
Setelah pamit pada Jessica , akhirnya Rangga axel dan ziona meninggalkan negara L mereka memutuskan untuk pulang ke Indonesia .
Beberapa jam mereka di udara akhirnya mendarat di bandara dengan selamat . saat di bandara Rangga tak sengaja melihat kembali Gracia bersama seorang om om.
Ternyata bukan hanya Rangga saja yang melihat kejadian itu axel juga melihatnya , betapa dia bersyukur karena dia tidak bersama dengan wanita tersebut .
ziona yang tidak tau apa masalahnya dia juga menghentikan langkahnya saat melihat axel dan Rangga tidak bergerak sama sekali saat dia memanggil mereka berdua .
" kak ada apa .?" tanya ziona pada Rangga yang masih terdiam walau ziona sudah menghampiri mereka .
" ah iya ada apa .?" tanya rangga gugup , dia khawatir kalau sampai axel tau dan curiga .
" laaah kok malah balek nanya sih .?" tanya ziona ketus karena bukan mendapatkan jawaban .
" nggak apa-apa kok .! kamu jangan marah marah gitu .! ingat yang ada di sini .?" kata axel kemudian menunjukkan memegang perutnya sambil matanya melihat ke arah perutnya ziona .
Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah orang tua axel , dan rencana besok axel akan mengabari bunda dan abangnya ziona .
*****
Tanpa mereka sadari bahwa seseorang telah memperhatikan mereka dari tadi saat ziona memanggil rangga dan axel .
Wanita itu terlihat sangat marah melihat ziona dan axel begitu akrap .
" bruuk .!"
" aaaakh "
" geubruuuukkk " suara benda terjatuh kelantai membuat axel dan Rangga langsung menoleh kebelakang betapa terkejutnya mereka saat melihat ziona yang terjatuh dengan darah yang mengalir di sekitarnya .
" zionaaaaaa .!" teriak axel dan Rangga bersamaan dan menghampirinya .
" ga telpon ambulan ga cepetan .?" teriak axel panik , Rangga yang masih syok cepat cepat menghubungi ambulance .
15 menit akhirnya ambulance datang ke lokasi axel langsung menggendong ziona membawa masuk ke ambulance .
Rangga yang melihat gelagat aneh dengan kejadian tersebut tidak langsung ikut menemani axel dan ziona .
" gw yakin ini bukan kecelakaan pasti ada orang yang rencanakan ini semua , nggak munkin tiba tiba pot ini ada di sini .!" kata rangga saat melihat ada sebuah pot di tempat kejadian perkara tadi .
__ADS_1
Karena merasa tidak percaya dengan semua itu Rangga memutuskan untuk pergi ke tempat keamanan untuk memeriksa CCTV .
Sampai di ruang keamanan Rangga langsung memeriksa CCTV dan melihat sekeliling tapi aneh rekaman video beberapa menit yang lalu tidak ada .
" pak ini kok nggak ada rekaman beberapa menit yang lalu .?" tanya rangga setelah beberapa kali dia memastikan tidak ada rekaman saat kejadian .
" nggak tau mas , karena pas waktu kejadian tadi saya ada yang yang mencari saya makanya saya keluar sebentar .!" jawabnya jujur .
Rangga yang mendengar semuanya semakin yakin bahwa setiap kejadian tadi bukan kecelakaan tapi sabotase seseorang .
" pak ada nggak CCTV yang lain mengarah ke sana .?" tanya rangga dia ingin mencari tau kebenaran yang ada .
" ada mas .?" jawab petugas , membuat Rangga sedikit merasa lega setidaknya ada sedikit bukti.
" ini mas .!" kata petugas kemudian membiarkan rangga melihatnya .
Saat dia lihat ternyata benar dugaannya tadi bahwa ada yang sabotase kejadiannya .
" pak disini ada CCTV nggak pak. .?" tanya rangga lagi mungkin barang kali ada , maka dia akan tau siapa yang menyabotase CCTVnya .
" ini mas .!" kata petugas keamanan setelah mengambil handphonenya .
" oewh itu mas ini CCTV milik pribadi saya mas .! karena saya belajar dari pengalaman mas saya dulu , dia juga menjadi penjaga keamanan di rumah orang kaya .tapi karena kecerobohannya dia di fitnah oleh musuh tuanya , dan akhirnya dia di penjara saat aku mengunjunginya dia mengatakan semuanya pada saya kalau misalnya nanti saya bekerja sama sepertinya dulu maka saya harus memastikan diri saya aman dengan bukti nyata ,!" kata petugas keamanan tersebut menjelaskan pada Rangga .
" itu benar banget pak apa lagi sekarang kejahatan di mana mana , dan terima kasih atas bantuannya ya pak .?" kata rangga berterima kasih dan kemudian dia pamit pada petugas tersebut langsung menuju ke rumah sakit .
Axel yang menemani ziona ke rumah sakit masih panik di ruang tunggu karna dokter yang masuk ke ruangan belum juga keluar .
" xel gimana .?" tanya rangga pada axel setelah sampai ke rumah sakit tepatnya di depan pintu ruang operasi .
" ga gw nggak tau ga .! gw nggak mau kehilangan salah satu dari mereka ga , gw nggak sanggup ga .!" tangisan axel yang begitu rapuh .
" lo bisa xel , gw yakin lo kuat , lo jangan lemah kayak gini ini semua demi ziona .!" Rangga mencoba untuk menguatkan axel .
ceklek pintu ruang operasi terbuka , menampilk seorang dokter di depan pintu .
" maaf di sini suami pasien yang mana ya .?" tanya doktee pada rangga dan axel .
axel yang mendengar itu langsung berlari menghampiri dokter ," saya dok.! istri saya kenapa .?" tanya axel , walau dia tau bahwa dia dan ziona belum menikah namun untuk mempermudah proses perobatan ziona axel terpaksa berbohong .
__ADS_1
" bapak bisa ikut saya untuk menandatangani surat pernyataan , karena bapak harus memilih antara menyelamatkan nyawa istri anda atau bayi yang dalam kandungan .!" tanya dokter tersebut yang membuat axel langsung ambruk ke lantai saat mendengar kenyataan yang ada .
Rangga yang mendengar penjelasan dokter langsung menghampiri axel untuk membantu memapah axel ke kursi tunggu.
" maaf pak kita tidak bisa membuang waktu lama pak .!" kata dokter yang membuat Rangga bergetar saat mendengarnya .
" dok apa adik saya bisa hamil lagi setelah ini .?" tanya Rangga memastikan dengan kemungkinan yang ada .
" masih pak .! tapi pasien di rawat dengan baik dan diberi asupan yang bisa menyuburkan kandungannya dan juga vitamin.!" kata dokter menjelaskan pada rangga .
" kalau gitu selamatkan istri saya dok .!" kata axel cepat tak ingin terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi pada ziona .
" baik pak .! silahkan tanda tangan di sini .!" kata dokter kemudian memberikan surat untuk di tanda tangani oleh axel .
setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga akhirnya ziona di operasi , 1 jam akhirnya operasi lancar .
ceklek pintu ruang operasi terbuka dan menampilkan dokter dan 2 suster yang terlihat bernafas lega.
" gimana dok .?" tanya axel dan Rangga bersama .
" alhamdulillaah semua berjalan lancar pak .?" Jawab dokter , axel dan Rangga bernafas lega walaupun di hatinya axel merasa sedih karena anak yang ada di kandungan ziona harus di angkat namun dia tetap bersyukur setidaknya ziona sekarang baik baik saja .
Setelah membereskan semuanya akhirnya ziona di bawa ke kamar nginap untuk masa pemulihan .
namun karena kondisinya masih pengaruh obat bius ziona masih terlelap .
" sayang aku minta maaf ya .? karena aku nggak bisa jaga kamu dan calon anak kita .?" kata axel sambil mengusap tangannya ziona .
namun ziona masih belum merespon omongan orang lain dia masih betah memejamkan mata padahal sudah 3 jam setelah operasi berlangsung .
Rangga yang melihat ziona sudah keluar dari ruang operasi di langsung pamit pada rangga untuk mengurus suatu masalah .
20 menit rangga sampai di kantor polisi dan memberikan bukti yang dia dapat dari rekaman keamanan di tempat kejadian yang dia ambil dari petugas keamanan .
" trima kasih pak atas bantuannya .!" kata Rangga bersalaman dengan polisi kemudian dia pamit kembali melihat ziona yang ada di rumah sakit .
******
bersambung.
__ADS_1