
Sebentar lagi pesawat yang mereka tumpangi akan terbang.
Tujuan mereka kali ini adalah paris .
Baekhyun menoleh ke arah yerim.
Terlihat raut ketakutan dalam wajah yerim.
"Gunakan sabuk pengamanmu yerim." ucap baekhyun membuyarkan kepanikan yerim.
Yerim mengangguk dan mulai memasang sabuk pengaman.
"Apa kau takut??" tanya baekhyun masih memandang gerak gerik yerim.
"Iya ini baru pertama kali aku naik pesawat." gumam yerim lirih.
"Tenanglah aku bersamamu." ucap baekhyun meraih tangan yerim.
Baekhyun menggenggamnya erat.
"Oppa aku takut." gumam yerim.
"Tidak akan terjadi apa apa." baekhyun menenangkan yerim. Tangannya mulai diselipkan di sela punggung yerim.
Dia menyandarkan kepala yerim dalam pelukannya.
"Jangan lepaskan pelukanmu oppa." yerim menenggelamkan wajahnya pada dada bidang suaminya.
Sikap lembut yg baekhyun tunjukan akhir akhir ini membuat yerim semakin mencintainya.
"Oppa??" panggil yerim.
"Hmmm" gumam baekhyun.
Yerim melirik kearah orang yang membawa balita perempuan di dalam pesawat.
Dia sangat ingin bayinya cepat lahir dan merasakan jadi seorang ibu.
"Kenapa??" tanya baekhyun sedikit menunduk.
"Kau lihat wanita itu??" yerim menunjuk wanita dengan anaknya itu.
Dengan kepala masih bersandar pada dada bidang suaminya.
"Iya aku melihatnya. Kenapa??"baekhyun menaikkan alis.
"Baby nya lucu ya." ucap yerim bangkit dari posisi nyamannya.
"Hu.um" baekhyun menoleh kearah yerim.
__ADS_1
"Bagaimana pemikiranmu ttg baby??"
ucap yerim tiba tiba membuat terkejut.
"Maksudnya??" baekhyun bingung.
"Apa pendapatmu ttg anak?? Dan emmm apa kau ingin segera punya anak??" yerim gugup.
"Anak??Mereka lucu dan memiliki mereka pasti sangat menyenangkan." ucap baekhyun asal.
Yerim tersenyum dia akan memberitahukan pada baekhyun saat mereka tiba dihotel nanti jika dia sedang hamil.
"Hey kenapa kau melamun??" baekhyun menjentikkan jarinya.
"Tidak apa apa . Aku hanya memikirkan ttg baby." ucap yerim asal.
"Aku merasa mengantuk." yerim menguap.
"Tidurlah jika mengantuk . " jawab baekhyun sambil matanya terpejam
"Apa masih lama??" tanya yerim menatap suaminya.
"Iya masih lama." jelas baekhyun.
Yerim mengangguk paham.
"Oppa apa kau tidur??" tanya yerim yg mengantuk tapi tak bisa tidur karna baekhyun tak memeluknya.
"Ish ya sudah tidurlah." Yerim memalingkan wajahnya ke jendela pesawat.
"Jika kau mengantuk tidurlah yerim. Kenapa malah melihat ke luar seperti itu."
"Aku tak jadi mengantuk." ketus yerim.
"Marah lagi??" baekhyun mengubah posisinya dan ikut memandang ke arah jendela.
"Kau marah ya??" tanya baekhyun meletakkan dagunya di bahu yerim.
"Sudah tau kenapa bertanya." jawab yerim cuek.
"Kali ini apa lagi salahku??" baekhyun membalikkan tubuh yerim.
"Kenapa kau tidur dulu. Dan mengabaikan aku. Aku kan tidak bisa tidur." jelas yerim.
"Baiklah nyonya maafkan aku ini. Jika kau mengantuk ya tidur saja." ucap baekhyun.
"Aku tidak bisa tidur jika tidak kau peluk." gumam yerim lirih.
"Woah apa aku tak salah dengar. Istriku sekarang menjadi sangat manja." goda baekhyun.
__ADS_1
pipi yerim mulai merah dan ...
greeppp
"Sudah. aku sudah memelukmu seperti yang kau minta." baekhyun memeluk yerim meletakkan kepala yerim ke dada bidang miliknya.
Yerim hanya mengangguk dan tertidur.
Disusul baekhyun yg juga tidur.
Setelah mereka melakukan perjalanan panjang mereka mengendari taxi dan menemapati hotel yang telah mereka sewa.
Hotel dengan kelas vvip.
Dimana menara eifell terlihat jelas dari kamar ini.
"Woah indah sekali pemandangannya." pekik yerim saat masuk ke kamar yang mereka pesan.
"Kau suka ya??" baekhyun meletakkan koper mereka dan menyusul yerim didekat jendela.
Memeluk yerim dari belakang.
Yerim tersenyum simpul dan mengenggam tangan baekhyun yg memluknya dari belakang.
"Mungkin ini saat yang tepat." batin yerim
"Oppa??" panggil yerim
"Ya ada yang mau kau katakan??" tanya baekhyun .
Yerim mulai membalik tubuhnya menghadap ke arah baekhyun nafas mereka terasa sangat menyentuh kulit masing masing.
"Aku ??" yerim mulai ragu.
"Kau kenapa hemm??" tanya baekhyun mendekatkan tubuh mereka.
"Aku hamil.Disini ada baby kita." yerim mengucapkan sambil menutup mata.
Baekhyun yang terkejut lalu menjauhkan tubuhnya dari yerim.
"Apa??" pekik baekhyun.
yerim tersentak dan membuka matanya.
"Tidak mungkin.. Kau pasti bohong kan??" baekhyun mengguncang bahu yerim .
.
.
__ADS_1
.
.tbc