
Yerim membersihkan apartemen sambil menangis. Ia hanya meratapi betapa miris nasibnya...
Selesai membersihkan apartemen ia membereskan dapur lalu memasak. Walau diperlakukan kurang baik oleh baekhyun ia tetap ingin menjadi istri yang baik untuk baekhyun.
Sementara yerim sibuk memasak didapur. Baekhyun sedang menelfon kekasihnys dikamar. Ya dia belum ada jadwal untuk konser ataupun lainnya karna ini masih hari libur untuknya..
"Taeyeon kau kapan pulang?? Aku merindukanmu. Aku bosan diapartemen dan melihat wanita jelek itu" ucap baekhyun merengek sebal.
"Bersabarlah bae aku akan segera pulang. Hmm apa wajahnya benar-benar jelek?? Huh aku jadi tak khawatir kau jatub cinta padanya... hmm aku jadi penasaran dengan wajahnya?? ujar taeyeon diseberang sana.
"Hmmm untuk apa kau penasaran dia adalah wanita dgn wajah terburuk yg ku lihat huh" ucap baekhyun kesal.
" oho baiklah sayang aku harus kembali bekerja kau jaga dirimu. Jangan lupa makan"ujar taeyeon
"Hmm cepat sekali istirahatmu . baiklah kau juga jaga kesehatan. Aku mencintaimu" ujar baekhyun
" hmmm baiklah aku matikan"
ucap taeyeon lalu mematikan ponselnya.
"Selama menjalin hubungan dengannya hanya sekali aku mendengar kata jika dia mencintaiku" gumam baekhyun.
.
.
.
.
.
"Selesai"ujar yerim pada diri sendiri.
"Apa aku harus meminta oppa baekhyun turun??"
"Tak usahlah aku akan makan sendiri saja. lagipula jika ia ingin makan dia akan turun bukan" lanjutnya lagi..
yerim memulai makannya lalu
Cklek pintu kamar baekhyun terbuka.
Menampakkan baekhyun dgn pakaian ootdnya bersiap pergi.
"Oppa,,oppa mau pergi kemana apa oppa tak mau makan dulu??" yerim menghentikan makannya.
Baekhyun berbalik dan menghampiri yerim mencekal tangan wanita itu lalu meremas lengannya dengan kuat.
__ADS_1
"Sudah ku bilang jangan sok perduli padaku. Apa kau dengar"ujar baekhyun penuh penekanan.
" hmmm hiks maaf aku hanya bertanya . Kau kan suaa"
"Bukan kau hanya wanita murahan yg ku anggap sebagai pembantuku dan mainan yg bisa kuinjak-injak" potong baekhyun
Deg
Yerim hanya diam lalu baekhyun melepaskan cekalannya berlalu pergi meninggalkan yerim yg menangis.
"Hey wanita murahan aku suka melihatmu tersiksa dan menangis seperti itu. Lanjutkan saja. aku akan membuatmu lebih menderita " ujar baekhyun melanjutkan langkahnya.
"Hiks kenapa dia jahat sekali" batin yerim .
Lalu Yerim pergi ke kamarnya menangis hingga ia lelah dan tertidur.
.
.
.
.
Sementara Bekhyun ia pergi ke dorm menemui teman-temannya.
"Baekhyun kenapa kau disini. Bukankah kau cuti??" ucap minseok
"woh kau sedang patah hati baek??" tanya suho menaikkan alis.
"aish seorang kim baekhyun patah hati. Miris sekali" timpal chanyeol.
"Kalian kenapa malah mengejekku sih"kesal baekhyun
"hahaha maaf "ucap mereka bertiga bersamaan.
Baekhyun yg kesal ia lalu mengambil ponselnya untuk bermain game.
.
.
..
Malam harinya
"oh tuhan jm berapa ini aku ketiduran aku belum mandi dan memasak. Apa oppa baekhyun sudah pulang?" gumamnya
__ADS_1
Lalu yerim bergegas mandi dan menyiapkan makan malam.
"Selesai"
Yerim lalu makan dan membersihkan piringnya. Ia memang masak untuk baekhyun juga walaupun ia tau baekhyun tak akan memakannya.
"Hmmm apa oppa belum pulang?? Kenapa sepi sekali??" gumamnya lagi.
Lalu ia memutuskan untuk menonton tv dan menunggu baekhyun pulang.
Yerim menonton tv sampai pukul 10 malam . Namun tak ada tanda-tanda baekhyun pulang.
Cklek
Baekhyun pulang. Yerim langsung berdiri dan menyambutnya.
"Oppa sudah pulang. Apa oppa sudah makan?? aku akan menyiapkan makan malam untukmu." ujar yerim semangat.
"Tak perlu" ujar baekhyun lalu bergegas kekamar.
"Oppa mau teh atau mau mandi aku akan menyiapkannya." kekeh yerim
"AKU BILANG TIDAK YA TIDAK!!!" baekhyun membentak.
Yerim yg terkejut hanya tersentak lalu menunduk.
"hmm maaf oppa"
ujar yerim
lalu masuk ke kamarnya
.
.
.
.
.
Ia memutuskan menghubungi jihoon untuk masuk kerja esok dengan alasan ia bosan liburan.
"Hmmm baiklah kau besok bisa bekerja yerim. aku menunggumu" ujar jihoon melalui telepon.
"Terimakasih jihoon kau yang terbaik" ujar yerim dgn kekehan.
__ADS_1
*Aku sebenarnya udah up banyak banget kemarin tapi sama pihak novelnya belum dipublish tolong sabar yaa*
salam manis author