
"Sayang kau sedang apa??" Tanya baekhyun mengucek matanya menuruni tangga..
"emm aku sedang memasak.." jawab yerim sibuk mengaduk sesuatu di panci.
"Kenapa kau repot repot memasak kau kan baru keluar dari rumah sakit. Kau juga tak boleh kelalahan . kau kan sudah janji akan beristirahat.. kenapa aku malah disini. Ayo sekarang masuk ke kamarmu biar aku yg memasak." omel baekhyun panjang lebar.
Yerim menghela nafas panjang.
"Kau ini cerewet sekali. Aku kan hanya memasak ini hanya sesuatu yg ringan honey. Kau jangan berlebihan." Kata yerim mengelus pipi baekhyun ..
"Tapi yerim nanti jika kau kelelahan bagaimana??" Tanya baekhyun memegang tangan yerim.
"Aku tidak apa apa. Aku janji aku tak akan kelelahan setelah memasak sarapan aku akan kembali ke kamar." kata yerim meyakinkan baekhyun.
"Hmm baiklah terserahmu yg penting jaga kondisi kalian." Kata baekhyun.
"Siap daddy.Sekarang mandilah." Kata yerim membalikkan badan memumbungi baekhyun.
Baekhyun lantas memeluk yerim dari belakang.
Menelusupkan kepalanya pada leher jenjang yerim.
Baekhyun tak menjawab ucapan yerim
"Aku kan memintamu mandi. Jangan manja seperti ini."Tegur yerim.
"Nanti saja .. Aku masih ingin spt ini."Kata baekhyun mengeratkan pelukannya.
"Lepaskan oppa aku sesak. jangan terlalu kencang." Tegur yerim
"Hehe maaf. " Cengir yerim.
"Cepat mandi sana."Titah yerim berpura pura kesal
"Aku mau mandi tapi ada syaratnya.." Kata baekhyun.
"Apa ?? Jangan macam macam."Ancam yerim.
"Ini."Kata baekhyun menyentuhkan jari telunjuk ke bibirnya. Lagi dia sedikitan memajukan bibirnya.
Yerim yg paham maksud baekhyun menyumpalkan kain lap ke mulut baekhyun.
__ADS_1
"Sayang kau..." Kata baekhyun terputus karna mendapat pelototan tajam dari yerim.
"Cepat mandi atau.." kata yerim mengancam.
"Iya iya."Jawab baekhyun lesu.
Baekhyun melangkah menaiki tangga menuju kamarnya.
"Huh dasar pelit." Gerutu baekhyun menaiki tangga.
"Jangan menggerutu." Tegur yerim.
"Aku tidak menggerutu." Sahut baekhyun
"Apa kau fikir aku tak mendengarnya eoh??" Tanya yerim berkacak pinggang.
"Ya ya baiklah nyonya kau menang." Kata baekhyun langsung masuk kamar.
Yerim yg melihatnya hanya menggelengkan kepalanya.
Dia juga terkikik gelu dgn tingkah suaminya itu.
"Lihatlah Daddymu sangat lucu." Gumam yerim lirih mengelus perut buncitnya..
"Yerimm apa kau tau dimana dasiku??" Teriak baekhyun dari kamar.
Yerim yg mendengar teriakan baekhyun lalu menghampirinya.
"Ada apa?? Kenapa teriak teriak??" Tegur yerim.
"Dimana dasiku??" tanya baekhyun mengobrak abrik lemari.
"Kenapa kau membuat lemari berantakan??" Yerim langsung menarik baekhyun menjauh dari lemari.
Berganti dia yg mencari dasi disana.
"Ini apa??" Kata yerim menyerahkan dasi pada baekhyun.
"Kenapa bisa ada?? Padahal tadi tidak ada sayang.Percayalah." Kata baekhyun mengalungkan dasinya.
"Mangkanya cari yg benar. Alasan saja." Kata yerim ketus
__ADS_1
Dia kemudian meju selangkah mendekati yerim.
Semakin baekhyun maju yerim semakin mundur..
Hingga tubuhnya terbentuk lemari.
Duk.
"Kkk kau mau apa ??" tanya yerim terbata.
Baekhyun mendekatkan wajahnya pd yerim..
Yerim langsung memejamkan matanya..
"Bwahahab kkkk." Baekhyun langsung tertawa keras.
Yerim sontak membuka matanya.
"Kenapa kau menutup matamu sayang?? Kau berfikir aku mau menciummu ya??" kata baekhyun menggoda yerim
"** tidak." Kata yerim merona malu. Dia sudah berfikir jika baekhyun mau menciumnya..
"Aku hanya memintamu memasangkan dasi yerim. Kenapa fikiranmu mesum sekali." Goda baekhyun.
" Kau.. Minggir sana." yerim mendelik lalu mendorong tubuh baekhyun menjauh darinya.
"Hey sayang kau mau kemana??Aku kan memintamu memasangkan dasi.. Nanti aku akan berikan hadiah sebuah ciuman." Teriak baekhyun menggoda yerim.
Yerim langsung masuk ke kamar mandi dan membanting pintunya dgn keras.
"Dasar menyebalkan"Gerutu yerim.
Tbc...
Aku up lagi kan?? gimana tambah seru ngk??Guys tolong ya like komen dan vote nya.
Aku liat tiap episode itu banyak yg baca tapi like nya cuma dikit.
bahkan vote nya pun juga dikit banget.
Tolong ya minta pengertiannya.
__ADS_1
Jangan pelit like ya guyss.
Thank you...