
30 menit akhirnya mereka sampai di taman , zeindra masih tidur di kursi belakang .
" bang bangun udah sampai .!" ziona membangunkan zeindra yang masih tidur .
" bentar dek , 10 menit lagi ya .? abang masih ngantuk banget ni .!" kata zeindra masih dengan mata terpejam dan dengan suara khasnya orang tidur .
" bang ayooo .! katanya mau temanin zio jalan - jalan ." rengek ziona sambil menarik tangan zeindra.
Mau tidak mau akhirnya zeindra bangun dari tidurnya , walau mata masih sedikit mengantuk dan kepala yang masih pusing .
Zeindra mengajak ziona untuk langsung duduk di kursi taman , ziona mengikuti kemana langkah kaki zeindra .
Saat mendapatkan sebuah kursi zeindra tidak menyia - nyiakannya , dia langsung menduduki bokongnya di kursi diikuti oleh ziona .
Karena masih merasa pusing zeindra menyenderkan kepalanya di sandaran kursi taman , dan langsung memejamkan matanya dengan segera .
Sebenarnya dia tidak tega pada ziona , namun karena merasa sangat pusing dia memutuskan untuk lanjut tidur walau hanya 5 menit lagi .
Awalnya ziona belum sadar dengan apa yang di lakukan oleh zeindra , namun setelah 10 menit kemudian dia tidak mendengar suara zeindra yang ada hanya hening .
Ziona segera melirik ke arah zeindra .
" bang .! " ziona membangunkan zeindra " bangun bang .! kita ke sana yok .?" ziona kembali membangunkan zeindra dan mengajaknya ke arah stand makanan .
Zeindra langsung bangun dan mengikuti kemana langkah ziona , karena merasa sudah lebih baik zeindra mengajak ziona untuk makan siang .
Zeindra yang dari pagi belum makan apapun , dia langsung memesan makanan untuk porsi yang banyak .
" bang itu kenapa banyak sekali bang zein pesan .?" tanya ziona bingung .
" aku tuh belum makan dari tadi pagi ." jawab ziendra sambil menarik kursi untuk dia duduk .
Baru saja kakinya melangkah ingin duduk , tiba _ tiba ziona langsung nyelonong duduk .
" makasih bang zein .?" kata ziona sambil nyengir .
" heuuummm .!" jawab ziendra singkat .
" untung lo adek gw .! dan juga lagi hamil kalau nggak , nggak tau dah ." batin zeindra geram dengan sikap ziona .
" hei lo ngapain bengong di situ .?" kata zeindra saat melihat axel yang masih betah berdiri di samping kursi .
" gw nggak sudi lo sok romantis gitu ke gw ." kata zeindra mengejek karena zeindra tau itu kursi yang di ambil axel buat ziona .
__ADS_1
" siapa yang mau gituan sama lo ? gw normal masih normal ya? buktinya tuh bini gw hamil ." protes axel tak terima dengan ulah zeindra .
" apaan sih kamu mas .? brisik banget , aku tu mau makan bukan mau dengar kamu sama bang zein berantem .!" kata ziona kesal .
Zeindra mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya melihat axel yang langsung diam saat ziona memarahinya .
" waaaah ada yang nggak berani menentang ni ya .?" kata zeindra menyindir Axel .
" lo .!" geram axel sambil mengepalkan tangannya karena zeindra yang masih memancing emosinya .
" bang kita pindah meja yok .?" kata ziona tiba - tiba , dia malas melihat axel yang masih belum bisa diam .
Entah kenapa moodnya berubah saat melihat axel , mungkin karena hormon kehamilannya yang membuat ziona berubah moodnya .
" yang , kok pindah .?" tanya axel lemas .
" kalau kamu masih aja nggak bisa diam nggak usah satu meja sama aku dan bang zein .!" kata ziona sedikit mengancam .
Mendengar itu axel langsung diam , tidak lupa memasang mode cuek kalau - kalau nanti zeindra memancing emosinya lagi dia tidak lagi terpancing .
Berbeda dengan ziona dan axel yang masih berdebat , zeindra seperti melihat sesuatu yang selama ini dia cari .
Namun karena dia merasa tidak ingin membuat ziona tau akhirnya zeindra memilih hanya memperhatikan saja dari arah dia duduk .
" nggak ada , tadi gw kayak liat teman gw aja dari kota S di sini ." jawab zeindra sedikit berbohong .
" ooo.! kenapa nggak bang zein panggil aja gabung sama kita .?" tanya ziona antusias dia yakin itu raynan sahabat zeindra yang ada di kota S .
" kayaknya bukan .!" jawab ziendra cepat .
" yaaah padahalkan seru kalau itu benar kak ray .!" kata ziona sedikit kecewa , karena bukan orang yang di harapkan olehnya .
" siapa kak ray .?" tanya axel kesal namun diaa mencoba untuk tetap bertanya dengan lembut , karena kondisi ziona yang masih berubah moodnya .
" dia sahabat sekaligus sekretaris merangkap aspri gw ." kata zeindra santai .
" waaah parah lo , itu orang broe bukan robot .! kok lo tega banget buat dia nggak punya waktu untuk dirinya sendiri .?" protes axel saat mendengar apa yang baru saja di katakan oleh zeindra .
" dianya aja mau .! kenapa lo yang sewot gini .?" tanya zeindra geram dengan tingkah axel .
Kembali hening saat pelayan datang membawa pesanan mereka , karena sudah sangat lapar zeindra langsung mengambil makanannya .
" bang mau .!" kata ziona saat melihat zeindra menyendok kuah ikan ke mulutnya .
__ADS_1
" nih buat kamu semua ." kata zeindra mendorong mangkuk isi gulai ikan ke depan ziona ,
Dengan cepat ziona mengambilnya dan langsung melahap semuanya , zeindra mengambil pesanannya yang lain dengan cepat dia memakannya .
Karena fealingnya mengatakan jika ziona lihat dia memakan makanan itu pasti dia memintanya lagi .
Dan benar saja baru setengah mangkuk makanan itu masuk ke dalam perut zeindra , ziona meminta lagi apa yang sedang di makan oleh zeindra .
Axel melihat itu hanya bengong saja melihat tingkah laku istrinya , namun dia sedikit bahagia karena yang di ganggu makan oleh ziona adalah zeindra .
karena melihat ziona yang makan apa yang dia makan , zeindra akhirnya mencoba semua makanan yang ada di meja tak terkecuali milik axel .
" eh itu punya gw .! kenapa lo embat cing .?" tanya axel saat melihat zeindra mencoba makanannya .
" nggak usah pelit deh lo nyet , dikit aja ini .! biar tu istri lo nggak ambil makanan yang sedang gw makan . gw lapar nyet dari tadi pagi belum makan , ini pas makan baru berapa suap di ambil sama noh bini lo ." kata zeindra sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya .
Benar saja yang di katakan oleh zeindra .
Ziona langsung ambil makanan tadi yang pertama di coba oleh zeindra .
Melihat itu zeindra langsung tenang , dia tidak membuanh kesempatan itu zeindra langsung makan makanan yang saat ini ada di tangannya .
Saat menyuapi suapan terakhir , tanpa sengaja zeindra melihat wanita yang beberapa bulan ini dia cari .
" Gracie .? berarti selama ini dia masih di sini .? lo pikir gw nggak kenal sama lo walau lo udah ganti gaya lo .?" batin zeindra .
" ziona abang duluan ya .? kan udah tadi jalan - jalannya.? makan udah juga , kamu pulang sama si axel aja ya .?" kata zeindra hati - hati takut membuat mood ziona berubah lagi .
" ya udah hati - hati bang ya .?" kata ziona sambil menatap wajah zeindra .
" padahal gw suaminya bukan zein , si zein itu abangnya .! tapi kok rasanya gw udah kek temannya dan si zein kayak suaminya .?" batin axel kesal dengan sikap ziona .
" sabar xel .! sabaaar , istri lo lagi hamil anak lo .!" umpat axel pelan .
" xel .! baek - baek lo ya .? hati - hati lo jangan sampai di cuekin lama lo kalau salah ngomong ." bisik zeindra di telinga axel , memperingati axel agar ekstra sabar mengikuti mood ziona .
" okey . sana aja lo .! dan hati - hati aja di jalan ." kata axel berbisik
*******
Bersambung.
hay reader jangan lupa vote like dan komentar ya .?
__ADS_1
vote dan like kalian penyemangat author buat terus menulis .