Senja Yang Terlupakan

Senja Yang Terlupakan
Bab 4 Aku juga ingin seperti mereka


__ADS_3

setelah menunggu 10 menit pesanan ziona dan mila pun sampai.


" silahkan mbak.! selamat menikmati.!" kata pelayanannya mempersilahkan.


" terima kasih mbak.!" jawab ziona dan mila barengan.


Merekapun segera memakan dengan lahapnya.


" waaaa gw kenyang banget ni jamaelah.!' kata mila, di jawab dengan anggukan kepala oleh ziona,


" iya sama gw juga rabuemah.!" sambil memegang perutnya.


" kita mau kemana lagi setelah ini.?" tanya ziona.


" gimana kalau ke taman.!" ziona pun setuju,


akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke taman setelah selesai makan.


Tidak terlalu jauh dari kafe dengan taman yang mereka datangi, dan akhirnya mereka memutuskan untuk duduk di pinggiran sungai.


" waaaah adem banget di sini.!" kata ziona dan di anggukkan kepala tanda setuju oleh mila.


Tanpa mereka sadari jika saat ini sudah menunjukkan jam 5 sore , karena mereka asik bercanda dan bercerita tentang masalah, mereka akhirnya buru - buru pulang takut kemalaman di jalan saat pulang.


" Mil dah jam 5 ini kita pulang yok.?" ajak ziona sambil melihat jam tangannya.


" yok kalau gitu.!" jawab mila.


Dan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumahnya mereka.


" assalamualaikum.!" ucap ziona sambil melangkah masuk ke dalam rumah.


" waalaikumussalam." jawab bunda yang terdengar dari dapur, dan ziona langsung menghampiri bundanya.


" eh bund.! masak apa bund.?" tanya ziona.


" ini bunda masak makanan kesukaan kamu sop sayur." kata bunda.


" laaaahhh tapi ini kok banyak makanan lain bund .? ada yang datang.?" tanya ziona heran.


" oh ini , abang kamu tu tadi telpon bunda, katanya nanti temannya mau kemari dan makan malam bareng sama kita." jawab bunda menjelaskan.

__ADS_1


" ooo zio ke kamar dulu ya bund.? udah gerah ni lengket.!" kata ziona.


" ya udah sana mandi yang bersih tu bau banget tuh.!" kata bunda jawab dengan nyengir oleh ziona.


setelah siap bersih - bersih dan shalat,


ziona langsung trus membantu bunda untuk menyajikan makanan di atas meja.


" assalamualaikum.?" ucap ziendra memberi salam.


" waalaikumussalam." jawab bunda dan ziona.


" waaaaaaah wangi banget masakan bunda jadi lapar ni .!" kata ziendra .


" mandi sana.! bau tu.," kata ziona sambil menutupi hidungnya.


" enak aja wangi gini di bilang bau." jawab ziendra sombong.


tanpa di sadari ada seorang yang saat ini menatap mereka tepatnya ke arah ziona dan ziendra yang sedang asik bercanda.


Dia merasa sedikit iri dengan kehidupan temannya, yang begitu bahagia walau kehidupan mereka sederhana tapi mereka masih bisa saling bercanda dan kumpul bersama.


" iya tante , trima kasih.!" jawab axel.


" jangan di panggil tante , panggil bunda aja seperti ziona dan ziendra aja.! " pinta bunda pada axel karna merasa tak nyaman dengan panggilan tersebut.


" iya tan... eh bunda, " jawab axel dan akhirnya memasuki rumah tersebut sambil melihat ke seluruh sudut ruangan.


" yok nak silahkan duduk, zio tolong buatkan minum buat teman abang kamu nak.!" bunda meminta ziona untuk membuatkan minum dan sedikit cemilan pada tamu mereka.


" silakan kak.!" ziona memberikan air dan cemilan untuk axel dengan menunduk kepalanya.


" iya trima kasih." jawab axel . " ya tuhaaan cantik dan alami banget ciptaanMu ." batin axel sambil menatap ziona.


" euhheumm , lo napa broe.?" tanya ziendra yang baru selesai mandi dan keluar dari kamarnya.


" nggak, nggak kenapa - napa kok." jawab axel sedikit gugup seperti habis kepergok sedang melakukan kejahatan.


" Oh gw kira lo liat apa.!" kata ziendra yang pura - pura tidak tau kalau sebelumnya tadi dia melihat axel yang sedang memandang ziona.


Jam kini sudah menunjukkan pukul 9 malam akhirnya axel pamit setelah dia tadi ziona masuk ke kamarnya.

__ADS_1


sepeninggalan axel ziendra masuk ke kamar adiknya.


" dek sedang apa.?" tanya ziendra basa basi.


" ni lagi ngerjain tugas sekolah. sama belajar , kan bentar lagi zio mau ujian akhir.!" kata ziona menjelaskan.


" ooo, berarti bentar lagi mau jadi anak kuliahan ni.?" tanya ziendra.


" ya iyalah bang. masak jadi mak - mak." kata ziona ketus.


Meninggalkan ziona dan ziendra, walaupun sesaat namun axel telah merasakan sedikit kebahagiaannya setelah datang ke rumah temannya tadi.


" ternyata begini ya rasanya bahagia.!" kata axel sambil tersenyum memikirkan apa yang terjadi dirumah temannya.


tanpa disadari nya ternyata senyuman ziona memutari otaknya.


" aaaaaaaahhhh kok bisa cewek itu buat gw senyum - senyum sendiri kek gini ya.?" tanya axel menyadari kebodohannya.


" pasti karna gw merasa seperti masuk ke keluarga mereka aja ni, ya pasti .!" kata axel meyakinkan dirinya.


" andai papa sama mama nggak sibuk selalu," axel berharap orang tuanya memiliki sedikit waktu untuknya.


" aku ingin seperti mereka yang bahagia walau hidupnya sederhana." sambung axel.


Tanpa di sadari oleh axel ternyata bik yem mendengar semuanya , dia sedikit bahagia saat melihat axel tersenyum dan saat mendengar lirihan axel menjadi iba .Karena bik yem merasa kasihan pada axel yang kurang mendapat kasih sayang orang tuanya.


tok... tok... tok...


terdengar suara ketukan akhirnya axel mengalihkan matanya ke arah suara ketukan.


" ada apa bik.?" tanya axel pada pengasuh sekaligus art di rumahnya.


" itu mas bik yem mau tanya , mas axel mau di masak makan malam apa.?" tanya bik yem.


" ngak usah masak lagi bik , axel udah makan tadi di rumah teman." jawab axel menjelaskan.


" oh baiklah bibik permisi dulu mas.!" pamit bik yem , dan hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh axel.


bersambung.


nggak bisa mikir lagi ini udah pusing , entah belum makan atau karna bergadang.

__ADS_1


__ADS_2