Senja Yang Terlupakan

Senja Yang Terlupakan
Bab 36 Jadi Sopir


__ADS_3

Axel langsung mengabari bunda tentang kabar kehamilan ziona .


" ya allah , selamat ya nak .!" kata bunda di ujung telepon dengan nada bahagia .


Saat ini bunda dan zeindra sudah kembali ke kota S , karena zeindra tidak mungkin meninggalkan perusahaannya terlalu lama begitu saja.


Walaupun dia meninggalkan pada orang kepercayaannya , namun dia merasa tidak etis jika hanya mengandalkan bawahannya saja di perusahaan tanpa mengecek kondisi sendiri.


Sebenarnya bukan itu saja masalahnya , ada sesuatu yang sedang dilakukan oleh zeindra namun dia tidak ingin membuat axel dan rangga khawatir dengan masalahnya .


" yang benar lo .! bentar lagi gw dapat ponaan .?" tanya zeindra antusias .


" berarti besok gw antar bunda ke sana , mungkin dengan kabar dan kondisi zio begini bunda akan semakin cepat sembuh ." kata zeindra pada axel Setelah menjauh dari bunda .


" okey , gw rasa juga begitu .! tapi lo sendiri di sana , gimana kalau kejadian setelah acara resepsi pernikahan gw keulang lagi siapa yang bakal bantuin lo .?" tanya axel khawatir dengan kondisi abang iparnya .


" lo nggak usah khawatir tentang gw , insyaa allaah gw baik - baik aja di sini .! lagian rayhan ada di sini ." kata zeindra mencoba untuk membuat axel tidak terlalu khawatir dengan kondisinya .


Rayhan adalah sekretaris sekaligus aspri juga orang kepercayaan zeindra .


Setelah selesai mengemasi barang-barang bunda dan zeindra akhirnya pagi ini juga memutuskan untuk ke Jakarta .


" bang kamu yakin nggak ikut tinggal disana nantinya .?" tanya bunda saat mereka dalam perjalanan .


" nggak bun , palingan nanti malam aja zein nginap besoknya langsung balek ke sini lagi .! kan bunda tau waktu itu zein begitu lama ninggalin perusahaan , sayang rayhan harus mengurus semuanya .!" kata zeindra memberi tau pada bunda .


Sebenarnya bukan kasihan ataupun sayang dengan kondisi rayhan , namun zeindra masih ada masalah lain yang ingin dia selesaikan .


Masalah itu sudah lama terjadi , namun beberapa bulan yang lalu mengganggu kenyamanan zeindra kembali .


Mau tidak mau zeindra harus menyelesaikannya segera , dia takut nanti kalau - kalau masalah itu bisa merembet kemana-mana mungkin juga bisa menjerumuskan keluarga adiknya dan juga sahabatnya .


6 jam perjalanan akhirnya zeindra dan bunda sampai di kediaman orang tua axel .

__ADS_1


" assalamualaikum .!" ucap bunda memberi salam .


" waalaikumussalam , eh ris datang kok nggak kasih tau sih .?" tanya mama merasa tidak enak karena tidak menyambut kedatangan besannya .


" tadi buru - buru ma perginya , habis di beri tau tentang kehamilan zio bunda langsung antusias ingin menemui ziona .!" jawab zeindra yang baru masuk sambil membawa koper milik bunda.


" o iya ma , bunda tinggal di sini untuk beberapa saat ya .? karena zein ada urusan sedikit lagian bunda bisa nemenin mama dan zio kalau lagi masa - masa kayak gini ." kata zeindra , padahal dia merasa tidak enak dengan semua itu namun bagaimana lagi masalahnya tidak bisa di tunda lagi .


" tentu mama senang banget lah zein , kalau bunda kamu di sini .! kalau bisa sampai setelah ziona melahirkan ya zein .?" kata bunda memohon , zeindra langsung mengangguk karena setidaknya dia sedikit lega .


Mama meminta agar bunda di sini sampai ziona melahirkan , itu berarti zeindra memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya .


" assalamualaikum .!" ucap ziona dari pintu depan di ikuti axel dari belakang .


" waalaikumussalam." jawab semuanya .


" eh ada abang .! bundaaaa.!" kata ziona sambil melangkah pergi menghampiri bunda .


" bun , adek kangen banget sama bunda .!" kata ziona sambil memeluk tubuh bunda .


" nggak benar kamu dek .! sama abang nggak kangen kamu .?" tanya zeindra dengan sedikit dibuat se sedih mungkin.


" nggak usah lebay deh bang , ya kangen la .! bang jalan - jalan yok.?" kata ziona langsung melepaskan pelukannya pada bunda dan berbalik ke arah zeindra .


" yang ,.! Abang masih capek tu , kan baru nyampe dari kota S belum juga duduk kayaknya .!" kata axel lembut , namun bukan menjawab atau apa ziona langsung menundukkan kepalanya dan jangan lupa air matanya yang sudah mulai membanjiri.


Axel yang melihat itu langsung menghampiri zeindra , gw minta tolong ya .? tolong banget lo turutin keinginan dia !" kata axel memohon pada sahabat sekaligus abang iparnya.


" gw lelah ni mau istirahat bentar aja .!" kata zeindra " gw dari kemaren belum istirahat .!" sambung ziendra lagi .


" tapi lo liat tu adek lo .? ya sih dia sekarang istri gw .! tapi tolong bantu gw turutin ya dia ingin jalan - jalan bareng lo .!" kata axel memohon .


" emangnya kenapa lo maksa gini sih .?" tanya zeindra penasaran dengan axel yang memaksa dia untuk mengikuti keinginan ziona .

__ADS_1


" noh lo liat aja dia .! nunduk gitu udah mulai nangis , kalau lo nggak percaya coba aja lo dekatin ." kata axel sambil melirik ke arah ziona .


Karena melihat ziona yang masih menunduk kepalanya zeindra akhirnya menghampiri ziona , benar saja saat zeindra di dekat ziona dia melihat pipi ziona yang sudah basah .


" yok kita jalan - jalan ! mau kemana dulu kita .?" kata zeindra sambil memegang tangan adiknya tak lupa dia juga mengelus kepala ziona.


" beneran bang .?" tanya ziona dia langsung menghapuskan air matanya .


" ya iyalah . buat adek abang apa yang nggak jika abang bisa lakukan .!" kata zeindra tulus .


" yaudah kita ke taman ya bang .? bun , ma pamit ya zio mau ke taman dulu sama bang zein." pamit ziona pada kedua wanita paruh baya itu .


" iya hati - hati .!" kata mama dan bunda.


" lah sayang .! sama aku kok nggak pamit .?" tanya axel kesal karena merasa di lupakan oleh istrinya .


" mas kan ikut .! tapi bawa mobil , aku mau duduk sama bang zein di belakang ." kata ziona sambil menarik tangan zeindra masuk kedalam mobil .


" xel nih kuncinya .!" kata zeindra sambil melemparkan kunci pada axel tak lupa dengan senyum liciknya .


" sialan , jadi supir dong gw .?" umpat axel pelan.


" gw dengar lo ." kata zeindra sedikit berbisik karena dia baru mau masuk ke mobil setelah tadi dia menyuruh ziona terlebih dahulu untuk masuk mobil.


" itung - itung lo berbakti sama abang ipar , kapan lagi lo bisa jadi supir gw .?" kata zein menggoda axel .


" tapi beneran deh xel , kalau gw yang bawa takut bisa bahaya .! karena gw dari kemaren sampai sekarang belum tidur ni , mau lo kita nanti tinggal nama .!" kata axel sambil masuk ke dalam mobil.


" iya juga ya .! semalam gw telpon dia katanya dia kantornya lagi nyelesain masalah kantor , tadi pagi pas gw kasih kabar ziona hamil dia baru pulang kata bunda . yaudah deh dari pada tinggal nama mending gw setirin aja la." batin axel akhirnya dia memutuskan untuk menjadi sopir untuk istrinya dan juga ipar sekaligus sahabatnya .


Berbeda dengan zeindra saat masuk ke dalam mobil , dia langsung merebahkan tubuhnya dengan nyaman dan memejamkan matanya .


Karena melihat zeindra yang sudah tidur , akhirnya ziona terpaksa mengobrol dengan axel .

__ADS_1


Merasa tak bisa fokus untuk menyetir saat ngobrol karena ziona di belakang , axel menghentikan mobil meminta ziona untuk duduk di depan .


" yang pindah depan aja .!" kata axel setelah menghentikan mobilnya .


__ADS_2