
Pesta yang megah dan mewah itu membuatku terpana sehingga waktu begitu cepat berlalu sampailah pada tahap pesta Dansa semua pasangan di minta berdansa, sampailah pada dansa bertukar pasangan aku sedikit kaget saat aku ke pelukan Jasen ini terasa asing bagiku saat ini ingin rasanya dansa itu cepat berakhir. Jansen berdansa sambil memandangiku dengan diamnya dan aku pun tidak berani menatap wajahnya sampai tiba akhirnya pesta Dansa itu selesai dan aku berganti pakaian ke ruang ganti begitupun dengan Sen dia juga berganti pakaian di ruangan yang berbeda. Setelah aku d antar ke depan ruang ganti aku langsung masuk ke dalam namun di dalam nampak sepi tidak ada penata rias di sana tiba-tiba dari balik pintu seorang lelaki menarik lenganku dan mendorongku ke kursi rias yang ada di ruang itu dan laki- laki itu adalah Jasen dia memintaku untuk menatap diriku dan dirinya di cermin.
"Lihat dirimu apa yang telah kamu lakukan?"
"aku? apa yang telah aku lakukan?" aku menarik dasi Jasen dan berkata.
" lihat dirimu sendiri apa yang telah kamu lakukan selama ini?"
aku langsung beranjak dari tempat duduk itu namun Jasen menarik aku dan memintaku duduk kembali namun aku meronta tidak ingin di dekati olehnya aku merasa asing dengannya kemudian Jasen memaksa mencium bibirku aku langsung mendorongnya dan memukul pipinya.
__ADS_1
"apa yang kamu lakukan terhadap istriku?"
aku kaget ternyata Sen sudah melihatnya entah berapa lama dia sudah berdiri di sana.
dengan muka memerah dan mengabaikan perkataan Sen, Jansen pergi begitu saja keluar ruangan itu.
perkataan Sen membuyarkan lamunanku.
"Tidak apa-apa ini bukan masalah yang besar, aku tidak mengerti dengan pikirannya"
__ADS_1
"ya sudahlah selesaikan ganti bajumu dan perbaiki riasannya agar acara cepat selesai kita cepat istirahat"
para perias itu langsung masuk ke ruangan ketika di panggil oleh Sen dan secepatnya mereka mengganti pakaianku dan memperbaiki riasan wajahku.
akhirnya pesta siang itu berakhir juga namun masih ada pesta untuk nanti malam aku sudah sangat lelah namun itu hari penting bagi kami apa boleh buat.
setelah selesai pesta malam itu aku di ajak tuan Fan pergi ke atas gedung aku sudah tidak bertenaga namun Sen begitu pengertian dia menggendongku melewati lift dan sesampainya di atas itu ternyata tempat tidur yang besar serba putih dan dengan lampu yang semang remang dengan atap kaca dan dinding kaca bulat itu sungguh indah dan desain yang luar biasa kami bisa rebahan sambil menikmati indahnya malam dan menyaksikan bintang bintang aku di buat takjub dua kali aku langsung memeluk dan mencium Sen aku sangat berterimakasih padanya dia sangat menghargai aku.
malam indah itu telah berlalu hari berganti hari bulan berganti Tahun dan selama setahun pernikahan kami semua berjalan baik-baik saja dan Sen makin hari makin Romantis dia berubah seratus persen (100%) dia jadi pria yang setia dan penyayang dia begitu menyayangiku dan memanjakan Josse. di malam itu aku merasa kurang enak badan Sen memanggil dokter ke rumah dan itu merupakan kabar gembira buat kami aku ternyata sedang hamil anak Sen aku sangat bersyukur dan Sen sampai tidak bisa berkata-kata lagi dia memancarkan air mata bahagia. namun kesehatanku kurang baik dokter menyarankan aku untuk duduk di kursi roda saja tidak boleh melakukan pekerjaan atau terlalu banyak pikiran.
__ADS_1