
Jam 10 malam akhirnya satu persatu tamu sudah kembali , tinggallah keluarga saja yang ada di tempat resepsi pernikahan axel dan ziona .
" kamu kenapa .?" tanya axel saat melihat ziona duduk sambil memijat kakinya .
" pegal mas .!" jawab ziona tanpa melihat kearah axel .
Mama yang mendengarnya langsung meminta axel membawa menantunya pada axel untuk istirahat di kamar .
" xelo kamu bawa ziona ke kamar gih , kelihatan ziona sudah lelah tu .!" kata mama pada axel .
" yok sayang ." ajak axel pada ziona .
" bentar mas , kaki aku kayaknya keram nih ," kata ziona sambil masih memijat kakinya.
" yaudah kalau gitu aku gendong aja ya .?" kata axel langsung mengangkat tubuh ziona tanpa menunggu jawaban dari ziona .
Sampai di kamar mereka , axel membaringkan tubuh ziona di atas tempat tidur .
" nah itu mau ngapain .?" tanya ziona saat melihat axel tiba - tiba memegang kakinya .
" katanya pegal yang .! ya mau aku pijatlah , tapi nggak gratis ya .?" kata axel sambil tersenyum licik penuh dengan makna .
" nggak usah , kalau nggak ikhlas .!" kata ziona sambil menarik kakinya .
" udah deh nggak usah ngeyel , aku tu ikhlas lahir batin tau nggak yang .! apa lagi kalau ...." kata axel menggoda ziona , namun langsung di potong oleh ziona .
" kalau apa .? eh hari ini tanggal berapa mas .?" tanya ziona tiba - tiba .
" Empat belas .! kenapa sih yang .?" jawab axel sedikit bingung kenapa tiba - tiba istrinya menanyakan tanggal .
" pantesan ." kata ziona membuat axel semakin bingung .
" pantesan apa .?" tanya axel untuk menghilangkan rasa penasarannya .
" mas minta tolong ya .! yaaa please .!" kata ziona sambil mengangkat dua jarinya membentuk huruf V .
" apa.?" tanya axel mulai waspada .
" tolong beliin roti tawar dong .!" kata ziona sambil mengedip ngedipkan matanya .
" roti tawar .?" ulang axel . dianggukan kepala oleh ziona masih dengan mengedipkan matanya .
" yang mata kamu kenapa .?" tanya axel tambah bingung .
" untuk apa sih yang roti tawar .? kan nggak enak .!" tanya axel , ziona langsung menepuk jidatnya karena suaminya yang tampan ini tidak paham dengan apa yang dia maksud .
" ya ampun maas .! bukan roti tawar beneran mas ." kata ziona sedikit geram , entah suaminya tidak tau atau emang pura - pura tidak tau .
" laah apa juga .? " kata axel dengan polosnya .
melihat suaminya yang terlihat imut , ziona menjadi gemas .
__ADS_1
" itu , eummmmm .!" kata ziona sedikit bingung bagaimana cara mengatakan pada suaminya .
" apa sih yang ,? kamu jangan ragu gitu , apa yang kamu inginkan akan aku lakukan.!" kata axel dengan bangga .
" mas tolong beliin aku pembalut sebentar ya .? menurut perkiraan aku datang bulan .!" kata ziona , axel mendengar itu langsung lemas .
Sedari tadi dia sudah membayangkan malam pertama mereka , tapi saat ini di patahkan oleh penghalang besar apalagi kalau bukan bulan merah .
" heuuummm , iya baiklah kamu tunggu sebentar di sini ya .? aku mau turun kebawah dulu buat belinya ." kata axel sedikit lemas namun dia tidak bisa melakukan apapun karena itu emang sudah menjadi kudratnya seorang wanita .
" iya jangan lama itu , sama beliin cemilan ya mas .? biasanya aku sering lapar kalau pas datang bulan .!" kata ziona sambil menjelaskan pada axel .
Axel langsung turun ke lantai bawah , saat ini mereka ada di hotel tempat resepsi pernikahan mereka di gelar .
Saat di depan pintu axel tidak sengaja berhadapan dengan bunda .
" mau kemana nak .?" tanya bunda saat melihat axel sedikit buru - buru .
" anu , itu bund .! ziona minta di beliin pembalut .!" jawab axel sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" oewh , yang sabar nak ya .?" kata bunda membuat axel menjadi bingung .
" maksud bunda kamu harus sabar menghadapi putri bunda .! karena biasanya zio kalau lagi masa datang tamu bulanannya , moodnya sedikit berbeda . kadang nggak ada angin tiba - tiba marah ," kata bunda menjelaskan .
" iya bund , bund terima kasih ya .?" kata axel .
" untuk .?" tanya bunda.
" semuanya , salah satunya karena bunda udah ngerestuin hubungan kami .!" kata axel .
" terima kasih bunda ." teriak axel karena posisinya dan bunda sudah jauh .
Bunda hanya mengangguk sambil tersenyum kemudian langsung masuk ke kamarnya .
Setelah membeli keperluan yang di pesan oleh istrinya , axel langsung kembali ke kamarnya .
Sampai di kamar axel mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar tidak menemukan istrinya disana .
Namun baru saja axel ingin mencari sudah terdengar suara air di kamar mandi , akhirnya axel memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur karena merasa lelah .
Saat ziona keluar dari kamar mandi , dia melihat axel yang sudah terlelap .
" mungkin mas axel lelah sekali." batin ziona , dan dia mengurungkan niatnya untuk membangun axel untuk mandi .
Akhirnya ziona memutuskan untuk pergi mengganti pakaiannya , setelah selesai mengganti pakaiannya ziona langsung ikut berbaring di tempat tidur bersama axel .
****
Matahari menembus ke dalam kamar , membuat axel membuka matanya .
" selamat pagi istriku tercinta .!" kata axel sambil mengecup kening ziona .
__ADS_1
" seperti mimpi bangun tidur langsung melihat kamu di samping .!" kata axel sambil tersenyum dan mengelus kepala ziona .
Ziona yang tidurnya yang terusik langsung menggeliat , saat dia membuka matanya pelan langsung wajah axel terpangpang jelas di depannya .
" a....!" teriak ziona tapi langsung diam karena dia baru teringat bahwa yang di depannya ini adalah suaminya .
" kamu kenapa sayang .?" tanya axel melihat Ziona masih diam di depannya .
" ini nyata .?" bukan menjawab ziona malah bertanya balik .
" iya ini nyata kok yang .!" kata axel sambil tersenyum tipis kemudian dan langsung beranjak bangun .
" mau kemana .?" tanya ziona saat melihat axel bangun dari tidurnya .
" mau ke kamar mandi bersih - bersih , mau ikut .?" tanya axel menggoda ziona .
" nggak , lagi malas bangun ." jawab ziona kemudian menarik kembali selimut untuk menutupi tubuhnya sampai ke leher .
" yaudah , aku mandi dulu ya .?" kata axel sambil mengusap kepala ziona .
" heuuummm.!" jawab ziona sambil menganggukkan kepalanya .
setelah axel masuk ke dalam kamar mandi , ziona kembali tidur .
20 menit kemudian akhirnya axel sudah selesai mandi dan menggantikan pakaiannya , saat melihat kearah tempat tidur dia melihat ziona yang masih terlelap .
Axel memutuskan pergi ke luar memesan makanan untuknya dan juga istrinya .
Lima belas menit akhirnya sarapan pagi mereka sampai , kemudian axel membangunkan ziona untuk sarapan .
" yang bangun sarapan dulu yok , nanti bobok lagi .!" kata axel membangunkan ziona.
Ziona yang di bangunkan oleh axel langsung membuka matanya pelan , sambil mengumpulkan nyawanya yang entah kemana - mana .
Setelah merasa nyawanya sudah terkumpul akhirnya ziona bangun langsung ke kamar mandi untuk mencuci mukanya .
Keluar dari kamar mandi ziona langsung menghampiri axel yang masih menunggunya untuk makan berdua .
******
Bersambung..
hay reader jangan lupa vote dan like ya .?
biar author jadi tambah semangat buat nulis nya .
oh ya maaf beberapa hari ini nggak up.
soalnya daerah author lagi gangguan jaringan saat ini .
sorry ya .?
__ADS_1
dan terima kasih buat yang udah dukung author untuk bekarya .
❤️❤️❤️❤️