
"Ahhh tidak.." pekik yerim tersadar dari lamunannya.
"Hey kau kenapa berteriak??"tanya baekhyun membalik tubuh yerim.
"Ohh tidak tidak." yerim kembali terdiam .
"Yerim apa yang mau kau katakan??" tanya baekhyun menyadarkan yerim.
"Ahh tidak apa apa. aku hanya mengantuk." yerim kemudian melangkah ke ranjang.
"Huft apa jadinya jika aku benar benar memberitau baekhyun oppa. Aku belum siap. Aku takut jika nanti dia menyuruhku menggurkan babyku. No!" batin yerim.
Baekhyun hanya menatap yerim bingung.
Yerim menutupi tubuhnya dengan selimut.
Berpura pura memejamkan mata.
"Huft" Dia beberapa kali menarik nafas panjang.
Sedang baekhyun yg melihatnya sudah tambah bingung.
Dia memilih membereskan pakaian dan barang yg lainnya
Yerim menoleh ke arah baekhyun yg sibuk dengan kopernya.
"Oppa kenapa disitu??" yerim melambaikan tangannya meminta baekhyun mendekat.
Baekhyun menoleh dan menaikkan sebelah alisnya
Baekhyun lalu mendekat dan mendudukan diri disamping baekhyun.
"Kenapa ??" tanya baekhyun.
"Aku mengantuk kan aku sudah bilang tadi." ujar yerim sambil duduk bersandar pada baekhyun.
"Kau benar benar mengantuk?? " Baekhyun mendekap yerim.
__ADS_1
Yerim mengangguk.
"Kau bahkan tidur selama dipesawat tadi yerim." gumam baekhyun.
"Lalu kenapa??" yerim menolehkan kepalanya keatas hingga pandangan mereka bertemu.
"Aku hanya heran kau suka sekali tidur sekarang." baekhyun menatap pada manik mata yerim.
"Aa aku tidak tau. intinya aku mengantuk mungkin karna lelah perjalanan jauh." kilah yerim.
"Emmm mungkin begitu." baekhyun manggut manggut.
" Lalu kenapa kau memintaku duduk disampingmu??" baekhyun melepaskan pelukan mereka.
"Apa kau lupa?? aku sekarang tidak bisa tidur jika kau tak memelukku??" Yerim kesal karna baekhyun masih tak peka dan malah melepaskan pelukan mereka.
"Yerim kau aneh sekali akhir akhir ini." gumam baekhyun hendak memeluk yerim kembali
Yerim menepisnya.
"Tidak usah. Jika kau tidak mau memelukku ya sudah tapi jangan mengataiku aneh." gerutu yerim menjauhkan diri dari baekhyun.
"Jangan mendekat." yerim bergerak duduk.
"Baiklah maaf. Maaf kan aku . Jangan marah lagi. Sekarang kau mau apa??" baekhyun perlahan mendekat dan mendekap yerim.
Mencium pipi kirinya.
"Aku mau memaafkanmu. Tapi ada syaratnya." yerim menatap baekhyun .
"Baiklah apa syaratnya??" Tanya baekhyun melonggarkan pelukannya.
"Belikan aku mie ramen yg sangat pedas." matanya memancarkah penuh harap.
"Apa?? emm yerim ini paris bukan korea dan disini tengah malam mana ada mie ramen." baekhyun coba menjelaskan.
"Aku hanya ingin ramen." kekeh yerim.
__ADS_1
"Oh ayolah yerim yang lain saja ya. Pizza steak burger atau yang lain." baekhyun membujuk.
"Aku pinginnya mie ramen." mata yerim mulai berair.
"Ck dia menangis. Dia tau saja kelemahanku."batin baekhyun
"Ya kau menangis lagi?? Kau ini mudah sekali menangis sekarang??" baekhyun mengacak rambutnya.
"Hiks maaf merepotkanmu. hiks aku tak akan meminta macam macam lagi." yerim mulai beringsut .
"Huh sebentar aku akan menyurus asistenku mencarikannya untukmu." baekhyun menenangkan.
"Tidak apa apa tidak usah saja." yerim mulai memejamkan mata.
"Yerim jangan keras kepala. Sekarang kau mau apa ??" baekhyun jengah.
"Aku mau tidur." singkatnya.
"Huft baiklah terserahmu." baekhyun memeluk yerim.
Namun yerim dengan segera melepaskannya.
"Apa lagi??" tanya baekhyun.
"Kenapa kau memelukku?." tanya yerim.
"Yerim jangan banyak bicara dan tidurlah." baekhyun mendekapnya
Yerim yang sangat nyaman dengan pelukan itu akhirnya dia tertidur . nafasnya terdengar teratur.
Baekhyun mengecup pucuk kepala yerim.
"Selamat malam. Tidur yg nyenyak yerimku !!"
"Aku tidak tau kenapa kau menjadi aneh sekali, Kau sangat manja dan sensitif sekarang." gumam baekhyun.
"Aku akan mencari tahunya." lanjutnya kemudian dia memejamkan mata dan menyusul yerim tidur.
__ADS_1
tbc