Senja Yang Terlupakan

Senja Yang Terlupakan
Bab 34 Ngidam


__ADS_3

" mas .!" panggil ziona .


" euuuummm ." jawab axel karena dia sedang berkutik dengan leptopnya .


Karena melihat axel masih sibuk dengan pekerjaannya , akhirnya ziona memutuskan untuk keluar dari kamar mereka .


Melihat istrinya keluar cepat - cepat membereskan kerjaannya .


" yang mau kemana .?" tanya axel , saat melihat ziona yang sedang ingin membuka pintu kamar .


" mau keluar, kenapa .?" jawab ziona singkat sambil menarik handle pintu .


" ngapain .?" tanya axel kemudian menghampiri ziona yang masih berada di depan pintu .


" ya mau cari apa yang bisa di makan ." jawab ziona dengan nada dinginnya .


" iiiissshhhh , istri tercinta aku kenapa ini .?" tanya axel sambil menoel hidung ziona .


" nggak kenapa - napa , itu tangan ngapain .?" kata ziona sambil melirik ke arah tangan axel yang hendak menarik pipi mulus istrinya .


" nggak ada , tapi kamu kok makin gemes ya sekarang .? mana ni udah kayak bakpao , pengen banget deh nyubit terus ." kata axel sambil memegang kedua pipi ziona .


" oewh jadi maksudnya aku gemuk sekarang .?" kata ziona , entah kenapa akhir-akhir ini ziona sering berubah moodnya .


" yang kau lagi PMS ya .?" tanya axel karena melihat sikap ziona yang sensitif .


" nggak ada ." jawab ziona masih dengan tampang judesnya .


" nah kalau nggak lagi datang bulan , kenapa juga tu moodnya berubah gitu .? beberapa bulan kemarenkan kalau dia lagi datang bulan aja kayak gini .! nah ini kok sensi tanpa sabab.?" batin axel sambil melihat kearah ziona .


Usia pernikahan mereka saat ini sudah beranjak 4 bulan , namun baru kali ini Ziona begitu kesal karena axel .


" eh sayang kamu ngapain malam - malam di dapur .?" tanya mama axel saat melihat menantunya yang duduk sendiri di meja makan .


" pengen makan ma , laper .!" kata ziona.


" katanya laper tapi kok makanannya nggak di makan itu .!" tanya mama bingung karena sedari tadi makanan yang ada di depan ziona hanya di aduk aduk saja tanpa di sentuh sedikitpun .


" nggak napsu sama ini , pengen makan rujak ma ." kata ziona , sambil membayangkan bagaimana enaknya rujak saat masuk ke dalam mulutnya .


Mama mendengar itu semakin bingung dengan sikap menantunya .


" kamu ini udah kek orang hamil aja .!" kata mama sambil menggelengkan kepalanya .


" eh bentaaar apa tadi hamil .? apa mungkin kamu lagi hamil makanya ngidam pengen rujak .?" tanya mama antusias .


" xeloooo , papaaa .?" teriak mama memanggil axel dan papa .


" ada apa sih ma .?" tanya axel dan papa ,


mereka khawatir takut ada sesuatu .

__ADS_1


" ambil kunci mobil sekarang .? nggak pakek protes" kata mama meminta axel dan papa mengambil kunci mobil .


Mau tidak mau axel mengambilnya , tapi beda dengan papa yang malah duduk di meja makan .


" pa .? kok masih duduk di sini .?" tanya mama saat papa ingin mengambil buah yang ada di piring .


" lah papa juga .? untuk apa ma kunci mobilnya .? kan udah di ambil xelo tu .?" tanya papa bingung dengan sikap istrinya .


" iya iyalah pa .? kalau xelo nggak dapat mana tau papa yang dapatin ." kata mama sambil melirik ke arah ziona .


" emang mau cari apa sih ma .?" bukan papa yang tanya tapi axel yang baru saja turun dari kamarnya sambil menenteng 2 kunci mobil sekaligus .


" noh , istri kamu ngidam pengen rujak ." kata mama antusias.


" apa .? ngidam .?" tanya papa dan axel bersama , dengan cepat mama menganggukkan kepalanya .


" eh bentar , apa tadi mama bilang ngidam .?" tanya axel lagi .


" iya xelo , kemungkinan besar ni ziona pasti lagi hamil ." kata mama dengan raut wajah bahagia .


" ma.! ini belum pasti ma .?" ucap ziona sedikit khawatir , takut semua itu hanya mimpi saja.


" tapi bentar deh yang .! kamu kan udah telat bulan ini . kayaknya seminggu deh ." kata axel sambil mengingat-ingat .


" kalau begitu kamu pergi sana .! cari rujak buat mantu mama sama jangan lupa di beli testpeknya ." kata mama sambil duduk di dekat ziona .


" sayang semoga saja keinginan kita terkabulkan, aamiin.!" kata mama berharap .


" aamiin." papa mengaminkan di samping mama .


" lah papa masih di sini .?" tanya mama saat melihat papa masih asik mengunyah buah .


" terus kemana juga ma .? inikan rumah kita .?" jawab papa santai .


" tadi mama minta papa ngapain .?" tanya mama langsung berdiri .


" suruh beli rujak buat. mantu mama , eh mantu papa juga ." jawab papa cepat .


" terus ngapain juga masih di sini .?" tanya mama kesal .


" kan udah pergi tu si xelo .? untuk apa lagi papa pergi ma .?" tanya papa santai


" ya papa pergi juga biar cepat ketemunya ." jawab mama.


" nggak papa ma pa , biar mas axel aja yang pergi ." kata ziona memotong perdebatan mertuanya .


Karena merasa malu dengan ziona akhirnya mama papa berhenti untuk berdebat , dan memilih untuk kembali duduk sambil memakan buah .


" sayang ini .! makan buah-buahannya udah mama kupas buat kamu ." kata mama sambil menyodorkan buah yang ada di tangannya ke arah ziona .


" makasih ma .?" kata ziona sambil mengambil buahnya .

__ADS_1


" papa mana ma .?" tanya papa


" nih ambil kupas sendiri ." kata mama mendorong beberapa buah yang ada di piring dengan sebuah pisau di sana .


" kena...?" tanya papa namun langsung di potong oleh mama .


" karena papa nggak mau dengar kata mama tadi , padahal kalau papa ikut calon cucu dan menantu mama pasti udah makan rujaknya sekarang ." jawab mama kembali kesal pada papa .


Melihat istrinya kesal papa langsung diam tak berani berkutik , entah apa yang terjadi papa istrinya sehingga membuatnya sensitif seperti ibu hamil .


" itu mama kenapa .? ini yang hamil siapa .? yang sensi siapa .?" batin papa sambil memijat kepalanya melihat kelakuan istrinya .


Hampir 1 jam menunggu akhirnya axel pulang juga dengan dua kantong plastik di tangannya .


Cepat - cepat ziona menghampiri axel .


" mas bawa sini .!" kata ziona meminta kantong plastik yang ada di tangan axel , dengan cepat axel memberi pada ziona .


" udah pengen banget apa yang .?" tanya axel saat melihat ziona yang sedang buru - buru mengambil plastik di tangannya , ziona hanya mengangguk saja dan langsung duduk saat barangnya sudah berada di tangannya .


Dengan cepat ziona memasukkan rujaknya kedalam mangkuk , saat melihat rujak ziona tidak bisa lagi menahannya .


" aaeemmmm .! ya tuhan enak banget ." kata ziona setelah menyuapinya ke mulut .


Mama yang penasaran ingin tahu , akhirnya mencoba satu suap .


" haap .! enak sih .!" kata mama saat mengunyah rujak yang di mulutnya .


" ma itu buat istri axel ma .!" protes axel saat melihat mama mengambil rujak ingin menyuapinya ke mulutnya .


" nggak papa ma ambil aja ini buat mama .! ziona satu aja , ini nggak mau lagi ." kata ziona sambil mendorong satu bungkusan rujak yang masih ada dalam plastik .


Axel tidak tanggung - tanggung membeli rujak , dia membeli 3 bungkus sekaligus untuk ziona .


Namun ziona hanya mengambil satu dan dua lagi dia berikan pada mertuanya .


" yang aku tu carinya buat kamu .!" protes axel saat melihat ziona memberikan 2 bungkus rujaknya pada mama .


" udah buat mama aja . mas tadi beli buat siapa .? buat akukan .? jadi terserah akulah mau kasih buat mama atau siapa gitu .! lagian aku tuh maunya nggak banyak , oeh iya mas kesini .?" tanya ziona hingga membuat axel diam saja , dan terpaksa mengikuti keinginan istrinya .


Baru saja axel mendaratkan bokongnya di kursi , ziona langsung mendorong rujak yang ada di tangannya ke arah axel .


" mau aku suapin .?" tanya axel saat melihat rujak di depannya .


Namun ziona hanya menggelengkan kepalanya .


" terus untuk apa juga ini .?" tanya axel sambil melirik ke arah mangkuk .


" mas makan ya .? di habisin ." kata ziona dengan mata berbinar - binar menatap axel.


" aku tu nggak suka yang sama rujak ." kata axel , saat melihat mata ziona yang sudah berkaca-kaca , mau tidak mau akhirnya axel memutuskan untuk memakannya .

__ADS_1


__ADS_2