
Jasen Keluar dan berbicara dengan menggunakan isyarat akhirnya orang orang itu pergi juga tapi aku tidak tau apa yang mereka bicarakan... Jasen berdiri sebentar di luar mobil sambil menghabiskan sebatang rokok dia terlihat berpikir entah dia memikirkan apa dan siapa gerombolan orang yang menghadang kami tadi.
tidak berapa lama Jasen masuk ke dalam mobil dan dia langsung bertanya pada kami.
"apakah kalian ketakutan? maaf telah menunggu lama"
."Tidak apa-apa tadi kami cukup ketakutan tapi ada kamu di sini kami tidak akan ketakutan lagi"
__ADS_1
Jasen tersenyum dan mencium kening aku dan Josse. Mobil itu langsung melaju menuju toko bunga milik ku, sesampainya di toko bunga orang orang terlihat ramai sekali membeli bunga karena nanti malam adalah malam valentine aku ikut membantu mereka berjualan bunga serta merangkai bunga- bunga Josse dan Jasen juga ikut merangkai meski mereka tidak bisa tapi mereka tetap berusaha merangkai bunga ayah dan anak itu terlihat sangat akur mereka merangkai bunga sambil bercanda satu sama lain.
tidak berapa lama setelah aku sibuk mereka memberiku kejutan dengan bunga yang mereka rangkai, ayah dan anak itu berdiri memegang bunga rangkaian mereka masing-masing aku di minta memilih mengambil bunga yang mana terlebih dahulu, tanpa pikir panjang aku langsung mengambil bunga milik putraku yaitu Jose kemudian aku mengambil bunga milik Jasen dan mencium pipinya "trimakasih" Jasen langsung menghentikan aku "tunggu dulu liat dulu apa yang ada di tengah tengah bunga ini?"
benda itu berbentuk bulat dan berwarna merah ini seperti kotak perhiasan mungkinkah ini sebuah cincin apakah Jasen sedang melamar aku ahhhh jantungku terasa berdetak kencang karena ini mengingatkan ku masa dulu bersama Jasen.
kemudian aku mengambil benda itu dengan pelan dan membukanya setelah ku buka ternyata itu benar benar sebuah cincin permata dan Jasen langsung menurunkan tubuhnya sambil memegang bunga di tangannya dan berkata kepadaku. "Jes apakah kamu mau memberiku kesempatan sekali lagi untuk aku menebus semua kesalahanku selama ini" aku berpikir sejenak kemudian memandang ke arah Jose dia terlihat berbinar binar dia sepertinya sangat bahagia akhirnya aku menerima lamaran Jasen itu dia kemudian memasukkan cincin itu ke jari manis aku kemudian dia berdiri mengecup keningku dan menarik Jose mendekat dia juga memeluk dan mencium kami berdua tapi aku merasa seperti ada seseorang yang mengawasi kami aku menoleh ke belakang ternyata tidak ada orang mungkin itu cuman perasaan ku saja mungkin hanya pembeli yang melintas. Jasen berkata kepadaku.
__ADS_1
aku kaget mendengar perkataan Jasen
"Jansen apa ini tidak terlalu cepat?"
"apa kamu masih perlu waktu untuk memikirkannya kembali?"
aku hanya terdiam tidak berapa lama kamipun telah sampai di kantor urusan agama Jasen membukakan pintu mobil kami setelah sampai kami mendaftarkan pernikahan kami di sana dan orang orang Jasen sudah ada menunggu di sana sepertinya ini sudah di persiapkan Jasen. aku sedikit malu karena telah menikah dua kali dengan orang yang sama di kantor urusan agama itu.
__ADS_1
setelah beberapa saat kami telah melakukan pernikahan dan keluar dari tempat itu dengan membawa buku nikah aku memandangi buku nikah itu sedari dalam hingga keluar kantor Urusan Agama itu rasanya aku tidak percaya ini benar benar seperti mimpi bagiku aku telah menikah lagi dengan Jasen ini seperti ilusi aku saja.
Setelah masuk ke dalam mobil Jasen berkata kepada kami "kita pergi melihat hadiah pernikahan kita ya sayang" aku hanya diam dan menganggukkan kepala.