SESUATU YANG HILANG

SESUATU YANG HILANG
Kelicikan Terpancar Nyata Seperti Ibunya


__ADS_3

Jasen membawaku ke sebuah rumah.


"sayang ayo turun ini rumah hadiah pernikahan kita"


"horeee ini terlihat bagus aku bisa bermain sepuasnya di sini" kata Josse berteriak dengan gembiranya


aku hanya tersenyum dan berterimakasih kepadanya, setelah kami mau masuk ke rumah itu, tiba-tiba ada seorang anak laki-laki dari dalam rumah itu berlari ke arah Jasen dan berteriak.


"Ayahhhhhhhhh" dia langsung memeluk Jasen begitu juga dengan Jasen.


"apa anak ayah sudah makan"


"belum aku mau makan sama ayah"


Josse bertanya kepadaku " ibu apa aku punya teman?"


aku hanya diam tidak berani memastikan mungkin itu anak yg dulu di rumah sakit yang di lahirkan liona... tiba-tiba Jasen berkata kepada ku.


"sayang ini Peter dia akan tinggal bersama kita. tidak apa-apa kan syang,,emmmn Josse gimana?"


"horeeeeeee Jose punya teman" teriak Jose kegirangan aku hanya diam merasa keberatan.


"ya sudah ayo kita masuk, Peter ajak adik Jose main yaa" mereka berlari dan terlihat sangat akur akhirnya akupun menerima kenyataan itu.


"apa itu putra kalian?"

__ADS_1


"iya itu putraku apa kamu tidak suka dia berada di sini aku bisa mengirimnya ke tempat neneknya"


"tidak Usah mas aku menerimanya ada di sini semoga mereka bisa aku"


"iya lihatlah mereka sangat akur dan Peter bisa berbagi mainan sama adiknya mereka bisa berbagi kamar tidur Juga"


aku hanya menganggukan kepala kasian anakku dia seperti tamu di rumah ini yang katanya ini rumah kami berdua.


ke esokan harinya Jasen berangkat kerja hari itu aku pergi ke toko bunga bersama Jasen dan peter tidak mau ikut dia tinggal di rumah saja aku sudah mnelpon Jasen kata Jasen tinggalkan saja di rumah dia sudah cerdas bisa ngapa-ngapain sendiri aku hanya mengiyakan aku dan Jose langsung pergi ke Toko bunga setelah seharian akhirnya kami pulang.


sesampai di rumah Jasen belum juga pulang dia kemudian menelpon aku berkata ada pekerjaan yang harus dia selesaikan terlebih dahulu kemungkinan dia pulang di malam hari aku hanya mengiyakan saja.


setelah aku naik ke lantai atas aku mendengar suara Peter sedang menelpon seseorang sepertinya dia sangat ceria mungkin itu ibunya. aku memanggil Peter.


"Peter apa kamu sudah makan?" mukanya terlihat cemberut sambil menutup telpon.


aku syok mendengar perkataan Peter kenapa anak sekecil itu bisa berbicara seperti itu aku langsung membawa Jose keluar dan pergi ke kamar aku dan Jasen.


beberapa Jam kemudian Peter masuk ke kamar saat kami sedang menonton televisi.


"ibu maafkan aku tadi aku hanya kangen ibuku aku merindukan dia maafkan aku ibu karena telah berkata seperti itu" Peter menjatuhkan air mata dan berdiri di depan pintu setelah aku mendekatinya dia bersujud dan menjerit kepadaku.


"ampuni aku ibu aku tidak akan mengulanginya lagi aku salah ibu aku membentak kalian, Jangan Pukul aku ibu!"


aku bingung apa yang dia katakan aku sudah melupakan kejadian tadi.

__ADS_1


" Peter aku sudah memaafkan kamu dan a"


"aaaghhh sakitttt,"


peter memotong omonganku dia memegang kakinya yang terlihat lebam aku langsung kaget namun Jasen tiba-tiba datang dan merangkulnya.


"Peter ada apa, apa yang terjadi"


"Ayahhh ini sakit sekali"


"apa yang kamu lakukan Jes???'


"hahhh kamu bertanya padaku? aku tidak melakukan apa-apa"


aku kebingungan apa yang sebenarnya terjadi..


"aku sudah mendengar semuanya kenapa kamu tega memukuli anak sekecil ini hanya karena bandel itu sudah menjadi sipatnya anak-anak"


"tapi aku tidak"


"ayahhh ini sakit sekali aku yang salah ayah aku telah membentak ibu dan adek"


Peter memotong pembicaraan ku lagi, Jasen kemudian menggendong Peter ke rumah sakit. sementara aku terdiam membeku aku baru tau permainan Peter dia sudah memperkirakan kalau Jasen kembali kemudian dia berakting. hechhh sungguh dia bintang sinetron yang bagus kelicikannya terpancar nyata seperti ibunya.


aku mengajak Jose tidur karena esok Jose harus melihat sekolahan baru dia besok akan masuk sekolah.

__ADS_1


setelah esok pagi kami sarapan seperti biasa Jasen Pamit ke kantor sementara aku dan Jose pergi ke sekolah dan peter di jaga oleh perawat di rumah karena kakinya masih sakit aku tidak tau apa yang dia lakukan sehingga kakinya sakit.


__ADS_2