Siapa aku Untukmu

Siapa aku Untukmu
episode 37


__ADS_3

Yerim telah memutuskan untuk ikut baekhyun.


Dia tadi telah menelfon jihoon dan jihoon mengizinkannya resign dari cafe.


Setelah yerim mengatakan bahwa anaknya tak bisa jauh dari ayahnya.


'Baiklah terserahmu saja , jangan lupa hubungi aku jika ada apa apa.' ujar jihoon dari telepon.


'Baiklah jihoon terimakasih.' balas yerim


'Jika nanti setelah kau pulang dari sana kau mau bekerja kau bisa bekerja lagi. Aku akan menganggapmu cuti.'


'Ish mana ada cuti selama itu. Ish kau ini' balas yerim geleng geleng.


'Baiklah aku tutup telfonnya' ujar yerim.


Klik.


Grepp


Baekhyun yang baru selesai mandi langsung memeluk tubuh yerim dari belakang. Dia menghirup aroma tubuh yerim kuat kuat.


"Apa keputusanmu hem??" ujar baekhyun mengecupi pundak yerim.


"Aku akan ikut denganmu.." ujar yerim mengenggam tangan baekhyun yg melingkar diperutnya.


"Benarkah??" tanya baekhyun antusias .


Yerim kemudian membalikkan badannya menghadap baekhyun dan mengangguk.


Baekhyun terlihat sangat senang.


Dia lalu mengecupi pipi yerim .


"Baiklah aku akan siapkan barang yang akan kita bawa" ujar yerik akhirnya.


"Apa kau akan ke kantor oppa??"tanya yerim yang mengeluarkan beberapa pakaian.


"Iya aku akan ke kantor sebentar. Nanti saat makan siang aku akan pulang."

__ADS_1


Yerim hanya mengangguk menanggapinya.


"Yerim pasangkan dasiku." ujar baekhyun membawa dasinya mendekati yerim.


Yerim menerimanya dengan senang hati kemudian tangannya dengan telaten memasangkan dasi pd baekhyun.


"Ini sudah siap." ujar yerim menepuk ringan dada bidana baekhyun.


"Baiklah aku berangkat dulu. Jangan lupa siapkan barang barang kita." ujar baekhyun kemudian mengecup kening yerim.


Yerim mengantarkannya sampai pintu keluar.


"Hati hati ya.." ucap yerim dengan senyum manisnya.


Baekhyun mengangguk dan membalas senyumnya ..


"Huft sayang hanya tinggal kita berdua ya." gumam yerim setelah menutup pintu apartemennya.


"Bagaimana caraku memberitahukan ttg ini pada baekhyun oppa" pikir yerim sambil membereskan barang barang nya.


Untung saja janin yg ada di perut yerim tidak terlalu neko neko.


Namun yerim hanya mengalami morning sicknes dan tak bisa berdekatan dgn bumbu dapur.


Siang hari


Dikantor baekhyun baru saja hendak pulang namun mendapat panggilan dari yerim.


"Hallo." ucap baekhyun.


"Oppa bisakah oppa membawakan pizza untukku. Aku sedang tak ingin memasak." pinta yerim.


"Tumben kau tak mau masak. Biasa.."


"Oppa mau tidak sih membelikan??" potong yerim sedikit berteriak.


"hey jangan marah baiklah akan ku belikan. Setelah ini aku akan pulang." ujar baekhyun menggaruk kupingnya.


"Baiklah jangan lama lama . aku sangat ingin pizza itu sekarang." yerim lalu mengakhiri panggilannya sepihak.

__ADS_1


Cklek


"Yerim aku pull..." baekhyun memotong ucapannya.


"Hey kenapa kau menangis??" tanya baekhyun khawatir melihat yerim sesenggukan.


"Jahat hiks." ucap yerim.


"Kau jahat.."


"Hah aku jahat kenapa yerim??" baekhyun bingung.


"Kau mau menggugurkannya padahal dia tak salah apa apa." ucap yerim.


"Ha??" baekhyun semakin bingung.


Baekhyun kemudian menarik yerim dalam pelukannya.


"Hiks oppa sudah pulang ya??" tanya yerim menghapus air matanya.


"Ha??"baekhyun masih bingung.


"Aku tak melihat oppa pulang." ujar yerim meraih pizza yang ada ditangan baekhyun.


"Kenapa oppa bengong??" tanya yerim polos.


"Kenapa kau barusan menangis??" tanya baekhyun setelah diam cukup lama.


"Haaaaaa aaa" yerim mulai menangis lagi.


Baekhyun lantas mengerutkan keningnya


"Kenapa lagi yerim??" tanya baekhyun menyentuh tangannya.


"Tadi aku menonton drama dan melihat lelaki itu ingin membunuh anaknya yg masih di dalam perut." ujar yerim sesenggukan


"Oh ya tuhan aku menyesal bertanya mengapa kau menangis." Baekhyun menepuk jidatnya dan menggeleng.


Sedang yerim hanya menyengir lalu menyuapkan lagi pizza kedalam mulutnya...

__ADS_1


tbc


__ADS_2