
akhirnya kami tiba di kediaman keluarga tuan Fan, sungguh pesta yang meriah orang tua tuan Fan sangat antusias nyambut kedatangan tuan Fan yang merupakan anak kebanggaannya namun setelah melihat aku dan Jose keluar dari mobil dan di gandeng oleh tuan Fan raut wajah ayahnya nampak tidak senang denganku, dia nampak marah.
kami terus bergandengan tangan dan di sambut meriah oleh orang-orang seperti itu acara kami, sungguh ini kesalahan jika mengundang tuan Fan ke pesta karena pusat perhatian akan tertuju padanya saya kasihan sama yang buat acaranya.
di pesta itu ada salah seorang bertanya.
"Tuan apakah ini wanita yang di rumorkan dekat dengan tuan dan ini mantan kekasih tuan yang telah menikah kemudian cerai itu?"
wajah ayah ibu tiri tuan Fan tampak menaikan sudut bibirnya setelah mendengar pertanyaan itu. sebelum tuan Fan menjawab aku menjawabnya terlebih dahulu.
"Iya itu benar sekali aku pernah menikah dan memberikan kesempatan kedua kalinya pada orang yang sama namun kesempatan itu tidak datang tiga kali dan saat ini aku seorang Janda anak Satu seperti yang kalian lihat"
"Apakah benar rumor mengatakan anda mendekati tuan Fan karena kekayaannya?"
pertanyaan itu makin menjadi jadi. tuan Fan langsung angkat bicara sambil menggandeng mesra diriku dan menggendong Josse.
__ADS_1
"Aku telah memindahkan seluruh aset yang ku miliki kepada mereka bukan karena dia menggodaku tapi karena aku telah Jatuh Cinta kepadanya sekalipun di kemudian hari dia menghianati aku tidak peduli itu semua setidaknya sebagai seorang lelaki aku akan berjuang untuk kebahagiaannya tanpa takut kehilangan dan takut memulai dari nol"
mendengar pernyataan tuan Fan Ayahnya syok berat dia hampir Pingsan.
"baiklah karena ini acara pertunangan adikku mari kita Fokus ke Pestanya saja".
kata tuan Fan mengakhiri pertanyaan itu kemudian tuan Fan memapah ayahnya ke kamar aku khawatir dengan kondisi beliau namun beliau tidak mau ada seorangpun yang masuk ke kamarnya kecuali tuan Fan dia ingin berbicara berdua saja dengan tuan Fan. entah apa yang mereka bicarakan aku merasa gugup mereka lama sekali tidak berapa lama tuan Fan memanggilku dan Josse untuk menghadap Tuan besar itu atau ayahnya tuan Fan.
"Josse panggil dia kakek buyut"
"kakek apa kamu sudah merasa lebih baik sekarang?"
"Ya aku sudah lebih baik, nama mu sungguh bagus"
tuan besar mengusap kepala Josse layaknya seorang cucu aku tidak tau apa yang mereka bicarakan kenapa tuan besar berubah begitu drastis sepertinya amarahnya telah padam.
__ADS_1
"baik baiklah kalian melihat acaranya berlangsung dengan meriah aku akan keluar beberapa saat lagi"
"baiklah ayah jika kamu merasa masih kurang enak badan ayah bisa istirahat dulu aku tidak akan menghabiskan kuenya aku akan makan bersama ayah di kamar" gurau tuan fan membuat tuan besar tersenyum dan memandangnya masih seperti seorang anak kecil. kami pun mulai beranjak dari kamar tiba -tiba.
"Jessie apakah kamu akan menerima anakku dengan baik dengan segala kekurangannya" aku merasa gugup dan kaget kenapa tuan besar bertanya seperti itu.
"Ayah biarkan dia memikirkannya tidak mudah baginya untuk memulai lagi biarkan dia sedikit demi sedikit menerima keberadaan aku. apakah ayah tidak yakin aku bisa merebut hatinya pelan-pelan pada akhirnya dia akan menjadi menantu ayah juga ayah hanya duduk sabar menunggu kabarnya saja"
"Baiklah aku akan menunggu kabar baiknya jika kamu tidak dapat memenangkan hatinya aku akan menghukum mu. dan aku yang akan memenangkan hatinya"
mereka terus bercanda dan mengejek membuat aku merasa malu dan juga senang karena mereka kembali harmonis aku seperti mendapatkan keluarga yang sesungguhnya.
pesta pertunangan itu berjalan dengan lancar setelah hampir usai ada pertunjukan pesta Dansa dan tuan Fan berdiri di depan dia memintaku berdansa bersamanya. aku dengan bangganya menerima tantangannya untuk berdansa di saat berdansa tuan Fan sempat berbisik padaku.
"aku sungguh tidak tau kamu jago dalam berdansa. apakah berdansa di tempat lain kamu juga lebih jago"
__ADS_1
perkataan tuan Fan membuat telingaku memanas dan pipiku mulai memerah.