
"Ohh kau saudaranya ya?? Aku fikir kau suaminya." jawab jihoon acuh.
"Apa maksudmu??" baekhyun menaikkan suara.
"Kau tau tentang aku dan yerim??" tanya baekhyun.
"Iya aku tau. Kau barusan bilang kau saudaranya kan??" jawab jihoon santai namun tatapannya sangat tajam.
Baekhyun lalu mengangguk.
"Apa bisa aku menemuinya??" tanya baekhyun nadanya kembali normal
"Maaf pegawaiku sedang bekerja. Anda tak bisa menemuinya." ketus jihoon lalu pergi dari sana.
Baekhyun yang mencari yerim didalam cafepun tak menemukannya.
"Huft aku akan bicara nanti dirumah." ucap baekhyun lalu pergi dari cafe.
Di cafe ruang tempat karyawan istirahat.
Jihoon menyusul yerim.
"Yerim tadi suamimu mencarimu??" ujar jihoon berbisik.
Yerim pun sedikit terkejut.
"Kenapa dia kesini??" gumam yerim.
"Apa kalian ada masalah??" tanya jihoon.
Yerim hanya menggeleng.
"Jujurlah yerim." paksa jihoon.
"Hiks hiks" yerim menangis dan memeluk jihoon..
"Hiks dia tak mau mengakuiku sebagai istrinya. Dia hiks dia bilang pada te teman te man nya ak aku hanya pem bantunya hiks." ujar yerim tersedu sedu.
Jihoon mengepalkan tangannya.
"Brengsek" batin jihoon
"Tenang lah yerim. ada aku disini??" jihoon menenangkan.
"Jihoon aku takut... jika nanti dia tak mau mengakui anaknya bagaimana??" yerim cemas.
Hanya itu yang dia cemaskan.
__ADS_1
"Jika dia tak mau mengakuinya. Biar aku yang mengakuinya . " ujar jihoon mrngelus perut yerim.
Disana hanya ada jihoon dan yerim .
Malam hari
Baekhyun membuka pintu apartemen.
"Sepi sekali. apa yerim belum pulang??" gumam baekhyun.
"Yerim kau sudah pulang??" ujarnya mencari yerim di sana.
"Ini sudah malam tapi yerim belum pulang??" pikirnya .
Baekhyun kemudia naik ke atas untuk mandi dan membersihkan diri.
Sesudahnya baekhyun turun ke bawah karna merasa lapar.
"Huft kemana yerim kenapa belum pulang?? " gumamnya meraih hp.
Dia berkali kali menghubungi yerim. Namun tidak aktif.
"Ck kemana dia. membuatku panik saja." gerutunya.
Baekhyun kemudian memasak apa yang dapat dia masak.
Walau tak jago tapi dia sudah bisa memasak sesuatu katakan saja telur mata sapi atau nasi goreng.
Dicafe
Yerim memang sengaja pulang malam dia mengambil dua sift yaitu sift pagi dan malam.
"Yerim kau tidak pulang??" tanya jihoon
"Iya sebentar lagi." jawab yerim
"Ayo aku akan mengantarmu." ujar jihoon.
Yerim menggeleng.
"Jihoon nanti jika suamiku melihat,, dia akan marah." jelas yerim.
"Baiklah aku akan memesan taxi untukmu. " putus jihoon diangguki yerim.
diapartemen baekhyun mondar mandir di depan pintu.
"Huft sudah hampir jam 10 dan yerim belum pulang juga." gumam baekhyun mendudukan diri di sofa.
__ADS_1
"Kemana dia ?? Kenapa marah sampai seperti ini??" baekhyun memejamkan mata hingga tak sengaja tertidur.
Diluar pintu apartemennya yerim menarik nafas dalam berharap baekhyun sudah tidur.
Cklekk
Yerim menyusuri semua sudut ruangan. terdapat baekhyun yang tertidur disana.
Yerim tak memperdulikan itu dia berjalan pelan dan memasuki kamar.
klek .
Suara pintu terkunci membuat baekhyun sadar kalau dia ketiduran.
"Apa yerim sudah pulang??"
"Tapi kenapa dia tak membangunkanku??" pikir baekhyun.
Tok tok tok.
baekhyun mengetuk pintu kamar yerim namun tak ada sahutan disana.
Dia mencoba membuka nya namun pintu tersebut dikunci.
"Yerim kau sudah pulang ya??" suara baekhyun dari luar kamar.
Yerim yang berada di kamar mandi samar samar mendengar suara itu.
"Yerim aku mau bicara."
" Aku mau minta maaf .." ujar nya.
"Yerim.."
cklek pintu terbuka ada yerim disana.
Baekhyun lalu tersenyum dan hendak memeluk yerim namun yerim melangkah mundur.
"Aku cukup lelah tuan. Tolong biarkan aku tidur." ujar yerim lalu menutup pintu.
klek.
Pintu dikunci
Baekhyun masih berdiri mematung didepan sana.
"Tuan??"
__ADS_1
dadanya sesak saat yerim mengatakan itu.
tbc