
Yerim dibawa kerumah sakit didekat kantor baekhyun.
Baekhyun mondar mandir di depan pintu UGD.
"Yerim ku mohon bertahanlah demi bayi kita yerim." gumam baekhyun .
"Aku memang bodoh. Aku bodoh yerim hiks" Baekhyun terduduk dilantai dia menjambak rambutnya frustasi.
" Baekhyun ada apa ini nak??" Tanya sora yang baru datang.
"mama hiks ma yerim hiks dia kecelakaan ma." Tangis baekhyun pecah. Dia memeluk ibunya
"Mama yerim akan baik baik saja kan?? Dia dan anakku tak akan kenapa napa ma??" Baekhyun terus berbicara.
"Duduklah ceritakan pada mama apa yang terjadi." Ujar sora.
"Maa aku aku tidak tau tiba tiba wanita itu datang dan mencium ku ma. Yerim melihat itu. Hiks dia pergi dan dia tertabrak mobil. Mahhh " Baekhyun memeluk lututnya.
"Kau .... Kau belum memutuskan wanita itu. Kau gila baek kau gila. Pantas saja yerim sampai seperti itu. Jika sampai terjadi apapun pada yerim . Kau lah penyebabnya." Ujar sora tegas.
Cklekk.
Sora dan baekhyun menoleh ke arah pintu.
Terlihat dokter keluar dari sna.
"Dok bagaimana kondisi istri saya.Dia baik baik saja kan??" Tanya baekhyun panik.
"Maaf tapi kami harus melakukan oprasi mendadak untuk menghentikan pendarahnnya. Apa istri anda sedang mengandung??" jelas dokter itu.
"Iya kenapa apa kandungannya baik??" Tanya baekhyun lagi.
"Maaf tuan tapi anda harus memutuskan memilih menyelamatkan ibu atau anak yang dikandungnya."
Jederrrr.
__ADS_1
"Tidak tidak.. mereka harus selamat, aku tak bisa memilih diantara mereka." Baekhyun menggeleng.
Airmata masih bercucuran di pipinya.
"Maa bilang pda dokter untuk menyelamatkan mereka ma." ujar baekhyun mengenggam tangan sora.
Sora langsung melepaskan tangan Baekhyun.
"Lakukan yg terbaik dok untuk menantu dan cucu saya." tutur sora.
"Kami hanya bisa menyelamatkan salah satu.Kumohon cepatlah atau mereka tak ada yg selamat." ucap dokter itu tegas.
Baekhyun menghela nafas panjang.
"Selmatkan istriku. Kumohon" Pinta baekhyun.
"Baiklah silahkan tanda tangan." ucap dokter itu.
setelah dokter itu menghilang.
Tubuhnya meluruh ke lantai.
menekuk lututnya dan
Dia menyembunyikan kepalanya di tekukan itu.
"Hiks hiks cobaan apa ini tuhan.Aku tak bisa kehilangan mereka." gumam baekhyun frustasi.
Bayangan tentang yerim yang sangat menyanyangi bayi itu terlintas jelas dlm fikirannya
'Lihat nak kita menang dari daddy'
'Oppa nanti jika bayi kita lahir kita akan piknik bersama kan? aku menginkannya.'
'Oppa lihat perutku sedikit membuncit'
__ADS_1
'Daddy marah pada kita'.
'Ayolah baby kita yg ingin bukan aku'
Dan masih banyak hal lain yg dia ucapkan.
"Tak perlu sok sedih dan frustasi seperti itu. Kau puas kan sekarang??Kau puas anakmu akan tiada?? Cih ayah macam apa kau ini. Harusnya aku membawa yerim pergi darimu saat pertama aku lihat kau dengan wanita itu. Aku menyesal membiarkanmu bersam yerim. " Kata sora sinis.
"Maaa aku juga ayahnya aku menyayanginya dan yerim aku sangat mencintainya ma.. hiks " baekhyun terus menangis
"Omong kosong. Aku harap yerim segera sadar dan mau meninggalkan lelaki seperti mu."Tukas sora lalu meninggalkan baekhyun disana.
"Tidak yerim tak akan pergi dariku. Dia mencintaiku. Dia tak boleh meninggalkanku." Baekhyun menggelengkan kepalanya lemah.
Lama oprasi telah berlangsung namun lampu masih menyala merah tanda oprasi belum selesai.
Baekhyun masih setia menunggu yerim disana. Sambil sesekali menyeka air matanya.
Tak lama dari itu dokter keluar dari ruangan itu.
Raut wajah dokter itu terlihat letih.
"Dok bagaimana istri saya katakan bagaimana keadaanya.??"Baekhyun mengguncang tubuh dokter itu.
"Maaf tuan baekhyun..."
Tbc
sorry ya lama up nya
Aku sibuk bgt di rumah.
besok aku up lagi.
thank you
__ADS_1