
" iya ya kemana dia .?" tanya axel , ikutan bingung dengan rangga karena dia bukanlah sosok sahabat yang sangat peduli pada setiap masalah yang dihadapi oleh axel .
tuuut tuuuuut tuuuuut suara telpon masuk namun yang di telpon belum juga mengangkatnya .
Sudah berapa kali axel menelpon rangga namun tidak ada juga di angkat .
Lima belas menit kemudian terdengar dering telpon axel ,dengan cepat axel mengangkat karena yang menelponnya adalah rangga .
" halo ga .! lo dimana .? lo ada masalah apa sebenarnya .? kenapa lo nggak beri tau gw .? apa lo udah nggak nganggap gw sahabat lo lagi atau ...." begitu banyak pertanyaan yang di lontarkan oleh axel sehingga rangga terpaksa memotongnya .
" lo itu kenpa sih .? gw udah kayak tersangka kejahatan aja dengar rentetan pertanyaan dari lo .! kalau nanya itu satu satu broe , jangan gini .!" kata rangga balik bertanya pada axel .
" sorry broe .!" jawab axel kikuk .
" yaudah lo di mana sekarang .? ziona dah pulang ni nggak ada lagi di rumah sakit ." kata axel memberi tau rangga.
" oewh , Alhamdulillah kalau udah boleh pulang . lo sekarang di mana .? ada yang ingin gw kasih tau sama lo. kita harus selesaikan masalah ini secepatnya" kata rangga bertanya tentang keberadaan axel .
" ini gw di rumah , baru aja sampek ni ." jawab axel " emang ada apa sih ga.?" tanya axel sedikit berbisik agar yang lain tidak mendengarkannya .
" lo ke sini atau gw ke tempat lo .?" tanya axel yang paham dengan gelagat rangga .
" lo tunggu gw di rumah lo aja biar zein nggak curiga nanti ." jawab rangga dan itu membuat axel semakin yakin bahwa masalah yang akan di katakan oleh Rangga adalah masalah yang terjadi pada ziona 2 minggu yang lalu .
" okey gw tunggu lo disini , pas banget ni zein mau istirahat tu , jadi kita nggak harus cari alasan apapun untuk menghindari zein sementara .!" kata axel memberi tau pada rangga .
********
Dua puluh menit kemudian terdengar suara ketukan pintu kamar axel , karena setelah menelpon rangga axel langsung menuju ke kamarnya .
" iya masuk , nggak di kunci .!" kata axel memberi tau .
cekleeeek suara handle pintu kamar axel terbuka .
" kak .?" panggil ziona , axel yang melihat ziona masuk langsung kaget karena dia takut saat rangga datang dia keceplosan ngomong tentang masalah 2 minggu lalu .
" ada apa heuuummm .?" tanya axel pada ziona sambil memegang kedua sisi muka wanita tersebut .
__ADS_1
" kak maaf yaa .?" pintanya pada axel karena dia masih merasa bersalah atas yang telah terjadi .
" hei lihat aku sekarang .!" kata axel sambil memegang kedua tangan ziona untuk di bawa ke dalam genggamannya .
"semuanya sudah menjadi takdir , kamu jangan mempersapahkan diri kamu sendiri , karena di balik semua ini allaah pasti sudah menentukan yang terbaik untuk kita berdua .!" jelas axel mencoba untuk membuat ziona tidak larut dalam masalahnya tentang kejadian waktu itu .
" iya kak , yaudah aku ke kamar dulu ya .?" kata ziona walaupun dengan mata yang sudah mulaai bengkak .
Tak selang berapa lama ziona keluar dari kamar axel , rangga pun tiba dia membawa laptopnya di tangan . yang tak pernah dia lakukan selama ini .
Rangga dan axel melihat mungkin ada kejanggalan atau sesuatu yang dapat di jadikan petunjuk mengetahui siapa pelakunya di balik kecelakaan yang menimpali ziona .
" stop ga .!" kata axel " coba lo liat cewek ini .!" sambung axel sambil menunjukkan seorang wanita ,
" lo liat ni .! bukannya ini laki laki yang dorong pot bunga kearahnya ziona berdiri .
Rangga hanya menganggukkan iya setuju dengan yang axel katakan.
" itu wanita kayaknya gw kenal deh ga .!" kata axel pada rangga , lagi lagi rangga hanya mengangguk saja .
" lo kenapa sih broe .? dari tadi mangguk mangguk aja .? heran gw .!" tanya axel kesal pada rangga .
" oewh .!" kata axel ber O ria.
" kita harus kasih bukti ini pada polisi , enak aja tu laki hidup bebas sementara gw harus kehilangan calon anak gw ." kata axel yang hendak berdiri namun di cegah oleh rangga .
" lo tenang aja tu pria udah di proses sama polisi ," jawab rangga " ini yang jadi masalahnya dalang yang sebenarnya belum diketahui !" jelas rangga pada axel .
" broe thanks banget ya selama ini ternyata lo udah ngurus semuanya buat gw .!" kata axel berterima kasih pada rangga .
" iya sama sama xel .! lo itu bukan hanya sebagai sahabat bagi gw , tapi lo udah gw anggap seperti saudara kandung gw sendiri .!" jawab rangga kemudian mereka saling memeluk ala pria .
" berpelukaaaaaaann .!" tiba tiba terdengar suara seseorang dari depan pintu .
" zein .!" ucap rangga dan axel bersama .
" mampus gw bakalan di pecat jadi calon adik ipar ini alamatnya sama si zein ." batin axel saat melihat zeindra .
__ADS_1
" semoga zein nggak dengar semuanya .!" batin rangga .
" lo berdua kenapa sih .! gw ini sebenarnya apa di hati kalian .?" tanya zeindra pada Rangga dan axel " dan lo .! gw nggak nyangka lo setega itu ngehancurkan masa depan adek gw .!" kata zeindra meluapkan emosi dan perasaannya .
" baaaaang .!" ziona muncul di belakang zeindra , karena dia yakin Abangnya pasti tidak akan bisa mengontrol emosinya saat semua yang terjadi padanya di ketahuinya .
Ya ziona telah menceritakan pada zeindra apa yang terjadi padanya beberapa bulan lalu , awalnya zeindra di sulutkan emosi yang sangat .
Namun setelah ziona memohon pengertian pada zeindra , akhirnya abangnya itu mau menerima semuanya dan mencoba untuk memaafkan kebejatan axel dulu .
Karena selama beberapa hari terakhir ini zeindra melihat ketulusan hati axel terhadap ziona , yang membuat dia dengan rela memberikan tanggung jawab pada axel untuk menjaga ziona.
" dek kamu ngapain kesini .! ini kamar anak cowok ,kamu keluar sana . lagian kamu sama axel kan belum nikah . nggak boleh dua duaan ." usir zeindra karena melihat adiknya langsung masuk ke dalam kamar axel .
" iya sayang kamu masuk ke kamar aja ya istirahat , kamu kan baru saja sembuh .!" kata axel lembut.
" kamu tenang aja dek , ada kakak disini .!" kata rangga kemudian untuk meyakinkan ziona untuk keluar , bahwa mereka akan baik baik saja nantinya .
" iyaa kak , trima kasih ya .? oeh iya tolong jagain mereka ya agar nggak macam macam karena kalian bertiga itu adalah laki laki yang aku andalkan sebagai tempat untuk aku bersandar saat aku ada masalah .!" kata ziona sambil menghapus air matanya yang mengalir di pipinya .
" iya sayang aku janji sama kamu .! apapun yang di lakukan zeindra , aku akan menerima semuanya ." kata axel jujur .
" eh lo pikir gw apa .?" tanya zeindra kesal .
" calon abang ipar gw .!" jawab axel enteng .
" looo .!" umpat zeindra geram.
" baaaaang .!" panggil ziona langsung menghampiri axel .
" ngapain.? bukan muhrim , kalau mau dua duaan terus besok kalian berdua langsung nikah aja .!" kata zeindra sambil menarik tangan ziona yang hampir dekat dengan axel .
*********
Bersambung .
hay reader maaf ya jika lama upnya .!
__ADS_1
author ada sedikit kesibukan soalnya di dunia nyata .