SESUATU YANG HILANG

SESUATU YANG HILANG
prolog


__ADS_3

seberkas sinar melesat di antara pendar bintang-bintang penghias langit yang mulai memucat.


seorang gadis yang berusia dua puluhan tahun terpaku sejenak di tempat. Rambut panjangnya bergerai berkibar perlahan di sapu angin dingin pagi. nyata sekali ia memikirkan sesuatu yang perlahan merayapi hatinya. Lurus ia menatap seberkas bintang jatuh itu hilang dari pandangan. Beberapa hal berkecamuk dalam dirinya.


"perjalanan adalah perjalanan. telah kucoba bertahan berlarian dari gelombang. mungkin saat nya untuk memulai semua yang pernah tertinggal........ seandainya kesempatan itu masih ada."


dulu sekali, cinta begitu buncah memenuhi dada, hingga hari yang berbeda membelah gelembungnya menjadi dua, lalu menjadi tiga. seiring hari yang terus berloncatan mengikuti perputaran waktu, gelembung itu kini pecah, berhamburan meledakkan dirinya menjadi serpihan yang kecil. kelelahan sudah menyesak hampir tak lagi menyisakan ruang untuk tangisnya yang terlupakan.


"apa yang harus ku lakukan?" pesan singkat seseorang nan jauh disana telah mengubah kesedihan nya menjadi sebentuk luka yang kembali terbuka. haruskah ia ikut berkabung duka orang lain? sementara, dirinya sendiri sudah terbenam terlalu dalam lumpur kepedihan. Orang itu mungkin tak tahu, bahwa ia pernah melemparnya ke bibir jurang. disana, gadis itu jungkir balik untuk bertahan. namun, disaat yang sama, hatinya tertusuk kembali akan kenangan-kenangan cahaya dan warna-warna.


"tolong" seru suara lain yang tak tampak.


"hanya kamu yang bisa menyala dalam gelapnya."


Jessy kembali menapaki kembali jalan yang di lalui nya tadi saat langit timur melukiskan gurat cahaya jingga keemasan pada awan yang tergantung.

__ADS_1


padi disawah yang bermula kelam tersulap menjadi hijau menghampar dengan bulir makin menunduk. musim panen segera tiba. akankah aku memanen cahaya? besit Jessy dalam pikirannya yang semakin jatuh mendalam. Jessy terus melangkah sambil memikirkan kemungkinan-kemungkinan; yang terburuk sekali pun. Ia butuh waktu agar semua jalan dalam takdirnya bisa di tempuh tanpa terlambat. Atau, mungkin ia sudah terlambat. mungkin, ia akan di tinggalkan sekali lagi.


...----------------...


lelaki berwajah nyaris persegi itu baru saja kembali ke dunia nyata. Tulang pipinya bertonjolan dengan mata yang cekung karena kurang nya tidur. Tubuh lesu itu meggigil, sama sekali tak berkaitan dengan cuaca pagi yang berselimut kehangatan. baru dua jam lalu ia tidur dan rasa letih membanjirinya setelah berlarian dalam tidur mengejar bayangan yang hendak pergi. Sialnya, hampir setiap hari mimpi yang sama selalu datang menghampiri.


hampir lima belas menit lelaki itu terdiam, mengumpulkan kembali kekuatan nya yang telah terkikis. di topengnya kening dengan telapak tangan, sementara sikunya tertumpu pada lutut. titik-titik keringat sebesar bulir jagung berembun di keningnya. masih teraba Indra penciumannya, aroma Vodka di atas sprei_membuatnya mual. dengan rasa marah, di tariknya benda itu beserta tirai-tirai yang menggantung dijendela dan melempar nya ke sudut kamar hingga kamar yang suram kini terang benderang.


"Jessy," bisik bibirnya yang kering dan pucat. dipandanginya halaman dari jendela dengan tatap yang kosong.


...🎶when the time is coming back ...


I'll catch your love again


keep my soul with your band around

__ADS_1


promise me you never gone


and I'II Stand beside you forever 🎶


di letakkan nya kertas itu di atas meja. Dengan langkah tertatih menahan kepala yang terasa berat, lelaki kurus itu meninggalkan kamar. mimpi-mimpi buruk kembali mencambuki otaknya. aku perlu anti-depresan! Meskipun demikian, ia berusaha tak mengacuhkan nya. ia sudah tak peduli apakah dirinya masih waras atau sudah gila. semuanya sudah berlalu, ia tak perlu menyesal.



"*andai saja waktu yang tertidur ini bisa ku bangun kan kembali, mungkin lagu-lagu yang indah akan kembali mewarnai dunia. aku akan dapat bertahan*."



Sebenarnya, lelaki itu benci melakukannya. akan tetapi, ia harus kembali kesana, kerumah itu lagi. Rumah dimana ia pernah berharap untuk memulai kehidupan baru. Hanya saja, kali ini, kepergian nya adalah untuk memulai dan mengakhiri semuanya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2