
"Yerim...emm aku." jihoon ragu.
"Ya jihoon katakan saja." ucap yerim.
Jihoon mengehela nafas.
"Yerim..."
"Yerim tolong gantikan aku dimeja kasir sebentar ya. aku harus segera ke kamar mandi" ucap teman seprofesi yerim
"ah iy baiklah aku akan segera kesana" ucap yerim mengangguk.
"Jihoon kita bicara lagi nanti ya." ujar yerim tersenyum seperti biasa.
Jihoon hanya terpaku diam.
"Ck gagal lagi." decak jihoon
"Apa yang gagal??" Tanya natha mengejutkan jihoon.
"Hoh kau ini mengejutkanku saja.." ujar jihoon kesal.
"Hahaha kau lucu sekali.. hahaha" nata tertawa terbahak bahak.
"Haha lucu ya akan lebih lucu lagi jika kau ku pecat. Bagaimana??" ujar jihoon meletakkan dua tangannya dipingang.
"Ya ya jangan aku kan hanya bercanda." ucap natha cemberut.
"Haish ya terserahlah . cepat kerja sana. Atau kupotong gaa"
"Ya jangan. baiklah aku akan kerja lagi. Dasar bos tukang mengancam." gerutu natha
"Cih menganggu saja. " gerutu jihoon.
Sore harinya
"Yerim kau mau pulang kerumahku. Kau sudah lama tak datang ibuku menanyakanmu??" tanya natha sambil membersihkan meja cafe.
Yerim menggeleng.
"Mungkin tidak sekarang. Kapan kapan saja ya." yerim menolak halus.
"Kenapa?? kalau kau tak menginap setidaknya mampir saja." kekeh natha.
"Aku akan kerumahmu nanti tapi tidak hari ini." yerim menjelaskan.
__ADS_1
"Baiklah " natha mengangguk.
"Hari ini kau pulang naik apa??" Lanjutnya bertanya.
"Mungkin bis." jawab yerim ringan.
"oh kalau begitu kita pulang bersama saja."ujar natha.
"oh oh tidak usah kau duluan saja." yerim ragu.
"Kenapa kau akhir akhir ini sering menolak ajakan pulang bersama baik itu dari ku atau dari jihoon." tanya natha curiga.
"Ohh tidak aku hanya.." yerim menggantungkan kalimatnya.
"hanya apa??" kepo natha.
"Aku akan cerita padamu tapi tidak sekarang. aku janji" jawab yerim berbisik.
"Kenapa tidak sekarang??"
"Ya pokoknya tidak. ish kau ini" yerim kesal.
Sedang natha hanya mengangguk pasrah.
Bunyi klakson mobil
Yerim menoleh disana sudah ada mobil baekhyun dan tentu saja baekhyun didalamnya.
Yerim sedikir berlari menuju mobil baekhyun.
"huft " Desis yerim mendudukan dirinya dimobil dan menyandarkan kepalanya.
cup
baekhyun mengecup kening yerim mengusap kepalanya.
"Kenapa apa ada masalah?? " yerim menggeleng sambil menutup mata.
"Lalu kenapa??" tanya baekhyun lagi. menyalakan mobil lalu melakukan perjalanan pulang.
"Aku hanya lelah saja" jawab yerim singkat.
"Aku tau kau lelah tapi kau tak biasa seperti ini kenapa hemm??" tanya baekhyun menoel dagu yerim
"Apa sih?? Jangan pegang pegang." yerim cemberut.
__ADS_1
"Sayang kau marah padaku??" baekhyun sedikit menoleh yerim.
"Iya kenapa kau tadi tak membalas pesanku??" yerim to the point.
"Aku membalasnya sayang." baekhyun berdalih.
"Ini pesan terakhir tak kau balas." yerim menunjukkan ponselnya.
"Oh ya tuhan. maaf sayang tadi dikantor sangat sibuk dan kau tau kan aku tadi langsung makan . Kufikir kau sudah kembali bekerja." jelas baekhyun.
Yerim hanya manggut manggut.
"Jangan marah lagi ya,, "
cup
Baekhyun mengecup pipi yerim.
"ishh jangan cium cium fokus saja dengan jalan. Nanti aku menabrak."
ujar yerim menutupi rasa malunya.
"Baiklah." jawab baekhyun singkat.
"Oppa bisa tidak besok kau tak usah menjemputku.Natha ingin mengajakku pulang bersama??" tanya yerim ragu.
"hmm" baekhyun hanya bergumam.
" ishh jawab aku .." yerim menyentuh lengan baekhyun sedikit menggoyangkannya.
"Baiklah tapi hanya besok saja kan??" tanya baekhyun tak menoleh kearah yerim.
"Iyaaa "
"Baiklah besok aku tak akan menjemputmu.Kau bisa pulang bersama natha. Dia perempuan kan??" Tanya baekhyun
"iya."
singkatnya
Lalu tak ada pembicaraan lagi sampai mereka sampai diparkiran.
...
tbc
__ADS_1