SESUATU YANG HILANG

SESUATU YANG HILANG
Seperti Ada Sesuatu Yang Hilang


__ADS_3

Sebelum kami berangkat ke wahana permainan aku mengirimkan sebuah pesan Ke Jansen agar dia ingat dengan janjinya dan mengurus perceraian kami yang baru saja menikah aku sedikit merasa malu tapi apa boleh buat aku tidak sanggup lagi dengannya ku rasa aku sudah cukup bersamanya kali ini dan ini tidak seperti perpisahan ku saat pertama ini lebih seperti ada sesuatu yang hilang aku telah mati rasa dengannya tanpa ada kepedulian sedikitpun dan tidak lupa juga aku telah mengirim pesan bahwa aku telah memaafkannya namun aku punya syarat agar dia melepaskan kami.


Setelah pergi bermain sepuasnya tuan Fan memesan tiket untuk ke luar negeri keesokkan harinya tentu saja aku menyetujuinya karena aku telah muak menghadapi begitu banyak masalah selama ini dan masalah begitu datang tidak ada hentinya menghampiri kehidupanku tidak ada salahnya kami liburan ke luar negeri.


keesokan harinya kami berangkat namun aku merasa seperti ada orang yang terus mengamati kami di dalam pesawat tapi masa bodoh ada tuan Fan di sini aku percaya padanya tidak akan ada orang yang berani menyentuh kami ketika kami bersama tuan Fan. sesampai di sana kami langsung menuju sebuah penginapan untuk beristirahat.


Keesokan harinya kami pergi jalan-jalan ke tempat-tempat terkenal di kota itu kemudian tuan Fan mengajak kami ke suatu tempat namun dia meminta kepadaku untuk memakai penutup mata, aku menyetujuinya sesampainya di suatu tempat aku merasa tempat itu terasa berangin sepoi-sepoi menyejukkan hati kemudian tuan Fan memintaku membuka penutup mata ternyata itu d tepi pantai dan tuan Fan berdiri di hadapanku dengan menggendong Josse kemudian dia berkata kepadaku.


" maukah kamu menikah denganku, maafkan aku, aku tau ini terlalu cepat bagimu namun aku tidak ingin terlambat selangkah lagi kali ini dan aku minta maaf karena aku tidak bisa seromantis pria lain"

__ADS_1


aku terdiam sesaat aku merasa gugup.


"Maafkan aku tuan aku tidak bisa berpikir saat ini"


"baiklah aku mengerti ini terlalu cepat bagimu namun aku hanya ingin kamu mengetahuinya terlebih dahulu tentang perasaanku padamu dan aku tidak akan melukai kalian. sekarang mari kita bermain pasir pantai di malam yang indah ini dan biarkan rembulan bersinar menyaksikan kebersamaan kita dan di rumah aku sudah menyiapkan hadiah lainnya kamu tidak perlu menjawabnya sekarang jika kamu menolak aku itu tidak masalah setidaknya aku sudah mencoba"


aku hanya diam kemudian tuan Fan mengajak kami bermain pasir pantai serta naik perahu di tepi-tepi pantai sungguh pemandangan malam di tepi pantai dengan angin yang sepoi-sepoi dan di temani cahaya bulan terasa seperti di surganya dunia aku menikmati pemandangan malam itu dan Josse tertidur di pangkuan tuan Fan.


"Benar yang tuan katakan"

__ADS_1


"mulai malam ini panggil Aku Fan jangan panggil aku tuan lagi kamu bukan anak buah aku kalau kamu tidak bisa memanggil Fan Kamu juga bisa memanggilku sayang"


tuan Fan tersenyum bergurau denganku


"ya baiklah ngomong-ngomong baru malam ini aku melihatmu tersenyum sangat tulus"


"oh Iya emang biasanya aku terlalu serius ya"


"yaa kamu bahkan seperti patung manekin berjalan"

__ADS_1


kami saling ejek dan bergurau, jauh di tepi pantai di bawah pohon cemara yang rindang seperti ada seseorang yang terus memperhatikan kami. tidak berapa lama tuan Fan mengajak aku kembali ke penginapan karena Josse sudah terlalu lama di tepi pantai takut dia masuk angin.


__ADS_2