
"Yerim hey??"
"Bangun??" baekhyun mulai panik.
Dia hendak mengangkat tubuh yerim namun
Yerim membuka mata.
"Enghh oppa sudah bangun??" yerim berkata dengan suara serak.
"Yerim kau tak kenapa napa??" baekhyun mengambil handuk untuk yerim.
Yerim hanya menggeleng.
"Memangnya aku kenapa??Aku tadi hanya ketiduran saja." yerim mengenakan handuk dan keluar dari bath up.
"Ketiduran katamu?? bahkan wajahmu sudah pucat yerim??" baekhyun kesal.
"pasti saja pucat aku berendam sudah lama dan sekarang pukul berapa??" yerim tertawa..
"Kau ini membuatku panik saja." baekhyun memberengut.
"Haha maafkan aku oppa." yerim masih tetap tertawa.
"Hmm ngomong ngomong pesawat kita masih lama kan??" yerim yg tak tau pun bertanya.
"Ya tuhan aku harus segera mandi pesawat kita tinggal setengah jam lagi??" baekhyun melihat jam ditangannya.
"Apa???" yerim berteriak kaget.
"Kenapa kau tak bilang dari tadi??" yerim lalu meninggalkan baekhyun.
Baekhyun hanya tertawa saja, bagaimana tidak pesawat mereka masih satu jam lagi.
"Rasakan kau siapa suruh membuatku panik??" gumam baekhyun terkikik.
Baekhyun keluar dari kamar mandi dia mencari baju yg cocok untuknya..
"Oppa kau lama sekali. Lihat aku sudah siap??" ucap yerim yang telah siap berangkat.
"Hmmm" gumam baekhyun.
__ADS_1
"Jadi berangkat apa tidak sih??" tanya yerim yang kesal tak mendapat respon baekhyun.
"Aku siap siap dulu. Sabarlah." singkat baekhyun.
"Aku tau tapi cepatlah . Katamu ini sudah terlambat , nanti kalau ketinggalan pesawat bagaimana??" yerim mulai bicara banyak.
"Kau ini cerewet sekali sih. Diamlah." bentak baekhyun.
Yerim langsung diam .
Dia tak mau bertanya lagi dan nanti baekhyun membentaknya lagi.
Dia memutuskan keluar dari kamar membawa kopernya.
yerim menunggu di ruang tamu.
Baekhyun tadi hanya kesal karna yerim terus bicara dan membuatnya pusing.
"Yerim sudah siap. ayo berangkat." baekhyun menuruni tangga membawa kopernya.
Yerim hanya mengangguk.
"Sini kubawakan kopermu." baekhyun hendak meraih koper yerim namun ditepis yerim.
"Ini berat biar aku saja ya." ucap baekhyun lembut.
"Tidak perlu." yerim keras kepala.
"Baiklah terserahmu." putus baekhyun lalu mereka keluar apartemen.
Mereka telah memperkerjakan supir dan pembantu untuk mengurus apartemen meraka selama mereka pergi.
"Pak berhenti di restoran depan ya. Kami mau makan sebentar dulu." ujar baekhyun diangguki supirnya.
Sesaat kemudian mereka tiba direstoran dekat bandara.
"Ayo turun kita makan dulu??". Ucap baekhyun membuka pintu.
"Makan bukankah pesawatnya sebentar lagi " batin yerim.
Dia hendak protes namun diurungkan dia takut dibentak baekhyun lagi.
__ADS_1
Akhirnya yerim memutuskan untuk turun juga.
"Ada yang bisa saya bantu tuan??" tanya pelayan pada baekhyun.
"Saya pesan steak dan chocomilk." ucap baekhyun ..
pelayan itu dengan cekatan mencatat pesanan nya.
"Kau mau pesan apa yerim??" baekhyun menanyai yerim yg dari tadi diam saja.
"Burger dan tea saja." singkat yerim.
Pelayan itu lalu pergi mengambilkan makanan mereka.
"Yerim kau tak papa?? Kau dari tadi diam saja??" tanya baekhyun yang menyadari yerim sedikit berbeda.
"Aku baik baik saja." jawab yerim.
"Kau marah ya??" baekhyun kekeh bertanya.
Yerim hanya menggeleng.
"Yerim katakan sesuatu?? Jangan diam saja??" baekhyun menggenggam tangan yerim
Yerim hanya menunduk.
"Yerim." ucap baekhyun dengan penekanan.
"Hiks kenapa kau tadi membentakku??" yerim mulai bicara dan matanya mulai berair.
"Ya tuhan hanya karna itu??" batin baekhyun
"Hey jangan menangis aku tadi hanya pusing saja. aku tak bermaksud apa apa. maaf ya??" baekhyun mendekati yerim dan memeluknya.
"Kau jahat sekali padaku?? aku tak suka kau membentakku." yerim menangis dipelukan baekhyun.
"Baiklah maafkan aku . aku tak akan membentakmu lagi ??" ucap baekhyun mengelap air mata di pipi yerim.
Yerim hanya mengangguk.
"Ada yg aneh dengan yerim dia sangat sensitif akhir akhir ini??" batin baekhyun
__ADS_1
tbc