SESUATU YANG HILANG

SESUATU YANG HILANG
Hadiah Yang Tidak Biasa


__ADS_3

Setelah sampai di penginapan aku pun saat itu sudah ngantuk banget tuan Fan mengantarkan Josse ke kamar aku membersihkan badan dlu baru tidur setelah aku keluar kamar mandi ku lihat tuna Fan masih berada di kamar kami dia tertidur di samping Josse ingin aku membangunkannya tapi aku takut. malam itu aku memilih tidur di sofa yang ada di kamar itu. keesokan paginya aku terbangun ternyata aku sudah tertidur di atas kasur seingat aku, aku tidur di sofa mungkin saja aku tidur berjalan tapi rasanya tidak mungkin apa tuan Fan yang memindahkan aku tapi itupun seperti tidak mungkin juga tapi ya sudah lah aku tidak ingin di ribet kan dengan hal sepele. Tuan Fan tiba-tiba masuk ke kamarku dan berkata.


"selamat pagi, ayo bangun ini ku pesankan sarapan kita makan sama-sama"


karena aku juga lapar aku langsung membangunkan Josse dan mengajaknya untuk gosok gigi sebentar kemudian kami makan bersama. Setelah makan tuan Fan memberikan kejutan kepada Josse yaitu ikan hias di dalam botol unik josse sangat gembira dia bersorak-sorai.


"di mana kamu mendapatkan ikan ini sepertinya ikan ini bukan ikan hias"


" tadi malam saat kamu sedang sibuk bermain pasir pantai bersama Josse aku menangkap ikan-ikan kecil ini"


" wahhh paman sungguh keren"


kat Josse.


"tunggu dulu aku juga punya hadiah untukmu, ini bukalah!"


tuan Fan mengeluarkan sebuah kotak dari bawah meja kotak itu lumayan besar aku berpikir sejenak dan menebak nebak isinya.


daripada aku penasaran aku langsung membukanya. kota itu berisi tumpukan dokumen aku makin bingung dan juga tambah penasaran.


"ini apa ?"

__ADS_1


"buka bacalah sendiri"


setelah membuka dan membacanya satu persatu aku syok.


"iii.. ini kamu bercanda?"


"tidak aku sama sekali tidak bercanda"


"alangkah baiknya jika kamu bercanda, ini terlalu besar aku tidak bisa menerimanya"


" aku sudah mengatakannya tadi malam aku akan memberikan ini apa pun itu keputusan mu"


"Ini permintaanku jika kamu tidak menerimaku maka setidaknya aku memohon agar kamu menerima ini semua, aku bisa menjalankan semua perusahaan ini untukmu sekarang aku adalah karyawan mu dan kamu adalah bos ku"


"trimakasih tapi ini terlalu besar bagiku tidak mudah untukku menerima ini semua"


"kamu tinggal duduk manis simpan semua dokumen ini biar aku dan semua karyawan yang bekerja untukmu kamu duduk manis di rumah, ke salon dan berbelanja tanpa takut kehabisan uang"


aku terharu mendengarnya selama aku hidup dengan suami yang berkata sangat mencintaiku pun tidak pernah sampai seperti ini memiskinkan dirinya sendiri untuk orang yang di inginkan nya jika sekalipun dia ingin main-main denganku ini terlalu bodoh untuknya melepas semua yang dia perjuangkan. tapi sampai saat itu aku belum bisa menerima tuan Fan aku merasa masih takut untuk memulai lagi ataupun mengulang lagi tapi tuan Fan cukup mengerti.


beberapa bulan kemudian Jansen terus mengejar aku dan meminta maaf dan aku terus mengatakan aku sudah memaafkannya namun dia besi keras tidak ingin berpisah denganku namun hatiku sudah hambar cintaku sudah hilang aku sudah tidak bisa menemukan dia di hatiku aku tidak membencinya juga tidak mencintainya ada sesuatu yang hilang dari hatiku. Jansen mengirim Peter ke Luar Negeri ke tempat kakeknya dan dari rekaman cctv itu Jansen juga jadi perbincangan hangat karena Peter bukan anak Jansen melainkan anak teman akrab Jansen sendiri namun Jansen tetap menyayangi Peter dia hanya mengirim Peter ke luar negeri meski Peter memohon dan datang ke tempatku meminta maaf dan memohon kepadaku agar aku membujuk Jansen, namun Jansen tetap mengirimnya ke luar Negeri dan setahun kemudian Jansen bertunangan dengan Nina anak Menteri terkenal di kota ini membuat nama Jansen kembali naik dari kemerosotan setahun belakangan.

__ADS_1


aku setahun itu menjalani hidup dengan tenang dan bahagia dan tuan Fan selalu ada bersama kami dia yang dulu sering ke klub malam dan di kelilingi wanita wanita cantik namun setahun belakangan ini tidak pernah terdengar kabar miring tentang tuan fan. tuan Fan setiap hari mengirim hadiah kepadaku aku mengerti bagaimana seseorang sedang di mabuk cinta. malam itu tuan Fan mengundang aku dan Jose untuk menghadiri acara keluarganya yaitu acara pertunangan adik perempuan tuan Fan dia mengirimi aku dan Jose sebuah Gaun untukku dan Jas untuk Jose yang berwarna silver ada sepatu,tas dan juga j tangan. setelah jam delapan malam tuan Fan menjemput kami di depan villa dia berdiri di pintu mobil menunggu kami turun aku tertegun melihatnya dan Josse berkata kepadaku.


"ibu Liat Paman dia sangat tampan berpakaian yang sama seperti yang Josse pakai ini sungguh keren"


melihat Josse begitu gembira di ajak keluar aku tersenyum dalam hatiku ya benar malam ini tuan Fan terlihat jauh lebih tampan.


setelah kami menghampiri tuan Fan.


"apa yank membuat kalian begitu lama?"


aku hanya memandanginya tanpa memperdulikan pertanyaannya.


"Heyyy apakah aku terlihat tampan apakah kamu tidak pernah melihat pria setampan aku!)


perkataan tuan Fan mengagetkanku dia membuyarkan pikiranku, aku merasa malu sangat malu membuatku sedikit gugup.


"tidak kok kamu terlihat Jelek dari biasanya"


"oh yaaa masuklah aku percaya ucapan mu tidak sama dengan hatimu aku akan berdandan seperti ini setiap hari sehingga kamu akan pangling melihatku hehehee "


kata tuan fan bergurau denganku aku tertunduk malu pipiku mulai memanas karena gurauannya.

__ADS_1


__ADS_2