Senja Yang Terlupakan

Senja Yang Terlupakan
Bab 5 Kenapa harus aku


__ADS_3

Tak terasa kini tinggal beberapa hari lagi ziona akan mengikuti ujian terakhir , sebelum mendapatkan hasil lulus dan tidak lulusnya.


Ziona dan mila dalam beberapa bulan yang lalu , setiap hari belajar bersama untuk mengikuti ujian akhir sekolah.


" dek kapan kamu mulai ujiannya.?" tanya ziendra , " biar nanti abang yang anterin kamu ke sekolah biar nggak telat.!" sambung ziendra.


" insyaa allaah lusa bang hari Senin ini.!" jawab ziona yang masih fokus pada buku pelajarannya.


*****


Ziona yang sudah siap ingin berangkat ke sekolah tapi ziendra masih belum nampak batang hidungnya.


" bund.! abang kemana.? ziona mau ujian hari ini.!" tanya ziona pada bunda yang baru datang dari dapur menghampiri ziona.


" masih di kamar munkin zi.! udah kamu liat belom tadi nak.?" tanya bunda


setelah mendapat jawaban dari bunda , ziona langsung menuju ke kamar ziendra.


" bang udah bangun belom.? ni udah hampir jam 7 ni bang , nanti zio telat.!" kata ziona sambil mengetuk pintu kamar ziendra.


" bentar dek , lagi pakek baju ni.!" jawab ziendra sambil memakai bajunya dan menyambar kunci motornya.


" udah ayuuuk ,?" ajak ziendra yang sudah siap dan menarik pintu kamar untuk menutup pintu.


****


Sampai di sekolah ziona langsung mencari keberadaan mila sahabat satu - satunya yang di miliki selama berada di sekolah ini.


" mil , tunggu gw.!" kata ziona sambil berlari kecil menghampiri sahabatnya.


" udah lama sampai lo.?" tanya ziona.


" udah , udah siap sarapan tadi di kantin. Btw lo di anterin apa naik angkot.?" tanya mila balik pada ziona karna tak biasanya ziona jam segini baru sampek.


" di antar sama bang zien tadi , karna dia dah janji kemaren sama gw kalau dia mau nganterin gw ke sekolah.!" jawab ziona senang , karna sudah sangat lama dia menginginkan di anta olah abangnya seperti teman - temannya dulu yang memiliki saudara yang lebih tua , pasti ada yang antar jemput.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan hari ini adalah di mana hari yang menentukan lulus tidaknya mereka.


Ziona harap - harap cemas antara lulus dan tidak lulusnya


" mil gimana.? lo lulus nggak .?" tanya ziona di jawab dengan senyuman yang merekah oleh mila


" lo lulus juga gw udah liat nama lo di sana." kata mila sambil memeluk ziona dengan bahagia , ada sedikit rasa sedih karena setelah ini mereka pasti akan sibuk dengan urusan masing - masing.


" assalamualaikum bund." ucap ziona dengan senyuman manis pada bunda yang berada di ruang tamu.

__ADS_1


" waalaikumussalam. anak bunda kayaknya lagi senang nih.!" kata bunda sambil menatap putrinya


" iyaa bund , ziona lulus." ucap ziona.


" waaaaaaah selamat dek.!" ucapan ziendra bangga pada adiknya.


" iya trima kasih bang." ucap ziona sambil memeluk abangnya.


setelah selesai makan malam ziona , bunda dan ziendra duduk di ruang tamu sambil menikmati secangkir teh hangat dan cemilannya.


" dek , mau lanjut kuliah di mana kamu rencananya.?" tanya ziendra dan mendapat anggukan dari bunda.


" rencana di kampus yang sama dengan abang aja gitu.!" jawab ziona.


" oewh baiklah." kata ziendra.


" kamu hati - hati nanti kuliahnya karna abang insyaa allaah bulan depan udah mau wisuda . Jadi nggak bisa jagain kamu di sana." kata ziendra dengan sedikit memberikan nasihat pada adiknya.


********


" eh kamu.!" teriak seorang yang memanggil ziona.


" iya kamu.!" katanya lagi yang milihat ziona celingak celingukan seperti orang kebingungan.


" iya siapa lagi kalau bukan lo.?" katanya lagi.


" di sini cuma ada lo dan gw." sambungnya lagi


ziona pun langsung menghampiri laki - laki tersebut.


" ada apa ya kak.?" tanya ziona sedikit rasa was-was.


" nama lo siapa.?" tanya laki itu.


" ziona alexa putri kak.!" jawab ziona cepat.


" gw nggak nanya nama lengkap lo , yang gw tanya nama lo yang biasa di panggil.!" kata laki - laki itu lagi.


" lexa kak , tapi di...." belum selesai ziona bicara sudah di potong oleh laki - laki tersebut yang tak lain adalah rangga temannya axel.


" gw nggak mau ada kata tapi - tapi , berarti nama lo lexa ya.?" dan dapat anggukan dari ziona.


" lo lihat nggak cowok depan tu .? " kata rangga sambil menunjuk ke arah di mana axel sedang duduk.


" iya , kenapa emangnya kak.?" tanya ziona bingung.

__ADS_1


" gw mau lo dekatin dia , buat dia jatuh cinta sama lo." kata rangga


" nggak mau aku kak . aku ke sini mau kuliah bukan mau menarik perhatian cowok.!" kata ziona tegas.


" terserah lo mau buat dia jatuh cinta atau jadi sahabat , yang pasti gw mau lo dekatin dia agar dia itu bisa jadi kayak dulu lagi." kata rangga dengan sedikit lesu.


" nggak mau aku kak , aku tuh pernah dulu nggak sengaja ketemu sama dia orangnya sombong banget gitu malas aku kak.!" jelas ziona memberi pengertian pada rangga agar tidak berusaha memaksanya lagi.


Tapi semuanya tak sesuai harapan , ziona kekeh dengan penolakannya rangga tak tinggal diam , memohon-mohon dengan meletakkan kedua lututnya di lantai dan menyatukan kedua tangannya sambil memohon .


mau tak mau akhirnya ziona setuju.


" okey akan aku batu.!" kata ziona akhirnya mengalah " tapi aku mau tanya kenapa harus aku sih kak.?" tanya ziona bingung karena yang dia tau di kampusnya ini selama hampir satu tahun dia kuliah sepertinya banyak cewek yang menghampiri axel , jadi kenapa harus dia.


" itu karna kamu orang pertama yang berani ngelawan axel ." jawab rangga datar.


" jawaban apaan tu.?" batin ziona.


" ingat nggak kamu berapa bulan yang lalu.?" tanya rangga , dan di jawab dengan anggukan oleh ziona.


Flash Back.


bruk


" sial." umpat axel


" punya mata nggak lo.? , kalau punya pakek buat liat jalan .?" tanya axel sedikit berteriak.


" maaf kak aku buru - buru." jawab ziona.


" lo liat ini baju gw karna ulah lo sampek basah tumpah minuman , gw nggak mau tau lo harus ganti baju dan minuman gw.!" kata axel.


" tu baju bukan rusak ya cuma basah doang lagian kan cuma air putih aja , di keringin udah kelar ngapain pakek acara ganti segala.!" kata ziona kesal dengan nada sedikit keras.


Tak terima di bentak oleh seorang wanita yang dapat merusak citranya. Akhirnya axel mengambil barang ziona dan melempar hingga berhamburan kesana kemari , dan langsung beranjak pergi meninggalkan ziona.


Flash On.


" nah ingatkan .? , lo orang pertama yang berani ngelawan axel selama ini , makanya gw minta tolong sama lo . tenang kalau nanti axel udah kek dulu lagi gw langsung kasih sisanya.!" kata rangga sambil memberi seikat uang bewarna biru pada ziona.


" tapi kak....?" kata ziona dan langsung di potong oleh rangga.


" gw ngga mau dengar tapi dan penolakan dari lo , yang gw mau lo bilang okey kak ." kata rangga sambil berlalu.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2