Siapa aku Untukmu

Siapa aku Untukmu
episode 48


__ADS_3

"Kenapa kau mau marah?? Kan aku benar kau meang sudah tua." Yerim menggoda baekhyun yg sudah terlihat marah.


"huh" Dengus baekhyun.


"Jangan marah daddy." Balas yerim mengelus rahang kokoh sang suami.


"Jangan menggodaku. Aku mau tidur."Ketus baekhyun


"Baiklah baiklah..Lihat daddy marah." Yerim mengelus perutnya.


"Aku tidak marah." Balas baekhyun.


"Lalu ini apa??" Tanya yerim


"Aku hanya kesal saja . Aku tidak marah." balas baekhyun tak mau kalah.


"Oke oke kau tidak marah." yerim menggoda baekhyun lagi.


"Yerim kau senang sekali menggodaku sekarang ya.." Baekhyun menoleh ke arah yerim yg cengingisan dari tadi.


"Haha habisnya kau lucu jika sedang kesal."Yerim tertawa keras.


"Kauu.."


"Kenapa berhenti??" Tanya baekhyun saat mobilnya berhenti.


"Tentu saja berhenti karna kita sudah sampai." Sahut yerim lalu keluar mobil.


"Awas kau yaaa."Gerutu baekhyun mengikuti yerim.


"Oppa ayo cepatlah sedikit." ajak yerim.


"Iya iya kau ini cerewet sekali."Balas baekhyun.


Disana yerim dan baekhyun mememasan banyak sekali makan.


Bukan baekhyun tapi yerim yg memesan sangat banyak.


Setelah makan siang mereka mampir ke supermarket untuk membeli sayuran dan buah buahan.


"Sudah??"Tanya baekhyun ketika melihat keranjang yerim yg penuh menghampirinya.

__ADS_1


Yerim mengangguk semangat.


"Yasudah ayo." Ajak baekhyun.


"Kemana??" tanya yerim.


"Pulang lah.Kemana lagi."Jawab baekhyun santai.


"Ish kita bayar dulu." Yerim mengandeng tangan suaminya itu.


"Jadi dia belum bayar." batin baekhyun yg pasrah tangannya ditarik yerim


"Ini sudah ku bayar."Yerim mengambil beberapa plastik belanjaanya.


"Tidak punya uang saja sok2an belanja banyak."Gerutu baekhyun menyambar belanjaan yerim yg ada dimeja kasir.


"Kau bilang sesuatu oppa??" tanya yerim menghentikan langkahnya.


"Tidak." jawab baekhyun cepat.


'Jika dia tau apa yg aku bicarakan bisa bisa habis aku dgn bumil sensitif itu.'Batin baekhyun


"Kau mau kemana??"Tanya baekhyun melirik yerim .


"Kamarku."Yerim menyeret kopernya.


"Kenapa kesana??"Tanya baekhyun mengahadang yerim


"Lalu??" yerim menaikkan alisnya.


"Jangan pura pura ya.. Kau akan tidur bersamaku mulai sekarang." Baekhyun menarik koper yerik dan menyeretnya ke kamar atas.


" Baiklah baiklah." Yerim hanya menurut dan mengikuti langkah baekhyun.


Mereka bergantian membersihkan diri .


Yerim yg sudah lebih dulu selesai memilih membaringkan tubuhya.


Mengelus perutnya pelan dan dengan penuh kasih sayang.


"Kpan kau akan lahir nak??" Gumam yerim lirih.

__ADS_1


"Apa disana nyaman??" Lanjutnya.


Cklekk.


Baekhyun keluar dari kamar mandi melihat yerim yang menyandar pada tiang ranjang sambil mengelus perutnya.


"Kenapa??" tanya baekhyun mendekat.


"Hemmm tidak." jawab yerim masih mengelus perutnya dan sedikit bergeser


"Ku fikir dia menendang."Ucap baekhyun lirih dan ikut mengelus perut yerim


"Dia masih 4 bulan. Tenanglah."Ujar yerim kini mengelus rahang suaminya.


"Huh masih lama sekali menunggunya lahir."Gerutu baekhyun.


"Sabar lah daddy sayang."Ujar yerim dgn suara kecilnya.


"Gantilah baju dulu. Lihat ranjangnya jadi basah." titah yerim.


"Hehe maaf. baiklah aku ganti baju dulu."Baekhyun mulai berjalan ke arah walk in closetnya.


"Oppa kau mau teh?? Sekalian karna aku mau buat susu." Teriak yerim.


"Ish jangan teriak teriak . iya buatkan aku teh. aku sekalian mau mengerjakan laporan."Pinta baekhyun


"Kau ini kerja terus tidak di rumah tidak dikantor." Gerutu yerim menghentakkan kakinya.


"Awas saja jika besok kau lupa mengantarkan aku ke dokter kandungan." lanjutnya mengancam.


"Tidak akan nyonya tenang saja ya. Sudah sana cepat buat susunya." pinta baekhyun.


yerim tak menjawab tapi menuruti yang baekhyun ucapkan.


Yuk sebenatar lagi aku buat konflik ya.


Tapi tenang ini konfliknya gk teralalu rumit kok.


Jadi nantikan terus aku up nya yah.


Like n comment ya.

__ADS_1


__ADS_2