
Sepeninggalan rangga , axel dengan setianya menemani ziona yang masih betah menutup mata belum mau membukakan matanya .
padahal ini sudah lebih dari 4 jam dia belum sadar setelah paska operasi yang dilakukan oleh dokter .
" ya tuhaan .!" umpat axel dia belum mengabari zeindra dan bundanya ziona .
Karena baru teringat untuk menghubungi keluarga ziona akhirnya axel merogoh saku celananya untuk mengambil benda pipihnya .
" assalamualaikum zein .!" ucap axel setelah zeindra mengangkat telponnya .
" waalaikumussalam .! ada apa .? tumben lo telpon gw .?" tanya zeindra menghujami banyak pertanyaan pada axel .
" zein .! zi... zio ... ziona zein.!" kata axel dengan sedikit sesak di dadanya .
" ziona kenpaaa .?" tanya zeindra bingung , mendengar axel tiba tiba diam .
" xel ..? ziona kenapaa .? jawab hoi dia adik gw , gw berhak tau apa yang terjadi padanya .?" kata zeindra sedikit berteriak karena merasa khawatir dengan keadaan ziona.
" xel jawab gw .?" teriak zeindra kembali karena masih belum mendapatkan jawaban dari axel .
Axel menarik nafas dalam-dalam untuk mencoba merilekskan pikirannya , setelah merasa cukup axel langsung menceritakan pada zeindra kejadian yang terjadi kemarin pada zeindra .
" apaa .? lo bohong kan xel .? itu nggak mungkin kan .?" tanya zeindra bertubi tubi .
Bunda yang melihat zeindra langsung menghampirinya dan mencoba untuk menenangkan zeindra kembali .
" bund .! ayo kita ke Jakarta sekarang bund .!" kata zeindra pada bunda , dia langsung masuk ke kamarnya untuk mengemasi barang yang sekiranya perlu nanti.
Bundapun membereskan pakaiannya untuk di bawa walaupun masih belum tau apa masalah yang terjadi .
Setelah menempuh perjalanan jauh selama beberapa jam akhirnya zeindra dan bunda tiba di rumah sakit .
" zein siapa yang sakit sayang .? " tanya bunda saat melihat mobil yang di bawa oleh zeindra berbelok ke arah rumah sakit .
" bund .! bunda jangan banyak pikiran ya.! walau apapun yang terjadi nanti di dalam bunda harus ingat kesehatan bunda ya .?" kata zeindra mencoba untuk membuat bunda tidak memikirkan sesuatu .
" ada apa sayang .? kamu begini semakin membuat bunda khawatir dan kepikiran nak .!" tanya bunda dan mencoba untuk mencari tau semua yang terjadi .
" bund.! ziona bund .!" kata zeindra terhenti mencoba untuk mengatakan semuanya namun jangan sampai bunda syok hingga ngedrop .
" ziona kecelakaan bund . makanya kita kesini untuk menemani ziona yang sedang di rawat di sana .!" kata zeindra kemudian menunjukkan kearah rumah sakit tujuan mereka .
__ADS_1
Mendengar semuanya bunda langsung lemas tak berdaya , namun bunda mencoba untuk menguatkan dirinya demi putra dan putrinya yang sedang di rawat .
" ayok kita masuk zein .! bunda ingin liat adek kamu bagaimana kondisi dia .!" kata bunda sambil membuka pintu mobil wajahnya sudah di penuhi dengan buliran air mata.
Tanpa menjawab zeindra langsung keluar dari mobilnya dan mengikuti bunda dari belakang , sambil mencoba menghubungi axel untuk tau dimana ruang ziona .
" xel dimana ziona .?" tanya zeindra saat melihat axel yang begitu berantakan dan sendu , axel hanya menunjukkan kearah kamar rawat inap ziona .
" bunda .! ayo bund .!" kata zeindra setelah tau di mana kamar rawat ziona , bunda hanya mengikuti dari belakang .
cekleeeek suara handle pintu terbuka , nampaklah ziona yang terbaring tak berdaya di bangsal dengan selang infus dan beberapa selang lain berada di tubuh ziona .
Bunda yang melihat putrinya begitu memilukan langsung terkulai lemah untung axel masuk dengan sigap dia memegang tubuh bunda yang hampir jatuh kelantai .
" bund hati hati .!" kata axel " ayok aku bantu jalan ke sofa !" sambung axel lalu memapah bunda ke sofa di ruang itu .
" dek. ! bangun dek .! ini abang .! " kata zeindra mencoba membangunkan ziona namun tak ada respon apapun.
" dek kamu harus bangun dek , di sini ada kakak tampan masa kecil kamu lo .? kamu nggak mau gitu liat wajah dia sekarang .?" kata zeindra mencoba berbicara pada ziona dengan sedikit menceritakan masa kecilnya .
" kamu dulukan pernah bilang sama abang , kalau besar kamu bakalan cari kemanapun dia dan kamu akan menikah bersama dengan dia ." kata zeindra masih mencoba memberi semangat untuk ziona bangkit dari tidurnya .
Ternyata usaha zeindra berhasil terlihat jelas jari jari ziona mulai bergerak .
" hai mbak .! gimana .? apa yang mbak rasakan saat ini .?" tanya dokter pada ziona , saat sedang memeriksa keadaan ziona .
" Alhamdulillah baik dok .! cuman sedikit pusing .!" kata ziona menjelaskan .
" oeh baiklah.! kalau gitu mbaknya istirahat dulu jangan banyak bergerak dan pikirannya ya .? supaya cepat pemulihannya .!" jelas dokter pada ziona , hanya dianggukkan kepala saja oleh ziona .
" bunda .! bang zein .!" ucap ziona ." kapan ke Jakarta .?" tanyanya kemudian sambil melihat kearah zeindra .
" tadi .! kemarin malam axel kasih tau.!" kata zeindra .
" ada apa .? kenapa lihatnya gitu .? " tanya zeindra saat dia melihat sorot mata ziona seperti ingin menanyakan sesuatu padanya.
" tadi aku dengar bang zein bilang kalau kakak tampan ada di sini.! mana dia .?" tanya ziona setelah memberanikan diri untuk bertanya , walau dari tadi axel tidak pernah berhenti melihat kearahnya .
" tuh yang dekat bunda .!" bisik zeindra pada telinga ziona sambil menunjuk kearah axel .
" yang benar bang .?" tanya ziona tak percaya " masak iya kak axel , kakak tampan aku dulu .?" kata ziona tak terima dengan apa yang dikatakan oleh zeindra .
__ADS_1
" kalau nggak percaya tanya aja bunda .!" kata zeindra sambil melirik kearah bunda .
" ini kenapa jadi bunda .?" tanya bunda , yaa saat ini bunda sudah terlihat lebih baik dari pada tadi saat pertama mereka datang .
" itu bund .! kata bang zein kalau kak axel itu anak cowok yang dulu pernah ziona ceritakan sama bunda , emangnya benar bund.?" tanya ziona setelah menjelaskan tentang apa yang di bicarakannya bersama zeindra.
" oeh itu .! " tanya bunda lalu tersenyum saat melihat ziona yang merasa malu saat axel semakin menatapnya .
" iya benar sayang .! bahkan dulu ayah kalian sudah menjodohkan kalian berdua .!" kata bunda memberi tau tentang perjodohan antara ziona dan axel .
" yang benar bund .?" kali ini bukan ziona yang bertanya tetapi axel yang ingin tau .
" iyaa .! bahkan dulu ayah kalian merencanakan pernikahan kalian saat ziona tamat SMU, ya karena kondisi keluarga kita dulu yang harus pindah ke kota S dan komunikasipun tidak lagi terjalin makanya kami tidak lagi membahasnya .!" jelas bunda dengan menahan sesak di dada karena dengan menceritakan semuanya bunda harus mengingat masa dimana bunda dan ayah berpisah untuk selamanya .
" bund udah bund .!" kata zeindra sambil memeluk bunda " bunda jangan sedih gini kasian ziona yang baru sadar tapi kita malah sedih sedih gini , seharusnya kita buat dia tersenyum bukan nangis gini .!" sambung zeindra .
" iya bunda .! bunda jangan sedih lagi ya .? ayah udah tenang di sana . kita doakan semoga Allah memberikan tempat disisinya untuk ayah .!" kata ziona menahan sedihnya
" aamiiin yaa allaah .!" ucap mereka bersama.
tok... tok....tok....
" permisi semuanya .! mbak ini makanannya .! di makan ya .?" kata suster memberi semangkuk nasi pada ziona , hanya dianggukkan kepala saja oleh ziona.
" saya pamit dulu .!" kata suster setelah memastikan semuanya aman dengan kondisi ziona .
Bunda langsung mengambil makanan di tangan ziona untuk menyuapinya.
karena melihat ziona seperti kesulitan , dan juga bunda ingin memberikan perhatian pada putrinya yang baru pertama bertemu kembali setelah hampir setahun lebih.
******
Bersambung...
hay reader terima kasih atas dukungannya.
semoga author semakin semangat dalam berkarya.
maaf jika lama atau sedikit upnya .
ada kegiatan yang membuat author hnaya punya sedikit waktu bertemu dengan dunia halu .🤭🤭🤭🤭 .
__ADS_1
jangan lupa vote , like dan comentnya ya biar author tambah semangatnya.