cuma lo dan gw aja deh tapi kita bertiga ." jawab rangga sambil mencoba mengingat kapan dan dimana dia pernah melihat pria itu , namun rangga tidak dapat mengingatnya .
dreeeet dreeeet dreeeet dreeeet.
suara handphone axel , dengan cepat axel mengangkat telponnya supaya tidak berisik .
" ya haloo .!" kata axel tanpa melihat siapa yang menelepon axel langsung mengangkat telponnya .
" lo berdua dimana .?" teriak si penelepon dari seberang , axel yang mendengar teriakkan langsung menjauhi dari telinganya dan melihat siapa yang menelepon .
" lo yang dimana .? tunggu aja kita disitu,! karena bentar lagi kita samperin lo .!" kata axel pada si penelepon yang ternyata adalah zeindra .
setelah di beri tau di mana posisi zeindra , akhirnya axel dan Rangga memutuskan untuk pergi dari tempat pengintaian mereka .
Namun baru beberapa langkah mereka berjalan , tiada sengaja rangga mendengar suara seseorang gadis berteriak di dalam rumah tersebut .
Rangga mencoba mengabadikan namun teriakan seseorang wanita itu kembali terdengar saat axel masuk ke dalam mobil .
Rangga yang masih berada di luar , dia ragu antara masuk atau mencari tau dimana asal teriakan tadi .
" lo kenapa lagi ga .?" tanya axel saat melihat Rangga diam tidak bergerak sama sekali .
__ADS_1
" xel lo pergi aja dulu ya .? gw ada sesuatu yang mau gw tau kebenarannya ." kata rangga meminta axel untuk terus pergi untuk menemui Rangga .
" nggak bisa gitu broe .! lo punya masalah gw ikut juga mana tau gw bisa bantu lo nanti .!" jawab axel dengan sedikit memohon pada rangga .
" yaudah ayo .? tapi bentar tadi lo ada nggak liat apa gitu .? tanya rangga pada axel .
" perempuan yang teriak ya kan .?" tanya axel pada rangga.
Rangga hanya menganggukkan kepalanya .
" ya tuhaaan .! gw kira salah dengar tadi." umpat axel .
" yaudah ayo kita cari tahu .!" sambung axel , namun di cegah oleh rangga .
" lah kenapa lo nahan gw broe .?" tanya axel bingung .
" gw rasa mereka tau kita disini , mungkin bisa jadi ini jebakan buat kita xel ." kata rangga menjelaskan kemungkinan besar akan terjadi .
Akhirnya axel dan Rangga masuk ke mobil dan pergi meninggalkan rumah tersebut , mereka memutuskan untuk pergi menemui zeindra .
Sampai di sebuah restoran mata rangga seperti tak asing dengan tempat tersebut .
" broe bukan ini kafenya si David ya .?" kata rangga saat mengingat pemilik restoran tersebut .
" mana lah aku tau .!" jawab rangga .
" kayak lagu aja jawaban lo ." ucap axel kemudian melangkah pergi masuk ke dalam restoran milik David .
" hai broe .!" sapa axel saat melihat David dan Zeindra yang sedang duduk di kursi menghadap jendela .
" lama banget lo berdua .! ngapain aja tadi selingkuh lo ya dari adek gw .?" selidik zeindra saat melihat axel , David dan Rangga yang melihat itu hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua .
" enak aja bilang gw selingkuh , gw itu setia ya .? bukan tukang PHPin wanita kayak dia noh .!" protes axel sambil menunjuk ke arah David .
" lah kok jadi gw di bawa - bawa .?" tanya David protes nggak terima.
" lo pikir aja sendiri .!" jawab rangga ketus .
" ga lo kenapa kesel gitu .?" tanya zeindra pada rangga saat mendengar nada kata yang di ucapkan rangga terdengar menyimpan makna terdalam .
" nggak ada .! mending kita ke ruangan lo aja .! cepat kita cari tau cepat selesai urusannya ." kata rangga masih dengan tampang datarnya .
__ADS_1
Axel dan zeindra mereka berdua bingung dengan sikap rangga pada David , karena yang mereka tau David dan rangga tidak pernah cekcok selama ini .
" lo berdua kenapa .?" tanya zeindra pada rangga dan David setelah Sampai di ruangan David .
" nggak ada, kita baik - baik aja kok .!" jawab David
" baik apaan nyindir - nyindir gitu ." tanya zeindra .
" aaah itu terserah kalian la mau apa .! yang pasti jangan sampai lo berdua musuhan dan nggak ngebantuin gw lagi ." kata axel menjadi penengah dan meminta bantuan pada sahabatnya .
Akhirnya mereka diam sesaat setelah axel meminta bantuan pada mereka untuk mencari tau siapa pelaku sebenarnya .
" lo semua silahkan duduk dulu , supaya kita bisa lihat ini .!" kata David sambil mengangkat leptopnya membawa ke atas meja .
Setelah David membuka file dan memperlihatkan pada mereka bertiga , tanpa axel dan rangga sadari ternyata dalam kejadian yang menimpa ziona ternyata wanita dan laki - laki yang tadi mereka intai ada di sana , namun terlihat sangat jelas bahwa bukan mereka otak di balik semua .
" ga , xel , zein .?" David memanggil ketiga sahabatnya .
mereka langsung menoleh melihat ke arah David .
" ada apa .?" tanya rangga cepat .
" sepertinya mereka main dengan pasukan bawah .! jadi kita tidak boleh sembarang ini .!" kata David menjelaskan pada mereka bertiga .
" lo yakin broe .?" tanya axel bingung sekaligus tak percaya , dan hanya di anggukkan kepala oleh David.
" berarti ini lo harus benar - benar bantu kita Vid .!" kata axel saat mendengar kata bawah tanah axel langsung paham kemana arahnya itu kalau bukan para gangster atau para mafia .
" iya Dav .! lo harus bantu kita untuk mengetahui semuanya tentang motif pelaku itu mencelakai ziona .! kalau perlu lo minta teman - teman seprofesi lo untuk bantuin kita ." kata zeindra cemas .
" iya lo semua tenang dulu gw udah hubungi teman - teman seprofesi gw , mereka bilang akan bantu kita .! apa lagi ini masalah para manusia bawah tanah ." kata David menjelaskan .
" gw belum makan ini , kita makan dulu ini gw udah minta pelayan buat bawa makan untuk kita sarapan dulu .!" kata David memberi tau .
" sarapan apanya ini udah mau siang .!" kata axel ketus , Karena melihat David yang santai saja dengan masalah ini , padahal lawan yang mereka hadapi terlalu kejam dan sadis .
" lo santai aja xel .! anak buah gw dan rekan - rekan gw udah bergerak kok .! kita tunggu hasilnya ." kata David yang mengerti dengan sikap axel ." gw udah kasih tau mereka semalam .!" sambung David namun perkataannya terpotong saat para pelayan masuk membawa sarapan sekaligus makan siang mereka .
********
Bersambung .
__ADS_1
Hay reader jangan lupa vote like dan comentnya ya.?
vote dan like kalian membantu author semakin semangat untuk menulis .