Siapa aku Untukmu

Siapa aku Untukmu
episode 30


__ADS_3

Malam itu selesai mereka melakukan hmm ya kalian tau maksudku kan.


Yerim langsung mengurung tubuhnya diselimut yang ada di ranjang Di kamar baekhyun


"Huft dingin sekali.. " gerutu yerim sambil menyelimuti tubuhnya.


Sesaat setelahnya baekhyun yang baru datang dari dapur langsung masuk ke kamar.


Cklek.


Yerim langsung menoleh kearahnya.


"Sayang emmm karna kita tadi belum makan dan ini sudah tengah malam jadi kita makan ramen saja ya." ucap baekhyun menaruh 2 mangkok ramen diatas nakas.


Yerim mengangguk.


"Ayo ku bantu kau bangun. uhh" ujar baekhyun membantu yerim duduk.


Selain udara yang sangat dingin malam itu agenda mereka dikamar mandi yabg berlangsung sangat lama membuat yerim kedinginan.


"Oppa aku kedinginan." ujarr yerim menyelimuti tubuhnya kembali sambil duduk.


"kedinginan?? Tapi pengahangatnya sudah aku nyalakan." balas baekhyun.


"sebentar lagi Pasti akan terasa hangat. ayo makan mie nya dulu supaya lebih hangat hmm??" ujar baekhyun menyuapi mie untuk yerim.


"Aku bisa sendiri." yerim hendak merebut mangkuk mie nya.


"ehhhh tidak usah aku akan menyuapimu.ayo makanlah."


Yerim mengangguk.


"Kau juga harus makan oppa . aku akan menyuapimu aaa makanlah."ujar yerim merebut sendok dari baekhyun.


Baekhyun dengan senang membuka mulut dan mengunyah makanannya.


hachim


hachim


"Sayang kau sakit??" tanya baekhyun dengan memegang kening yerim.

__ADS_1


"Oh ya tuhan suhu badanmu panas sekali ."panik baekhyun.


Yerim hanya memegangi kepalanya.


"Kau merasakan sesuatu sayang??" baekhyun sangat khawatir.


"Aku sedikit pusing saja. oppa jangan khawatir ."ujar yerim.


"Berbaringlah aku akan ambil kompresan untukmu." ujar baekhyun sambil menyelimuti tubuh yerim dan pergi dari kamar.


Tak lama kemudian dia datang dan membawa mangkok air ditangannya.


Baekhyun mengompres kening yerim.


"Apa kau masih kedinginan??" tanya baekhyun


Yerim hanya mengangguk.


Pusing kepalanya benar benar pusing sekarang dia tidak terlalu kuat dengan cuaca dingin..


Baekhyun kemudian menggeser sedikit tubuh yerim dan membaringkan tubuhnya disamping yerim membawa yerim kedalam dekapannya.


Yerim membiarkan handuk kompres itu terjatuh dari keningnya dan menenggelamkan kepalanya kedalam dada bidang baekhyun.


"Ini sangat hangat dan menenangkan." batin yerim.


"Oppa jangan tinggalkan aku.." ucap yerim sedikit serak di dekapan baekhyun.


"Tidak aku tida akan pergi. Tapi kau harus tidur " ujar baekhyun yang diangguki oleh yerim.


"Jangan lepaskan pelukanmu dariku.."


"Tidak akan." ucap baekhyun dan mngeratkan pelukannya pada yerim.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Paginya yerim bangun masih dalam dekapan baekhyun.


Rasanya tubuhnya masih lemas dan kepalanya masih berat.


Rasanya dia tak ingin bergerak bangun dia justru mengeratkan pelukannya pada baekhyun.


Baekhyun yang juga sudah bangun tak ingin membuka matanya dan lebih mendekap erat tubuh yerim.


Cup


kecupan hangat mendarat di pucuk kepala yerim.


"Apa sudah lebih baik??" tanya baekhyun


"Iya lebih baik tapi kepalaku masih berat." jawab yerim lirih.


"Baiklah kalau begitu hari ini kau tidak usah bekerja dulu." ucapan baekhyun pun diangguki yerim.


"Bisa lepaskan pelukanmu . aku senang kau peluk tapi aku harus bangun dan memasakkanmu bubur." ujar baekhyun


Seketika yerim melepaskan pelukannya.


"Kau bisa memelukku lagi nanti sayang.


Setelah aku memasak untukmu." ujar baekhyun.


"Apa oppa tidak bekerja hari ini??" tanya yerim hendak bangun namun ditahan oleh baekhyun.


"jangan bangun dulu. Karna kau sakit,, Aku akan bekerja masuk siang. "


ujar baekhyun mengelus kepala yerim.


"maaf aku jadi merepotkanmu.." kata yerim menunduk..


"Tidak jangan minta maaf ini memang kewajibanku kan??" ujar baekhyun mengangkat dagu yerim dan mengecup kilas bibirnya.


"Baiklah aku masak dulu" ujar baekhyun dan diangguki yerim.


tbc

__ADS_1


__ADS_2