
Sehabis dari pesta pertunangan itu tuan Fan membawa kami ke tepi pantai dan di ujung pasir pantai dia mengeluarkan sebuah cincin dari kotak yang berbentuk hati tuan Fan melamar aku untuk kedua kalinya.
aku merasa malu dan sedikit minder karena tuan Fan begitu di kelilingi wanita cantik dan seksi sementara aku perempuan memiliki anak dan muka yang sudah mulai d tumbuhi kerutan kecil.
"di sekeliling ku memang banyak wanita cantik tapi yang di hatiku sejak pertama bertemu aku sudah memandang kamu berbeda maukah kamu menerimaku kali ini aku sudah tidak memiliki harta perempuan itu akan menjauh dengan sendirinya aku akan memiliki kamu seorang"
ku pikir pikir apa yang aku takutkan lagi aku memiliki semua kekayaan tuan Fan dia memberikan semuanya sekalipun dia berhianat seperti Jansen anak anakku nanti tidak akan sia-sia seperti Josse dulu, tidak ada salahnya ku menerimanya.
"Tuan Fan meski untuk sementara aku belum bisa aku bel berani untuk menaruh penuh hatiku padamu tapi aku akan mencoba mencintaimu"
"Horeeeee...Josse bisa panggi paman dengan sebutan papa kan? " suara jose di iringi tepuk tangannya dengan gembira mendengar pernyataan ku.
"tentu saja bisa sayang" kata tuan Fan sambil mencium kening Josse.
__ADS_1
kemudian dia merangkul dan mencium tanganku sembari memasukkan cincin.
"aku tidak ingin menunda waktu lagi aku tidak peduli apa kata orang tentang kamu aku harap kamu juga begitu mari tiga hari lagi kita adakan acara pernikahan kita"
"apa itu tidak terlalu cepat bisakah satu bulan lagi ok"
"satu minggu oke tidak ada tawar menawar tapi bisakah kita rekam buku pernikahan dahulu"
"apa kamu tidak sabar lagi menunggu sebentar"
"kamuuuu" aku mencubit pinggang tuan Fan membuatku malu di depan Josse.
"kapan kita persiapkan baju untuk pernikahan tuan ?"
__ADS_1
"apa kamu juga tidak sabar kalo begitu mari kita lakukan hahahaaaa" canda tuan fan membuat aku malu terus menerus dia mmbuat jantungku mau copot.
"kamu meminta terlalu cepat aku harus pakai apa coba"
"Jauh hari aku sudah mempersiapkan pakaian untuk Kita jika nanti kamu menikah dengan orang lain jika orang itu badannya seperti aku akan ku hadiahkan buat kalian waktu kalian menikah kembali aku sangat depresi baju itu ingin ku bakar tapi setelah berpikir lama aku ingin menghadiahkan buat pernikahan kalian tapi kalian tidak mengadakan acara pernikahan"
"trimakasih tuan kamu sangat menganggap tinggi diriku"
"Mulai sekarang jangan panggil aku Tuan lagi Panggil aku Sen atau sayang saja karena itu nama kecilku yang almarhum ibuku panggil tiap hari"
aku hanya mengiyakan saja aku masih belum terbiasa kemudian Sen mengajak aku ke pemakaman itu pemakaman ibunya dia mengajak aku minta restu ibunya.
dan dia memperkenalkan josse di atas pemakaman ibunya dia juga meminta Josse memanggil nenek. aku tersenyum haru tuan yang kasar ternyata memiliki sisi lembut yang tidak di ketahui banyak orang.
__ADS_1
sehabis dari makam ibunya dia tidak lupa mengajak kami ke makan ibuku dan Juga makam Tyas. setelah selesai semua kami pun pulang ke rumah, malam itu aku sangat lelah setelah mandi dan makan malam aku dan Josse tertidur pulas.
Hari yang di tunggu akhirnya tiba juga di hari pernikahan kami aku mengenakan Gaun yang telah di buat Sen sejak lama ini. Gaun ini sangat cocok denganku warna Putih senada dengan dekorasinya ruangan megah itu aku seperti di dalam negeri dongeng seperti di atas awan sungguh itu pesta yang sangat menakjubkan aku yang tidak pernah dandan kecuali ada saat penting saja setelah mengenakan gaun pengantin dan hiasan aku nampak jauh lebih muda dan mempesona aku bahkan sempat kaget melihat diriku di cermin yang ada di sudut ruangan itu. Sen sudah menunggu di depan bersama Jose dengan mengenakan Jas senada dengan ku sambil mereka berbincang bincang dengan tamu. setelah aku sebagai pengantin wanita d umumkan telah hadir semua mata terpana kepadaku aku bagai Cinderella memasuki Gedung itu dan tamu undangan yang semua memakai gaun putih membuatku takjub kembali dalam hatiku terimakasih tuan Sen kamu memberikan aku pesta yang tidak terlupakan. pandanganku berhenti di sepasang kekasih yaitu Jansen dan Nina Tunangannya mereka nampak mesra dan Nina yang selalu menempel manja kepada Jasen. aku hanya berharap semoga jasen bahagia bersamanya.