Siapa aku Untukmu

Siapa aku Untukmu
episode 35


__ADS_3

Setelah itu baekhyun pergi ke kamarnya.


Dadanya benar benar sesak saat yerim mengatakan itu.


"Huft kurasa dia benar benar marah padaku??" baekhyun mengusap kasar wajahnya.


Semalaman baekhyun tak bisa tidur nyenyak hingga akhirnya dia bangun kesiangan.


"Huh sudah siang??"


"aku harus segera ke kantor ini sudah sangat terlambat." gumamnya pada diri sendiri.


Baekhyun bergegas mandi dan bersiap siap.


"ohh tunggu hari ini ada rapat dengan direksi aku harus lebih rapi." ucapnya.


"Dimana dasiku yaa.." ujarnya sambil mengobrak abrik lemarinya.


"Yerim dimana kau taruh dasiku??" teriaknya memanggil yerim.


"Yerim kau dengar aku tidak??"


"Dimana dia.."


"Yerim" panggilnya.


"Yerim..." baekhyun mengetuk pintu kamar yerim.


"Huft dia sudah berangkat.Sepertinya dia sengaja menghindariku." pikirnya


"Yerimm kenapa kau sangat marah?? "


"Bahkan pagi ini dia tak menyiapkan sarapanku." gumamnya melihat meja makan kosong.


Dicafe sedari tadi yerim datang dia terus memuntahkan isi perutnya.


"Huekk huekk"


"Yerim apa kau sakit??" tanya natha memijit tengkuk yerim


Yerim hanya menjawab dengan gelengan kepala.


"Tapi kau kelihatan pucat." ucap natha.


"Aku baik baik saja. Nanti juga akan pulih. jangan khawatir." ujar yerim.


Natha mengangguk.


"Baiklah ."

__ADS_1


"Natha bisa aku minta tolong. Tolong jauhkan makanan dengan bau menyengat itu untukku." ujar yerim ragu.


"Kenapa??" Natha bingung.


"Jauhkan saja natha." timpal jihoon.


"Yerim mulai sekarang kau dibagian kasir ya." lanjut jihoon.


Mereka hanya mengangguk.


"Natha ikut aku sebentar."ujar jihoon melangkah keruangannya diikuti natha.


"Ada apa??" tanya natha jelas karna hanya ada mereka berdua disana.


Jihoon menghela nafasnya.


Dia tau ini bukan haknya memberi tau natha tapi natha juga perlu tau.


"Ini tentang yerim??" ucapnya


Natha mengerutkan keningnya.


"Tolong jauhkan yerim dari apapun yang membuatnya merasa mual."


natha masih diam dia merasa sangat bingung.


"APA????" natha berteriak terkejeut.


"Aish kecilkan suaramu itu." ujar jihoon.


"Ini rahasia kita bertiga." ujarnya..


"Kenapa dia menyembunyikan ini dariku??" natha tak percaya dgn ucapan jihoon.


"Dia dijodohkan dan suaminya tak mau menerimanya. Mungkin sampai sekarang suaminya belum menganggap yerim dan kau tahu yerim belum memberi tau siapapun tentang kehamilannya kecuali aku ,dan sekarang kau." jelas jihoon.


"Aku harap kita bisa bekerja sama menjaga yerim." lanjutnya.


Natha sudah meneteskan air mata, dia hanya mengangguk.


Lalu dia keluar dari ruangan jihoon dan menghampiri yerim.


"Yerim kenapa kau sembunyikan ini dariku??" Natha datang langsung memeluk yerim .


"Apa maksudmu??" yerim bingung.


"Tolong jangan sembunyikan apapun lagi yerim aku tau semuanya." ujar natha.


"Hiks maaf hiks maafkan aku." ujar yerim yang ikut menangis.

__ADS_1


Akhirnya yerim menceritakan semuanya kepada natha.


"Malang sekali kau yerim"batin natha.


Hari sudah sore baekhyun pulang lebih awal dia akan menjemput yerim dicafe.


"Yerim tunggu aku ya..." ujar baekhyun tersenyum.


Dicafe masih sangat ramai.


Yerim bekerja sampai malam .entah apa yang difikirkannya dia mau mengumpulkan uang yang banyak untuk biaya hidupnya. Padahal dia sudah mendapat yang bulanan yg jauh lebih besar dari gajinya sebagai pelayan dicafe.


Sesampainya dicafe baekhyun meminggirkan mobilnya


"Ini kan waktunya pulang kenapa yerim belum keluar??" baekhyun masih menunggu yerim dimobil.


Sudah setengah jam dia menunggu namun yerim tak ada tanda tanda pulang.


Dia memutuskan untuk turun dan masuk ke cafe sekalian makan malam.


Dia memilih duduk di pojokan sambil bola matanya mencari keberadaan sang istri.


"Tolong spagettinya satu " ujarnya pada pelayan.


Pelayan hanya mengangguk dan menyiapkan pesanan.


matanya terus menyusuri cafe dan menemukan yerim berada dimesin kasir .


Wajahnya terlihat sangat lelah.


"Yerim ini kebab pesananmu sudah datang. Kau ini aneh aneh saja. Kebab mana ada dijual disembarang tempat."ujar jihoon yang baru masuk menghampiri yerim.


Mata yerim benar benar berbinar.


"Ish terimakasih . ini bukan keinginanku tapi keinginan bayiku. kau ini pelit sekali jadi paman." ujar yerim merengut.


"Bayi??" gumam baekhyun yang mendengar obrolan mereka.


"Baiklah istirahat dan makanlah. setelah ini kau pulang saja ya. Kasihan calon ponakanku nanti dia kelelahan."ujar jihoon.


"Tidak dia sangat kuat seperti mommynya." ujar yerim mengelus perutnya.


"Apa maksud yerim aku tak mengerti." gumam baekhyun.


"Tuan ini pesanan anda." ujar pelayan itu.


Baekhyun hanya mengangguk.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2