Senja Yang Terlupakan

Senja Yang Terlupakan
Bab 9


__ADS_3

Sudah 3 bulan ziona menjadi asipri axel hubungan antara mereka pun semakin dekat , sikap axel pun kini mulai berubah .


Axel semakin hari semakin ingin dekat dengan ziona karena dia merasa nyaman dengan adanya ziona di dekatnya .


" lexa mana jas saya .?" tanya Axel pada ziona sedikit berteriak .


" di samping tas pak .?" Jawab ziona juga dengan sedikit berteriak karna saat ini dia lagi di dapur .


Ya selain menyiapkan pakaian untuk axel ziona juga menyiapkan makanan , karena bagi axel masakan khas milik ziona itu seperti sesuatu obat yang membangkitkan semangat untuk dia bekerja .


Setelah siap dan terlihat rapi axel langsung turun menuju ruang makan , yang menjadi kebiasaan setiap paginya semenjak 3 bulan terakhir ini .


" lexa ayo kita makan bersama .!" kata axel saat melihat ziona yang hendak ke kamarnya yang di siapkan oleh axel tepat di sebelah kamarnya .


" maaf pak saya tadi sudah sarapan .!" jawab ziona cepat.


" apaaaa. ? kamu sudah makan tadi .? kenapa nggak nunggu aku untuk makan bersama .?" tanya axel dengan nada protes tak terima jika ziona makan tanpa menunggu dia.


" maaf pak saya tadi sangat lapar .!" kata ziona cepat ,


khawatir takut axel makin marah.


" oewh gitu yaudah nggak papa ,kamu temanin saya aja kalau gitu.!" kata axel dengan sedikit lembut ,


" baik pak .!" jawab ziona cepat.


" pak .? emangnya saya bapak - bapak apa.?" axel kembali tersudut emosi setelah mendengar panggilan ziona.


" kan emang biasanya begitukan pak.? saya memanggil anda.? " tanya ziona sedikit pelan tapi masih didengar oleh axel .


" nggak mulai sekarang kalau kita hanya berdua kamu harus panggil saya yang lain.!" kata axel kemudian mengambil menyuruh ziona langsung duduk dengan isyarat mata.


" tapi kan di sini kan nggak cuma kita berdua aja , ada bik yem dan art lain tu .!" kata ziona menjelaskan pada axel.


" maksud saya itu kecuali di kantor lexa .!" jawab axel dengan menekan kata - katanya .


" oewh ,! okey kalau gitu cepat makanya aku tu mau mandi ini udah gerah banget , ntar kalau telat aku salah lagi.!" kata ziona dengan tanpa atau memang sengaja dia menyindir Axel


Setelah mendapatkan persetujuan dan perintah dari ziona entah kenapa axel langsung menurut begitu saja , bik yem yang tanpa sengaja mendengar perkataan ziona yang membuta axel memggeleng - gelengkan kepalanya saat melihat axel yang menurut saja .


Selama ini yang bik yem tau tidak ada seorang pun yang bisa membuat axel nurut seperti itu bahkan orang tuanya sekalipun .

__ADS_1


" yaudah Abangkan udah siap makanya tu , aku tinggalin ya mau mandi ni siap - siap ke kantor.!" kata ziona dan langsung berdiri , baru saja ingin melangkahkan kakinya .


" apa tadi kamu panggil saya.? abang .? emang kamu pikir aku tukang bakso.?" protes axel dengan banyak pertanyaan .


" terus apa juga sayaaaaang.!" tanya ziona dengan mencoba untuk tidak terpancing emosi .


" sepertinya itu bagus .!" kata axel dengan sedikit senyuman di wajahnya.


" apanya.?" tanya ziona yang pura - pura tidak tau dari maksud axel


" sayang .! itu panggilan yang bagus .!" kata axel tanpa sadar dengan ucapannya.


" sa-sayang .? nggak .! aku nggak mau emangnya aku pacarnya kak axel.?" tanya ziona pada axel karna dia tidak setuju dengan usulan axel .


Mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut ziona , axel tidak bisa berkata - kata emang itu kenyataannya .


Padahal selama ini axel merasa nyaman bersama ziona tapi dia masih ragu dengan perasaannya " apa benar yang kurasakan ini cinta atau apa mungkin karna lexa yang mirip dengannya ya.?" batin axel .


Axel takut dia akan menyakiti ziona jika dia mengungkapkan perasaannya tapi dia sendiri belum yakin dengan semua itu.


Axel takut dia menjadikan ziona sebagai pengganti wanita yang di cintainya .


wanita yang membuat axel menutup hatinya untuk wanita lain , karna dia yakin wanita itu akan bertumu lagi dengannya suatu hari nanti .


bahkan dia sudah mendatangi rumah wanita itu namun tak pernah bertemu , hanya keluarga wanita itu yang pernah dia jumpai karna saudara nya adalah sahabat axel sendiri .


" kak.! kak axel.!" ziona menjentikkan jari tangannya di depan axel tapi axel masih tetap setia dengan lamunannya .


karna melihat axel yang tidak ada respon sama sekali ziona langsung pergi meninggalkan axel .


" bik yem .! nanti kalau kak axel nanya , kasih tau aja lexa ke kamar ya bik.?" kata ziona memberi tau bik yem yang datang untuk membersihkan sisa makanan yang ada di meja .


" iya non , dandan yang cantik ya non.!" kata bik yem sebelum ziona meninggalkannya pergi berlalu naik ke kamarnya .


" haahahah , ada aja bik yem tu , di kira aku mau ngedate apa sama kak axel ,! tapi kak axel tadi kenapa ya bengong gitu.?" tanya ziona pada dirinya .


" aaaaah ngapain aku mikirin masalahnya.?" kata ziona sambil melangkah masuk kamar mandi dan langsung membersihkan dirinya .


Di ruang makan axel masih setia dengan persoalan hatinya ,sampai dia tidak menyadari kini ziona sudah kembali berada di ruang makan setelah tadi dia pergi meninggalkan axel untuk siap - siap .


" kak .!" panggil ziona menyentuh pundak axel hingga membuat axel kaget .

__ADS_1


" apaan sih .! senang kamu ya buat saya jantungan.?" tanya axel dengan wajah dinginnya.


" kakak nggak kenapa - napa kan.? karna tadi aku liat sebelum aku siap - siap kakak ngelamun aja sampai aku kembali lagi kesini kakak masih sama seperti tadi.!" kata ziona sedikit khawatir .


" saya nggak papa kok .! jadi kamu tadi ninggalin saya tanpa minta izin dari saya.?" tanya axel dengan nada sedikit tinggi .


" apaan sih kak .! aku tu tadi ya .? udah manggil kakak beberapa kali tapi nggak ada jawaban yaudah aku tinggalin aja .! ngapain liat kakak yang ngelamun gitu.!" kata ziona protes karna dia tidak terima dengan sikap axel yang ini itu harus lapor dulu padanya .


" yaudah karena kamu udah siap kita berangkat aja ke kantor.!" kata axel dan pergi meninggalkan ziona .


" kak jasnya.!" kata ziona sambil mengambil jas axel yang tadi dia letak di kursi di mengikuti axel dari belakang .


\*\*\*\*\*\*


30 menit sampai di kantor axel langsung masuk ke ruangannya yang di ikuti oleh ziona di belakang ,


" pak hari ini anda ada meeting di kafee xx pak .!" kata sekretaris axel saat axel menatap dia.


" jam berapa .?" tanya axel datar.


" siang ini pak jam satu.?" jawabnya cepat.


setelah mendapatkan jawaban dari sekretarisnya axel langsung melihat ke arah ziona yang sibuk dengan buku - buku .


" ada apa kak.?" tanya ziona saat melihat axel tak henti memperhatikannya .


" kamu nanti temanin aku ke kafee xx ya .?" jawab axel " ntar aku ada meeting sama mitra kerja .!" sambung axel karna dia mengerti dengan tatapan ziona .


bersambung.....


***


hy reader


jangan lupa tinggalkan jejak ya.


vote dan coment


maaf jika kadang ceritanya atau kata - kata nggak nyaman


karna ini merupakan karya pertama author

__ADS_1


mohon dukungannya supaya semakin semangat untuk bekarya


jangan lupa vote ya .?


__ADS_2