
Setelah adegan paksa memaksa akhirnya axel pasrah jiga , dan langsung memasukkan rujak kemulutnya .
" testpeknya mana tadi .?" tanya mama pada axel .
" tu di kursi ." jawab axel ketus sambil melirik ke arah kursi .
Axel merasa kesal karena pada akhirnya , dua bungkus rujak yang dia beli terpaksa harus ia habiskan sendiri atas permintaan ziona .
Mau tidak mau axel harus menghabiskan , jika tidak ziona akan menangis .
sebenarnya ada tiga bungkusan karena satu di ambil oleh orang tua axel , makanya lain axel yang habiskan .
" untung tadi udah di ambil mama satu , kalau nggak mampus gw harus habisin semuanya ." batin axel sambil melirik ke arah ziona .
Karena takut sang macan maraung lagi axel cepat - cepat mengalihkan pandangannya dari arah ziona .
" kenyang banget ni .!" kata axel sambil meletak kembali sendok ke dalam mangkuk .
" mas itu belum habis kasian , mubazir ." kata ziona sambil melirik ke arah mangkuk .
" tapi aku tidak sanggup lagi untuk memakannya sayang , perut aku sakit ini ." kata axel sambil mengelus perutnya yang mulai terasa sakit .
" udah biar mama makan ya sayang ." kata mama mencoba untuk membujuk ziona .
" tapi ziona maunya mas axel yang habiskan ma ." kata ziona sambil melirik ke arah axel tak lupa matanya sudah mulai berkaca-kaca .
" tapi sayang .! axel udah kenyang itu ." kata mama lembut .
" nggak papa ma biar axel abisin toh nggak banyak lagi kan .?" kata axel , dia nggak mau melihat ziona bersedih , karena sedari tadi dia memperhatikan ziona sudah mulai berkaca-kaca menahan air matanya .
Dengan cepat - cepat akhirnya axel menghabiskan semua rujaknya .
baru lima menit setelah selesai memakan semua rujak , axel merasa perutnya semakin sakit .
" yang aku ke toilet bentar ya .?" kata axel pamit pada ziona buru - buru axel masuk ke kamar mandi yang ada di dekat dapur .
Sepuluh menit akhirnya axel keluar dari kamar mandi , baru lima menit dia duduk namu n axel kembali lagi ke kamar mandi .
Sudah tiga kali axel bolak balik kamar mandi , axel sudah merasa cukup tubuhnya menjadi lemas .
__ADS_1
Ziona yang melihat axel sedari tadi bolak balik kamar mandi , dia merasa bersalah karena telah memaksa axel untuk menghabiskan semua rujaknya .
" sayang kamu jangan kepikiran ya .? biar kita telpon dokternya supaya axel bisa di tangani ." kata mama sambil menenangkan ziona , takut kalau - kalau ziona menjadi khawatir takut berpengaruh pada kesehatannya .
Jika seandainya ziona hamil , mama takut akan mempengaruhi kesehatan ziona sekaligus bayinya .
Lima belas menit kemudian akhirnya dokter sekaligus sepupu mama datang .
" siapa yang sakit del .?" tanya dokter .
" itu , si xelo kak . tolong di kasih obat pereda sakit ya .?" jawab mama sambil menunjuk kearah axel .
" kamu makan apa sih xel .?" tanya dokter Riyan ,
" rujak wak .! 2 bungkus ." jawab axel sambil mengangkat 2 jarinya membentuk huruf V .
" ya tuhan xel .! kamu kan emang nggak bisa makan rujak dari dulu , apa lagi ini dua bungkus ." kata dokter riyan tak habis pikir dengan kelakuan ponakannya .
" itu aku yang minta mas axel buat habisin semuanya wak .?" kata ziona dengan rasa bersalah .
Dengan cepat mama membisikkan sesuatu pada sepupunya itu .
" iya sayang , coba kamu bering terus biar di periksa sama wak .!" kata axel meminta ziona untuk langsung berbaring .
Akhirnya ziona ikut berbaring di samping axel , setelah menanyakan kapan terakhir kali ziona datang bulan dan apa yang di rasakan oleh ziona .
Setelah mendapatkan jawaban ziona , dokter riyan langsung tersenyum melihat kearah axel .
" kak menantuku baik - baik aja kan .? itu kamu kenapa senyum - senyum gitu .?" kata mam penasaran .
" selamat ya xel , dan juga buat kamu , ternyata firasat kamu benar del . menantu kamu saat ini dia sedang hamil ." kata dokter riyan memberikan selamat pada axel dan semuanya .
" yaudah ini resep obatnya nanti jangan lupa di minum , dan sebaiknya besok ziona langsung periksa ke rumah sakit untuk memastikan lebih lanjut ." kata dokter riyan menjelaskan .
" oewh iya kau pamit dulu , mau istirahat capek banget rasanya ." kata dokter riyan pamit dan langsung pergi ke luar dari kamar axel untuk pulang .
" ya tuhan .! sayang makasih ya karena kamu udah ngasih kebahagiaan tak terhingga pada keluarga kecil kita ." kata axel sambil mengecup kening ziona .
Mama dan papa sudah keluar dari kamar axel , bersamaan dengan dokter riyan tadi .
__ADS_1
Saat ini hanya axel dan ziona yang ada di dalam kamar .
Saking bahagianya axel lupa dengan perutnya yang sakit , dia sibuk mengecup seluruh wajah ziona karena saking bahagianya dengan kabar kehamilan ziona .
" iya mas , aku juga sangat bahagia .! tapi udah cukup aku risih mas kayak gini ." kata ziona sambil mencoba menghentikan tingkah axel .
Karena melihat ziona yang sedang berusaha untuk melepaskan pelukannya , akhirnya axel melonggarkan sedikit pelukannya pada ziona .
" yaudah kamu bobok terus biar besok kita langsung ke rumah sakit untuk memastikan lagi dengan akurat ." kata axel dan di anggukkan kepala oleh ziona .
Keesokan paginya , setelah bangun tidur axel langsung siap - siap untuk pergi ke rumah sakit .
" yang bangun .! ini udah mau siang , jadi ke rumah sakit nggak .?" axel membangunkan axel dengan lembut.
Ziona langsung mencoba untuk membukakan matanya sambil mengerjapkan mata .
Melihat jam sudah pukul tujuh lewat dua puluh menit , cepat - cepat ziona masuk kamar mandi untuk membersihkan badannya .
Setelah sarapan pagi axel dan ziona langsung pergi ke rumah sakit , sampai di sana axel dan ziona langsung masuk ke dalam ruang dokter kandungan.
mereka masuk tanpa hambatan apapun karena di luar tidak ada pasien hamil lain di luar.
Setelah masuk ke dalam ruang dokter kandungan , ziona di minta untuk berbaring di tempat tidur .
Perawat langsung menuangkan gel di atas perut rata ziona , setelah selesai di ratakan gelnya dokter kandungan langsung menempelkan benda untuk memeriksa keadaan ziona .
" selamat pak dan juga ibu , Alhamdulillah sudah memasuki tujuh minggu ini . di jaga baik - baik ya pak sama ibu ." kata dokter memberi tau axel dan ziona .
" sepertinya ibu dulu pernah mengalami keguguran , jadi kandungannya di masa 3 bulan pertama ini masih sangat rentan ." kata dokter memberi tau kondisi ziona .
Setelah memberikan resep pada axel dan membersihkan gel di perut rata ziona , akhirnya axel dan ziona langsung keluar .
Axel tak henti-hentinya mengucap syukur karena telah di berikan kesempatan untuk merasakan menjadi orang tua , setelah anak pertama mereka yang telah gugur karena suatu keadaan .
*****
Bersambung .
ayo batu vote , like dan komentarnya biar author menjadi semangat untuk bekarya .
__ADS_1